Posted by Bayu on Aug 23, '06 11:30 AM for everyone
Sebenernya pertanyaan ini muncul sudah sejak jaman gw kuliah dulu, which is about... hmm... 13 taun lampau? Sayangnya karena lupa, dan kurangnya resources yang bisa diakses dengan mudah dan cepat, maka pertanyaan ini dibiarkan tak terjawabkan untuk waktu sekian lamanya.

"Benarkah dalam menghadiri pemakaman, kita harus mengenakan pakaian hitam?"

Sempat ada informasi dari bokap kalau kebiasaan memakai pakaian hitam untuk berkabung, adalah kebiasaan agama Yahudi. Hmm... gawat kalo betul... karena bisa-bisa kasusnya jadi dosa: ngikut-ngikut kebiasaan dan ibadah agama lain.

Sejak saat itu, berdasarkan kepercayaan pada bokap, gw pun mulai menghadiri acara-acara berkabung dengan memakai pakaian putih... Bukankah putih itu warna yang baik dan melambangkan kesucian? Dan bukankah upacara pemakaman adalah suatu prosesi yang suci, regardless bagaimana sebab atau implikasi dari kematian tersebut?

Namun karena sebaiknya kita mengerti suatu permasalahan hingga ke akarnya, apalagi kalau kita punya kemampuan membaca, plus akses ke sumber bacaan, maka perlu dilakukan penggalian fakta... tapi ya itu dia, kelupaan melulu.

Alhamdulillah, secara kebetulan salahseorang rekan online tiba-tiba memuat mengenai kunjungan berkabung, dan pertanyaan ini pun kembali terkuak! Dan dengan adanya Google, dan semakin luasnya dunia maya internet, ternyata pencarian jawaban kini tidaklah serumit dimasa lampau... so here we go!

Dari manakah asalnya kebiasaan mengenakan pakaian hitam saat berkabung?

Menurut Wikipedia, kebiasaan mengenakan pakaian hitam saat berkabung, bisa ditelusuri asalnya hingga ke masa kekaisaran Romawi. Sedangkan menurut The Widow's Rumble dari berbagai sumber, kebiasaan mengenakan pakaian hitam saat berkabung bermula dimasa ratusan tahun silam saat masyarakat masih percaya bahwa dengan memakai pakaian hitam saat berkabung akan menyamarkan mereka dari pandangan Kematian, dan menghindarkan mereka dari menjadi target berikutnya.

Sedangkan menurut ajaran Yahudi dalam berkabung (Shivah), pemakaian pakaian hitam tidaklah diharuskan. Namun anjuran ini terdapat secara tersirat dalam kitab mereka, Talmud. Menurut sumber yang sama, aturan pemakaian warna hitam juga tidak terdapat dalam Injil (cmiiw).

Masyarakat Eropa abad pertengahan pun lebih memilih warna putih untuk pakaian berkabung, seperti yang dipraktikkan di Spanyol hingga akhir abad ke-16.

Jika kita perhatikan (misalnya dari film-film kungfu), masyarakat China dan negara-negara Asia lainnya pun cenderung memilih warna putih sebagai warna berkabung.

Sedangkan dalam Islam, ternyata tidak ada aturan mengenai warna dari pakaian yang harus dipakai pelayat atau anggota keluarga pada saat berkabung. Yang ada, adalah anjuran untuk mengucap "innalillahi wa inna illaihi raji'un" ("Truly to Allah we belong and truly to Him we shall return"), saat kita sedang ditimpa atau mengetahui adanya kemalangan / kesedihan / bencana / kematian. Perkara warna pakaian, tidak ditentukan secara khusus.

