Posted by Bayu on Nov 20, '05 1:06 PM for everyone

Padahal gw ini pernah bernapas di Bandung selama lebih dari duapuluh tahun... tapi setelah lima tahun merantau di kota yang kini cuma 2 jam jauhnya ini, pas balik Bandung (kembali ke Bandung, bukan istilah sepakbola) gw kebingungan buat nyari tempat makan.

Setelah ada pembangunan jembatan layang Pasopati, ternyata warung Cak Jali langganan gw ikutan tergusur, pindah entah kemana. Sedangkan dulu karena ada rumah di Bandung maka waktu sarapan ya makan dirumah, boro-boro boleh jajan... Tapi karena sekarang dah nggak ada lagi rumah tinggal, walhasil akhirnya gw ikut2an mereka para fanatik BAMHO (Bubur Ayam Mang Haji Oyo) buat nyantap hidangan ini buat sarapan... mungkin sekedar nostalgia, berusaha meraih kembali kenangan yang dulu pernah lekat didalam diri. Terwakilkankah dengan semangkuk bubur? Kurang lebih begitu... Duduk di cafenya yang baru sambil menikmati segarnya udara pagi Bandung, pikiran melayang ke masa silam saat makan bubur seperti ini bukanlah hal yang terlalu menarik. Nggak jarang BAMHO ini gw banding-bandingin sama bubur ayam seberang Sekeloa - Dipatiukur yang rasanya lebih lekoh dan topping lebih beragam. Tapi apa daya sang saingan yang buka malam hari ini nampaknya sudah tergeser perubahan jaman... akibat dari kurang kuatnya branding dan konsistensi.

Dalam sarapan pagi itu... mungkin yang gw beli bukan sekedar bubur... tapi sebuah nilai kenangan

Anyway, berikut ini daftar sebagian tempat makan ngetop di Bandung, jenis non-restoran:

  1. Bubur Ayam (Talaga) Mang Haji Oyo. Buburnya variant kental lengket, kalau mangkuknya dibalik juga gak akan tumpah. Setelah pindah dari lokasi aslinya, sekarang ada dua kubu; Kubu binaan Mang Oyo asli, dengan pusat di Jl. Sulanjana, dan cabang di Gelap Nyawang, serta kubu binaan "teteh" di sebelah Edward Forrer, Dago.
  2. Bubur Ayam "PR", mangkal didepan kantor redaksi HU Pikiran Rakyat Jl. Asia-Afrika. Perasaan gak terlalu spesial sih, apalagi dulu sempet dikuasai preman dan calo bubur.
  3. Gudeg Yogya deket perempatan Riau - Cihapit arah Bank NISP. Rasanya mungkin nggak se-top Gudeg Yogya asli karena taste-nya sudah lebih Sundawi, tapi rasanya konsisten, kualitas makanan baik, harga murah, makanya jadi inceran para pengantor sebelum berangkat kerja, serta para ibu rumah tangga sehabis mengantar anak sekolah. Biasanya jam 9 pagi sudah sold-out.
  4. Gudeg Yogya Pasar Gempol, deket pasar Rangga Gempol. Rasa lebih tajem dibanding yang Cihapit, tapi harganya juga lebih mahal.
  5. Kupat Tahu Citarum, perempatan seberang Bank NISP. Bukanya siang. Rasanya sendiri gak terlalu spesial tapi konsisten dan pelayanannya cepet.
  6. Kupat Tahu Gempol, bertahan sejak jaman dahulu kala. Bumbunya medok dan kental, gurih, manis, kalau beli selalu ngantri. Langganan para pembesar dan kasepuhan Bandung.
  7. Gado-gado Angkasa, Jl. Angkasa (belakang UNPAD). Porsi dahsyat, bumbu kental gurih manis. Seporsinya rada mahal (buat standar Bandung) tapi worth it.
  8. Warung Ma' Uneh, Jl. Pajajaran seberang GOR. Kalau dulu ada warung aslinya ma' Uneh yang nyempil rada kedalem, buka hingga sore hari. Sedangkan malamnya, ada gerai portabel mangkal didepan bengkel dibagian muka jalan masuk warung ma' Uneh. Kalau yang ini binaan putra dari ma' Uneh. Hidangannya khas Sunda, tapi kadang ada menu-menu yang unik dan nggak ada di tempat lain.
  9. Nasi Goreng Cirebon, Simpang Dago (malam). Nasi gorengnya pedes luar biasa! Dan sebenernya termasuk gak terlalu enak, tapi spesialnya, dia punya daftar topping mulai dari telor dadar, kornet, keju, daging kambing, daging ayam, daging sapi, baso, udang, kerang, sosis, ati-ampela, dll. yang bisa dipilih salahsatu, atau tumplek semua sekaligus! "Nasi Gila" Jakarta? Kalah insane...
  10. Nasi Goreng Kumis Helm, Jl. Dipatiukur antara UNPAD - Sekeloa. Nasgornya cross antara ala Jawa Timuran dan ala Chinese. Murmer porsi banyak, tapi si pak kumisnya suka rada sewot dan metode order kacau.
  11. Nasi Goreng Cak Jali, Jl. Cikapayang belakang Gereja. Ada nasgor "mawut" yang merupakan percampuran antara nasi dan mie goreng. Nasgor standarnya warnanya merah, believe it or not. Gayanya padahal Jawa Timuran, tapi karena Cak Jalinya pernah lama kerja di restoran Chinese Food, jadi cara masaknya gak full Jatim-an. Kadar vetsin makanan-makanannya luar biasa, tapi Fuyunghaynya gak bisa dilupakan...
  12. "Pisang Nanas" dengan taburan gula tepungnya (malam), awalnya mangkal didepan Diponegoro (sekarang Islamic Centre), lalu pindah ke daerah Citarum deket SPBU.
  13. Road Cafe (malam -- gak tau masih ada atau nggak), spesialis steak dan Italian food dengan harga mahasiswa. Terakhir ketauan masih ada dan mangkal deket Rumah Nenek, Citarum juga.
  14. Soto Betawi Citarum (siang), bisa dibandingin rasanya sama soto betawi di Jakarta itself! Terakhir dagang didepan masjid Istiqomah, sisi dekat MQ Cafe.
  15. Jagung Bakar Lima Rasa Dago! (malem only) Entah kenapa makanan murmer dan gampang ini gak pernah sampe ke Jakarta, mungkin karena gak enak makan Jagung Bakar di Jakarta? Think again... Jagung Bangkok yang manis dibakar dengan lima pilihan rasa; manis, asin, asem, pedes, dan keju, atau campur semuanya sekaligus... masa sih gak akan laku di Jakarta? Di daerah Dago sendiri, gerai yang menjual makanan jenis ini tersebar mulai Pasar Simpang hingga ke perempatan Jl. Dago - Merdeka. Tiap gerai memiliki saus racikan masing-masing. Yang gw rasa paling top, adalah yang mangkal didepan kantornya Melsa Net. Pisang Bakar Keju ditempat ini juga termasuk dahsyat walaupun hyper-calorie; Potongan pisang bakar disiram susu kental manis hingga meleleh-leleh, lalu ditaburi meses coklat, kacang tanah tumbuk, dan keju yang menggunung. Siap-siap eneq tapi nikmat.
  16. Seafood Moro Seneng, buka malem. Dulunya di Jl. Sulanjana, tapi terakhir gw liat pindah mangkal ke Jl. Tamansari deket kompleks pertokoan gusuran Balubur. Aneka ragam seafood dengan aneka bumbu, harga murah porsi murah hati, biasanya pesanan dilakukan lewat si ibu untuk lantas dimasak oleh si bapak yang selalu kelihatan bete (tapi orangnya baek koq).
  17. Ayam Goreng Balubur (dulu), trotoar BAAK ITB, depan toko-toko Pasar Balubur, buka malam hari. Yang meladeni adalah sepasang manula Tionghoa! Istimewanya dari gerai ini, adalah nasi putihnya gratis!

