Setelah meninjau beberapa musholla dengan kondisi yang cukup baik, kal
ini akan kita bahas mengenai salahsatu musholla langganan saya sewaktu
masih berkantor di daerah Mega Kuningan.
Musholla ini terletak di lantai B1 berbatasan dengan daerah parkir.
Akses bisa dicapai melalui pertokoan di lantai B1 (dulu ada Hero
supermarket), atau melalui lift yang terletak di sisi Timur bangunan,
dekat jajaran toko handphone dan ATM BCA.
Musholla ini merupakan salahsatu contoh "klasik" musholla di pusat
perbelanjaan; letaknya di tempat parkir, pengap, panas, fasilitas
seadanya, dan rawan maling sepatu. Untuk bisa menjangkau musholla ini,
dari pintu keluar pertokoan di lantai B1 pengunjung harus berjalan
diantara antrian kendaraan dengan segala polusi asap knalpotnya, menuju
tempat pengambilan karcis mobil di sisi lain bangunan. Jika
mempergunakan lift, perjalanan jauh lebih singkat karena musholla
terletak dibalik lobby lift Timur. Walaupun dilengkapi dengan kipas
angin, namun karena letaknya berbatasan dengan jalan masuk kendaraan,
dan tidak adanya ventilasi udara, maka udara dalam musholla berukuran
cukup besar ini cenderung pengap dan panas. Untungnya karena ukuran
yang cukup besar, maka pertukaran udara internal cukup baik untuk
menghilangkan bau "basah" yang umumnya menyertai musholla semacam ini.
Untuk berwudhu, tersedia serangkaian keran didepan locker-locker
penyimpanan sepatu. Sayangnya walaupun ada locker, tak satupun yang
dilengkapi dengan kunci. Hal ini menyebabkan pengunjung terpaksa
meletakkan sepatunya ditempat terbuka sehingga faktor keamanan menjadi
sangat kurang. Selain dari musholla PIM yang sering saya kunjungi, di
musholla inilah sering muncul pemandangan miris saat pengunjung mencari
dengan sia-sia alas kakinya di sekitar tempat ia menaruhnya sebelum
sholat. Untuk menangani hal ini, pihak pengelola pernah terlihat melakukan
beberapa upaya pencegahan, diantaranya dengan menugaskan petugas
keamanan (atau staff umum lainnya) untuk dititipi sepatu dengan sistem
kupon nomor. Namun kelihatannya hal ini tak berlangsung lama, dan
pengunjung kembali berada pada 25-75 kemungkinan alas kakinya hilang
selama ditinggal sholat.
Pada perkembangannya, pihak pengelola kemudian menyediakan juga ruangan
musholla di lantai 2 dekat pertokoan komputer. Keadaan ruangan ini
lebih mending walau lebih sempit, karena terdapat air conditioner.
Namun untuk berwudhu maka pengunjung harus berjalan cukup jauh ke
daerah WC dan menumpang wudhu di wastafel janitor yang kumuh.
Kebersihan: C-
Kerapian: C-
Luas: A (besar)
Kenyamanan: C-- (ada kipas, tapi panas pengap)
Keamanan: D (tak ada penitipan alas kaki, tak ada penjaga)
Ruang Tunggu: D+ (ada bangku tempat duduk, udara tinggi kadar CO2 dan CO)
Look & Feel: D+
On overall:
½ (penilaian revisi)
(Catatan: sebenernya nilainya satu tigaperempat bintang, tapi karena menang cuma di luas, maka pembulatan ditarik kebawah)