Dengan demikian, mempertimbangkan data-data tersebut, maka bagi seorang muslim, pemilihan pemakaian warna hitam pada saat berkabung justru berpotensi sebagai bid'ah, jika sekedar berdasar pada ikut-ikutan terhadap kebudayaan atau kebiasaan yang tidak Islami.(bay)

foto dari: http://www.twinrosesdesigns.com


67 CommentsChronological   Reverse   Threaded
myshant wrote on Aug 23, '06
kang, waktu bos besarku yg chinese itu meninggal, semua karyawan yg melayat dikasih woro2 untuk pake' baju putih, malah saltum kalau pake' baju hitam :p
sementara ini aku kalau melayat pake' baju apa aja, kalaupun pake' warna hitam lebih karena menyamarkan bentuk tubuh biar terlihat langsing ...hehehe
reipras94 wrote on Aug 23, '06
makasih infonya mas...... memang kita harus hati2 pada sesuatu yg berkesan "sudah lumrah" jangan sampe kita ikut2an yg ternyata bersumber bukan dari islam.....
udaidur wrote on Aug 23, '06
tenkyu bos...menarik neh bahasannya : )
menhariq wrote on Aug 23, '06
next time pake baju kuning ke pemakaman kali ya.. biar ngejreng.. ^_^

upss... ini topik serius ya?
mandey wrote on Aug 23, '06
kalo gue sih gak pernah ke pemakaman pake hitam..tapi juga mengusahakan gak pake warna gonjreng..
menhariq wrote on Aug 23, '06
mandey said
tapi juga mengusahakan gak pake warna gonjreng..
nada datar tanpa ekspresi... huhu.. serius banget sih.. atut...
mandey wrote on Aug 23, '06
kl serius Ric...gue gak bakal pake istilah gonjreng...hehehehe..
sersan....hihihi.......apa kabar dirimuuuuuh ?
tianarief wrote on Aug 23, '06
yang "mewajibkan" warna hitam dalam berkabung itu sinetron (liat ada tayangan adegan pemakaman), meski si tokoh yg dimakamkan -ceritanya- beragama Islam. *satu lagi pembid'ahan lewat sinetron*

padahal, orang Islam, baik ke penguburan maupun pengajian, sama saja, tak ada warna baju khusus.
iyasnih wrote on Aug 23, '06
kalo gue sih ikut mood aja, :D
funkybuddha wrote on Aug 23, '06
Kalau gua pake baju yang sedang dipakai... soalnya kalau Islam mayat harus dikubur secepatnya... jadi jeans dan t-shirt pun jadi kalau memang itu yang sedang dipakai...

Aku pakai hitam kalau lagi ngga mau kelihatan gemuk... =p

Aku belakangan ini hari Jumat pakai hitam terus...

Hehehe... =)
b3ll3 wrote on Aug 23, '06
iya.., aku pake baju warna putih kalo ke pemakaman atau ngelayat karena baju putihku semua bahannya enak-adem. dan biasanya kalo acara2 kaya gitu suka lembab dan panas kan udaranya.
tapi pernah dadakan ke acara berkabung, aku pake baju sehari2ku which is very colorful :p
lagian aku nggak suka warna item, kayanya sendu banget, heheh...
ciput wrote on Aug 23, '06
Pengikut Syiah (termasuk Hezbollah di Lebanon) malah berbaju hitam all the time Bay, katanya sih berkabung atas kematian Imam Hussin bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah). Ritual ini ditambah dengan tangisan menderu-deru bila berziarah di makam Rasul dan para sahabat dan makam Hussin di Madinah, dan tak lupa selalu membawa segenggam tanah Karbala (lokasi terbunuhnya Hussein) dan ditaruh di atas sajadah kala shalat. So, bukan cuma Yahudi yang punya adat/tradisi beginian khan.
dinahumairo wrote on Aug 23, '06
"innalillahi wa inna illaihi raji'un" ("Truly to Allah we belong and truly to Him we shall return"),
mas, sorry, tapi kalimat terjemahan bhs. inggrisnya tampaknya tidak sesuai.. agama kita kan tdk pernah menyebut Allah SWT sbg Him !?!?! mungkin diagama lain boleh.
thx 4 the info..
kangbayu wrote on Aug 23, '06
Kalau gua pake baju yang sedang dipakai... soalnya kalau Islam mayat harus dikubur secepatnya... jadi jeans dan t-shirt pun jadi kalau memang itu yang sedang dipakai...