Segitu dulu kayaknya, jadi laper nih...


srisariningdiyah wrote on Nov 20, '05
Bay, tempat makan daerah mana yang elu gak tau si???
kangbayu wrote on Nov 20, '05
Bay, tempat makan daerah mana yang elu gak tau si???
Hmm... Surga kali? lon pernah kesono =D hihihihi
tianarief wrote on Nov 20, '05
ada yang kurang: sate padang cikapundung. :D
kangbayu wrote on Nov 23, '05
ada yang kurang: sate padang cikapundung. :D
Yang belah mana mas? Saya kalo ke Cikapundung mah jarang maen... soalnya dulu ngetop suka gak etis pasang harga =|

Kalo Sate Padang langganan si bokap sih yang di Jl. Gatsu, pas sebelah rel KA deket BSM...
tianarief wrote on Nov 23, '05
Yang belah mana mas? Saya kalo ke Cikapundung mah jarang maen... soalnya dulu ngetop suka gak etis pasang harga =|

Kalo Sate Padang langganan si bokap sih yang di Jl. Gatsu, pas sebelah rel KA deket BSM...
dulu sih di sebelah pln. ada sate padang yang rasanya --menurutku-- sih enak. jadi, kalau ada "perayaan", misalnya dapet honor tulisan, biasanya nyari makanan di sana. :D
kangbayu wrote on Nov 23, '05
dulu sih di sebelah pln. ada sate padang yang rasanya --menurutku-- sih enak. jadi, kalau ada "perayaan", misalnya dapet honor tulisan, biasanya nyari makanan di sana. :D
Hehehehe.... honor tulisan ya mas? =D Btw, katanya di Cikapundung itu ada juga Sop Kambing yang enak?
tianarief wrote on Nov 23, '05
katanya di Cikapundung itu ada juga Sop Kambing yang enak?
waduh, kalo sekarang taluk deh. lama gak ke bandung. kalo makanan enak seputaran citayam sih ok. :P
kangbayu wrote on Nov 23, '05
kalo makanan enak seputaran citayam sih ok. :P
Boleh tuuuh dimuat... =)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help