Terinspirasi dari tulisannya Iswanti
soal kenapa koq "Minal 'A'idiin Wal Faaiziin" banyak yang nyangka
artinya adalah "Mohon maap lahir dan batin", padahal artinya bukan
begitu. Mungkin masalahnya adalah karena banyak dari kita yang masih
awam dan kurang mengerti, jadi lebih bertindak karena mengira-ngira,
bukan dengan pengetahuan. Padahal banyak ucapan salam dalam Islam yang
sekaligus adalah do'a, dan do'a akan lebih baik jika diucapkan dengan
ketetapan hati, sehingga jadinya kita "berdo'a" bukan sekedar "membaca
do'a".
Berikut ini beberapa istilah yang lazim dipakai oleh ummat Islam,
beserta dasar kata, dan terjemahannya. Mohon koreksi dan tambahan.
UCAPAN SALAM
Dipakai kala saling bertemu, atau dalam kesempatan khusus.
"Assalamualaikum" >> [salam + alaika] >> [salam =
selamat, alaika =
bagi anda] >> "Keselamatan bagi anda". (
Umum)
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" >> [salam + alaika +
rahmat + Allah + barokah] >> "Keselamatan, rahmat serta berkah
Allah bagi anda". (
Umum)
"Taqobalallohu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum" >> [Taqobalallohu + Minna + Shiyam (shaum -- "puasa") + (a)na (
saya) + (a)kum (
anda)] >> "Semoga Allah
menerima segala amal kami dan amal kalian, shaum kami dan shaum kalian". (
Menjelang Hari Idul Fitri)
Yang masih membingungkan:
"Minal 'aidin wal faizin" >> [minal + 'aidin ('id) + fauz] >> [
dari + (
pelaku Id) +
keberuntungan] >> "Semoga mendapat keberuntungan pada saat Id?". (
Menjelang Hari Idul Fitri)
"Minal 'aidin wal faizin" >> [minal + 'aidin + faizin] >> [
dari +
orang2 yang kembali +
orang-orang yang menang] >> "Kembali kepada kemenangan?". (
Menjelang Hari Idul Fitri)
UCAPAN JANJI
"InsyaAlloh",
"InshaAlloh" >> "Jika Alloh berkenan", "Jika Alloh mengijinkan".
UCAPAN TERIMAKASIH
"Alhamdulillah" >> "Segala Puji Bagi Allah".
"Alhamdulillahirabbilalamin" >> [alhamdulillah + rabb(
Tuhan) + (al) alamin] >> "Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Segenap Alam".
"Jazakumullahu Khairan Katsiran" >> "Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan yang banyak".
(to be continued...

)
Gambar diambil dari http://www.zawaj.com/siddiqua/2002/6-1-2002.html