Aku pakai hitam kalau lagi ngga mau kelihatan gemuk... =p

Aku belakangan ini hari Jumat pakai hitam terus...

Hehehe... =)
karena jadwal ke dojo nya dipindah ke Jum'at? =D
kangbayu wrote on Aug 23, '06
ciput said
Pengikut Syiah (termasuk Hezbollah di Lebanon) malah berbaju hitam all the time Bay, katanya sih berkabung atas kematian Imam Hussin bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah). Ritual ini ditambah dengan tangisan menderu-deru bila berziarah di makam Rasul dan para sahabat dan makam Hussin di Madinah, dan tak lupa selalu membawa segenggam tanah Karbala (lokasi terbunuhnya Hussein) dan ditaruh di atas sajadah kala shalat. So, bukan cuma Yahudi yang punya adat/tradisi beginian khan.
Bukan cuma di Indonesia, Islam nya mengalami akulturasi atau 'modifikasi' mas... Kalau dihadapkan dengan hadist, maka nangis menderu-deru, mengikuti tradisi jahiliyah, dan mencontoh ritual agama lain juga termasuk yang dilarang oleh Rasulullah SAW. Kenapa Syi'ah malah berlaku demikian? Ada yang bisa bantu?
kangbayu wrote on Aug 23, '06
mas, sorry, tapi kalimat terjemahan bhs. inggrisnya tampaknya tidak sesuai.. agama kita kan tdk pernah menyebut Allah SWT sbg Him !?!?! mungkin diagama lain boleh.
thx 4 the info..
Dina, kalau dari sekian banyak artikel (in English) yang saya pernah temui, rata-rata memperbolehkan pemakaian "Him" karena keterbatasan bahasa, bukan karena merujuk bahwa Alloh itu memiliki gender, atau setara dengan manusia.

Bahasa Indonesia sih masih beruntung, punya kata "Nya", "ia", dan lain2 yang bersifat netral secara gender, jadi masalah seperti ini gak muncul. Sedangkan mereka, gak punya kata ganti pihak ketiga yang netral seperti itu.

Atau ada pendapat lain? =)
agungks wrote on Aug 23, '06
selama ini saya menganggap memakai baju hitam saat melayat itu setara dengan memberikan bunga mawar untuk menyatakan cinta, dengan kata lain sebagai adat istiadat yang sdh biasa dalam masyarakat. Tapi ternyata menyimpan potensi bid'ah :)

Thank's utk infonya.
funkybuddha wrote on Aug 23, '06
Atau ada pendapat lain? =)
Kalau dalam Al-Qur'an memang deskripsinya maskulin siy...

Memang bahasa Indonesia ternyata ada advantage-nya juga... bisa genderless...

Kalau mau translasi yang bagus bisa dilihat di situs berikut http://quranonline.net/...

Below is the Shahih International Noble Quran translation:

2:156 Who, when disaster strikes them, say, "Indeed we belong to Allah, and indeed to Him we will return."
ciput wrote on Aug 23, '06
Di Indonesia sendiri warna bendera berkabung lain, ada yang hitam, ada yang kuning (Jakarta utamanya), bahkan ada yg putih. Jadi ini soal representasi budaya lokal dalam penerapan ibadah agama aja kayaknya (cmiiw).
funkybuddha wrote on Aug 23, '06, edited on Aug 23, '06
Personally... I usually just say, "Everything will eventually return to whence they came."
agungks wrote on Aug 23, '06
ciput said
Jadi ini soal representasi budaya lokal dalam penerapan ibadah agama aja kayaknya (cmiiw).
saya kira kalo sekedar representasi budaya lokal, memakai baju hitam gak masalah. cuman akan menjadi problem jika memakai baju hitam itu sebagai suatu kemutlakan seolah-olah itu adalah bagian dari ajaran agama.
menhariq wrote on Aug 23, '06
mandey said
apa kabar dirimuuuuuh ?
baik ndaa.... kabar disana juga oke aja kan?

