Posted by Bayu on Oct 3, '05 11:48 AM for everyone
Mungkin diantara sekian banyaknya pusat perbelanjaan dengan usia diatas sepuluh tahun, PIM (Pondok Indah Mall) adalah satu-satunya tempat yang berhasil mempertahankan reputasinya sebagai tempat nongkrong yang gaul. Walaupun sempat mengalami masa-masa lesu seiring berdirinya plaza/mall/square baru, namun pada kenyataannya tempat ini masih merupakan salahsatu pilihan utama warga Jakarta untuk "seeing and be seen", atau sekedar menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.

Fasilitas musholla di PIM ini sebenarnya terbagi menjadi dua lokasi; yang pertama di lantai satu, diujung koridor kearah toilet dan lift barang. Yang kedua di lantai dua, bersebelahan dengan gerai Spaghetti House dan Allesandro Nanini, juga diujung koridor kearah WC. Karena letak musholla kedua ini lebih tersembunyi maka sebagian besar pengunjung lebih familiar dengan musholla yang pertama. Hal ini nampak dari berbedanya tingkat penuh kedua musholla ini saat waktu sholat tiba.

Musholla di lantai satu memiliki luas yang kecil, terlalu kecil dibandingkan dengan membludaknya pemakai fasilitas pada saat waktu sholat tiba. Ruangan yang hanya cukup menampung sekitar tiga shaf (baris) ini seringkali mengakibatkan tercampurnya shaf pria dan wanita dalam satu baris, padahal idealnya terjadi pemisahan yang jelas.

Kasus becek dan licin pada lantai ubin pun kadangkala terjadi. Namun karena sebagian besar ruangan ini memakai alas karpet maka keadaannya tidaklah terlalu parah. Tempat wudhu yang bercampur antara pria dan wanita juga meningkatkan kemungkinan bersentuhannya pria dan wanita, baik sebelum ataupun setelah berwudhu. Hingga sekitar tahun 2004, kondisi musholla ini masih termasuk standar, dengan tempat wudhu yang cukup seadanya. Namun setelah mengalami perombakan kondisinya jadi terlihat lebih baik dan layak, hanya saja tidak ada upaya berarti dalam hal keamanan penyimpanan alas kaki.

Di musholla PIM ini berkali-kali saya saksikan pengunjung (entah kenapa selalu pria) yang celingukan mencari alas kakinya yang raib. Setelah dilaporkan pada pihak keamanan pun, mereka hanya bisa bersopan-santun sambil menampilkan wajah menyesal. Sebenarnya didekat pintu masuk terdapat sebuah lemari locker, hanya saja kegunaannya tidak jelas. Kalaupun memang untuk penitipan sepatu, maka jumlahnya sangat tidak memadai jika dibandingkan dengan membludaknya pengguna musholla pada waktu sholat.

Adapun halnya dengan musholla kedua yang terletak dilantai dua, kondisinya justru lebih baik. Walaupun luas ruangan tidak begitu banyak berbeda namun kadangkala ditempat ini disediakan jasa penitipan alas kaki plus penjaga, atau locker yang benar-benar berfungsi. Sayangnya, kedua tempat tersebut sama-sama tidak menyediakan fasilitas menunggu atau tempat duduk untuk melepas/memakai alas kaki. Padahal tidak semua orang bisa nyaman duduk atau jongkok dilantai untuk memakai sepatu, atau pandai berakrobat berdiri dengan satu kaki.

Kebersihan: B
Kerapian: B
Luas: D- (kecil banget, pria & wanita satu ruang)
Kenyamanan: C+ (cukup dingin)
Keamanan: D (tak ada penitipan alas kaki, sering hilang)
Ruang Tunggu: D+ (tak ada bangku tempat duduk)
Look & Feel: B-

On overall:


wisatahati wrote on Oct 5, '05
Semoga lekas di renov jadi kayak mushola di PIM2 ya
kangbayu wrote on Oct 5, '05
Semoga lekas di renov jadi kayak mushola di PIM2 ya
agak sulit mas Yusuf, soalnya gak bisa perluasan kemana-mana lagi palingan relokasi.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help