Akhirnya... sempet juga mampir ke "penggagas" dari musholla-musholla
elite di pusat perbelanjaan, Musholla Plaza Senayan, Jakarta.
Bisa dibilang disinilah awalnya terdapat musholla dalam kompleks pusat
perbelanjaan, yang tak sekedar asal dibangun namun memberikan juga
nilai lebih dalam hal fasilitas dan kenyamanan. Karena kenyamanan
identik dengan peningkatan kekhusyukan, berarti ini adalah suatu hal
yang baik.
Walaupun terletak di area gedung parkir, namun musholla ini jauh dari
kesan kumuh ataupun terlantar. Setelah anda keluar dari pintu kearah
gedung parkir di lantai 1 (lantai setelah lantai dasar), papan nama
musholla telah terlihat jelas. Naik setengah tingkat maka anda akan
mendapatkan dua buah ruangan musholla berseberangan, terpisah antara
pria dan wanita. Setelah melewati ruangan kecil untuk melepas alas kaki
(dan penyimpanan alas kaki bagi mereka yang enggan menitipkan barang),
maka terdapatlah tempat penyimpanan alas kaki dan barang bawaan, serta
pintu masuk ruangan wudhu. Pada ruangan wudhu dengan kapasitas lima
orang ini, terdapat pula satu bidet dan dua toilet untuk mereka yang
perlu buang air. Fasilitas wudhu dibangun dengan baik, keran yang cukup
panjang, tutup saluran air yang nyaman untuk diinjak, serta disain yang
juga baik. Diujung dari ruang wudhu ini terdapat pintu masuk ruangan
musholla.
Ruangan musholla yang memanjang ini bisa menampung cukup banyak
pengunjung, lebih dari limapuluh orang. Terdapat satu jendela cukup
lebar untuk membantu penerangan sekaligus mengurangi kesan ruang
tertutup, dan dibawahnya terdapat lemari built-in untuk mewadahi
buku-buku Al-Qur'an serta (mungkin) perangkat sholat lainnya. Lantainya
terbuat dari marmer dengan pola geometris abstrak, sedangkan panduan
arah kiblat didapat dengan mengikuti arah karpet dan sajadah yang telah
terhampar dalam ruangan. Jumlah karpet untuk sholatpun cukup banyak,
dengan ketebalan yang cukup sehingga membantu kenyamanan dalam sholat.
Penghawaan dibantu dengan AC sentral (bersatu dengan gedung), diset
cukup dingin dan menyejukkan. Disamping dari pintu kearah ruang wudhu,
terdapat juga pintu kearah selasar yang tersambung langsung dengan
ruang penyimpanan alas kaki.
Di dinding samping selasar, terdapat permukaan panjang yang berfungsi
sebagai meja, dengan cermin-cermin tinggi dan lebar. Bisa ditebak
dengan mudah, seasar ini berfungsi juga sebagai ruangan untuk merapikan
diri sehabis sholat. Jika anda pikir sekarang hal ini adalah biasa,
bayangkan bahwa mereka
sudah memikirkan mengenai hal ini ketika membangun fasilitas pada awal
tahun 2000an.
Secara keseluruhan faktor kebersihan juga terjaga baik, tidak terdapat
bau-bauan yang mengganggu, baik itu di daerah musholla, maupun di
daerah lainnya termasuk toilet.
Kebersihan: A
Kerapian: A
Luas: B++
Kenyamanan: A
Keamanan: A
Ruang Tunggu: B (kapasitas hanya 4-6 orang)
Look & Feel: A-
On overall:




(sebenarnya 3.75, tapi karena ada faktor "pioneer" jadi dibulatkan keatas)