*sorry bay numpang oot* :D
kangbayu wrote on Aug 23, '06
ciput said
Di Indonesia sendiri warna bendera berkabung lain, ada yang hitam, ada yang kuning (Jakarta utamanya), bahkan ada yg putih. Jadi ini soal representasi budaya lokal dalam penerapan ibadah agama aja kayaknya (cmiiw).
nah ini juga aku orang ngertos mas, bendera kuning perlambang ada kematian itu asal muasalnya dari mana sih? kayaknya banyak orang juga jadinya sekedar ikut2an tuh.
funkybuddha wrote on Aug 23, '06
bendera kuning
Kalau ngga salah ini pun regional aku denger...

Kalau di Jawa Tengah (Jogja/Solo) katanya bendera merah...
kangbayu wrote on Aug 23, '06
agungks said
cuman akan menjadi problem jika memakai baju hitam itu sebagai suatu kemutlakan seolah-olah itu adalah bagian dari ajaran agama.
iya, soalnya kalo dalam Islam, niatan juga diperhatikan... makanya di akhir paragraf juga, aku nulisnya tetep open ended =)
kangbayu wrote on Aug 23, '06
*sorry bay numpang
penumpang yang baik bayar ongkos sesuai karcis...
agungks wrote on Aug 23, '06
Kalau di Jawa Tengah (Jogja/Solo) katanya bendera merah...
kalo di jogja, putih *gw orang jogja,loh...*
tianarief wrote on Aug 23, '06
perlambang
namanya juga perlambang bay, sekadar tanda, biar orang ngeh. aku baru lihat bendera kuning ini di jakarta. di bandung gak pernah liat deh. :D
funkybuddha wrote on Aug 24, '06
agungks said
kalo di jogja, putih *gw orang jogja,loh...*
OK... kalau begitu begitu gua salah...

Di mana kalau begitu yang merah ya?... Bandung?
kangbayu wrote on Aug 24, '06
namanya juga perlambang bay, sekadar tanda, biar orang ngeh. aku baru lihat bendera kuning ini di jakarta. di bandung gak pernah liat deh. :D
Kalo di Bandung, seingetku pakenya putih... pernah dikasi tau temen juga bendera kuning itu untuk kalo ada yang sakit parah... tapi sekarang jadi ragu... =|
mrnoxious wrote on Aug 24, '06
Pembahasan yang bagus sekali mas ! kadang masyarakat kita memang masih suka salah kaprah ttg hal ini...Thanks
funkybuddha wrote on Aug 24, '06
Kalo di Bandung, seingetku pakenya putih
Aku salah lagi niy...

Kalau begitu... di mana ya yg merah...?
dinahumairo wrote on Aug 24, '06
hm..gimana kalau kita balikin ke dasarnya.. setau aku (sori kalo salah) apapun yang dipakai dalam islam dasarnya adalah "niatnya" jadi selama kita niat menggunakan baju yang bersih untuk menghadiri pemakaman manusia lain, niat karena memenuhi ajaran agama islam.. atas nama Allah SWT, ya ga ada masalah kita mau pake baju warna apa ataupun pasang bendera warna apa.. karena benar salah kan cuma Allah SWT yang bisa kasih penilaian.. manusia tau apa sih?!?!?!
hehehe..mohon maaf kalo salah!
b3ll3 wrote on Aug 24, '06
oia, aku juga pernah denger kalo di arab cewek ngga diharuskan, diwajibkan ke pemakaman. karena katanya takut nggak bisa nahan emosi trus nangis trus rame trus ribut trus prosesi pemakaman jadi terganggu.
gitu yang kudenger..
funkybuddha wrote on Aug 24, '06
Kalau dalam Al-Qur'an memang deskripsinya maskulin siy...
Kalau dalam bahasa Jepang juga maskulin:

2:156 災難に遭うと,「本当にわたしたちは,アッラーのもの。かれの御許にわたしたちは帰ります。」と言う者,
kangbayu wrote on Aug 24, '06
hm..gimana kalau kita balikin ke dasarnya.. setau aku (sori kalo salah) apapun yang dipakai dalam islam dasarnya adalah "niatnya" jadi selama kita niat menggunakan baju yang bersih untuk menghadiri pemakaman manusia lain, niat karena memenuhi ajaran agama islam.. atas nama Allah SWT, ya ga ada masalah kita mau pake baju warna apa ataupun pasang bendera warna apa.. karena benar salah kan cuma Allah SWT yang bisa kasih penilaian.. manusia tau apa sih?!?!?!
hehehe..mohon maaf kalo salah!
betul banget din, tergantung niatan... tapi (plus) kita perlu aware juga jangan-jangan kita secara gak sengaja ngelakuin sesuatu yang ternyata terlarang... jadi gak semata-mata menyerahkan semuanya pada Alloh untuk ngasi penilaian, soalnya manusia emang dikasi Alloh kemampuan untuk melakukan research kan? apalagi sumber2 hukum dalam Islam udah cukup jelas dan insyaalloh selalu terjaga keasliannya

soal bendera sih sebenernya OOT, untuk pencarian berikutnya perhaps... =)
azmeel wrote on Aug 24, '06
tengkyu infonya mas. bukan hal yg penting pake baju wrna apa, tp.. sebenernya kita udah tau ga sih apa yg msti dilakukan pd si jenazah (memandikan, mengkafani & mensholati).

klo nurutku seh gitu kang
fabee wrote on Aug 24, '06
yang "mewajibkan" warna hitam dalam berkabung itu sinetron (liat ada tayangan adegan pemakaman)
hahahaha ... bener juga ya !

malahan kalo di sinetron, hitam nya sering kali absolute ...

dari atas sampai bawah, hitam total !
fabee wrote on Aug 24, '06
Selama ini sih aku gak selalu pake warna hitam.
Kadang biru tua. Atau abu-abu ...
Pokoknya bukan yang 'hore'.
Alasannya, aku cuman gak mau menyinggung pihak yang berduka.
Jangan sampe mereka mikir "Orang lagi berkabung, kok ya ceria sendiri ?".

By the way, aku jadi inget waktu oma ku meninggal.
Salah satu pelayat datang dengan baju ungu.
And it made my smile.Ungu is my fave color !
zbethz wrote on Aug 24, '06
iyasnih said
kalo gue sih ikut mood aja, :D
Setuju..yang penting sih niatnya...
Aku sendiri gak suka warna item tapi kalo sedih kadang tiba-tiba jadi suka warna item hehe...
dhunkdhe wrote on Aug 24, '06
fabee said
Ungu is my fave color !
sama donk sama Mbah..
wikan wrote on Aug 24, '06
next time pake baju kuning ke pemakaman kali ya.. biar ngejreng.. ^_^

upss... ini topik serius ya?
ntar dikira golkar :)
wikan wrote on Aug 24, '06
Kalau ngga salah ini pun regional aku denger...

Kalau di Jawa Tengah (Jogja/Solo) katanya bendera merah...
iya, tergantung partai yang berkuasa :)
kangbayu wrote on Aug 24, '06
azmeel said
tengkyu infonya mas. bukan hal yg penting pake baju wrna apa, tp.. sebenernya kita udah tau ga sih apa yg msti dilakukan pd si jenazah (memandikan, mengkafani & mensholati).

klo nurutku seh gitu kang
Buatku penting Azmil, justru karena dianggap kecil dan diremehkan, padahal menyimpan potensi bahaya yang besar =) bukankah pelemahan iman itu dilakukan sedikit2, dan lewat jalan2 kecil?

Tapi bukan juga menganggap 'what to wear' sebagai hal yang utama dalam hal berkabung lhoo... cuman setauku, perkara-perkara yang 'besar' dan umum seperti itu, sudah banyak diulas, dan dalam cakupan media yang lebih luas... =)
togie wrote on Aug 24, '06
kata guru seni rupa daku pas SMP, kl ke tempat orang meninggal baiknya memang memakai pakaian yg berwarna kalem. Karena ditempat tersebut suasananya sendu dan sedih. Sedangkan warna paling kalem dan paling pas untuk digunakan adalah warna hitam.

Kenapa harus seperti itu...?

Daku g tau, yang jelas sewaktu tetangga daku meninggal dan daku ikut sedih, ada beberapa orang yg memakai pakaian ngejreng. Dan saat itu kalau melihat mereka, bawaannya jd pgn emosi, mangkel.
kangbayu wrote on Aug 24, '06
zbethz said
Setuju..yang penting sih niatnya...
Aku sendiri gak suka warna item tapi kalo sedih kadang tiba-tiba jadi suka warna item hehe...
kalo personal preference sih beth, aku justru suka pake item, apalagi sekarang saat perut makin buncit...
hatibunga wrote on Aug 24, '06
bisa-bisa kasusnya jadi dosa: ngikut-ngikut kebiasaan dan ibadah agama lain.
gue yakin orang2 memakainya bukan masalah kata2 diatas,
cuma masalah kesopanan aja, nggak lebih.
ya gak :)
lobangneraka wrote on Aug 24, '06
gue yakin orang2 memakainya bukan masalah kata2 diatas,
tapi kalo yang dipake kaos grup-grup metal gimana? kan warnanya item juga? :)
hatibunga wrote on Aug 24, '06
aduh-aduh kasusnya jadi bertingkat gini :D

pokoknya intinya seperti yang pernah gue tulis di blog sapa gitu lupa:
"apakah kalo gue sholat menghadap poster david bowie, berarti gue menyembah bowie?" :P
anomk wrote on Aug 24, '06
pake seragam SD, SMP, SMA, sampe baju ke kantor pun jadi bid'ah..
susah jadi orang islam..
imansoe wrote on Aug 24, '06
dulu waktu almarhum mbah kakungku meninggal, bapak ibuku berpakaian biasa aja.. yg bersih dan rapi. tapi malah diprotes ma sodara2nya.. karena yg laennya pada pake pakaian yg item2.. (di jogja) ga ditanggipin sih.. cuek aja
sementara ditempat asalku (dumai) berpakaian hitam2 identik sekali dengan berkabungnya umat nasrani.. sementara umat islam justru berpakaian biasa aja.. kebanyakan berpakaian koko dan berkopiah utk yg cowo.. benderanya pun berbeda.. jd dengan liat benderanya aja bs ketauan agamanya yg sedang berkabung..
kangbayu wrote on Aug 24, '06
anomk said
pake seragam SD, SMP, SMA, sampe baju ke kantor pun jadi bid'ah..
susah jadi orang islam..
maksud?
kangbayu wrote on Aug 24, '06
imansoe said
sementara ditempat asalku (dumai) berpakaian hitam2 identik sekali dengan berkabungnya umat nasrani.. sementara umat islam justru berpakaian biasa aja.. kebanyakan berpakaian koko dan berkopiah utk yg cowo.. benderanya pun berbeda.. jd dengan liat benderanya aja bs ketauan agamanya yg sedang berkabung..
yang mana emang busana muslim standar melayu kan? lha kain kafan si jenazah juga warnanya gak item kan? =)
kangbayu wrote on Aug 24, '06
gue yakin orang2 memakainya bukan masalah kata2 diatas,
cuma masalah kesopanan aja, nggak lebih.
ya gak :)
makanya aku tambahin 'jika sekedar berdasar pada ikut-ikutan terhadap kebudayaan atau kebiasaan yang tidak Islami'

dan kalau pemakaman termasuk suatu ritual yang kental nilai agamanya, bukankah kita seharusnya lebih berhati-hati...?

mungkin kasusnya mirip dengan kebiasaan yang namanya "tahlilan" pada malam ke-x, malam ke-x dan malam ke-x... kita bakalan ngikutin semata-mata karena takut menyinggung si tuan rumah, atau bakalan menghindari sama sekali karena kebiasaan ini gak ada contohnya dalam Islam? =)
hatibunga wrote on Aug 24, '06
imansoe said
dulu waktu almarhum mbah kakungku meninggal, bapak ibuku berpakaian biasa aja.. yg bersih dan rapi. tapi malah diprotes ma sodara2nya.. karena yg laennya pada pake pakaian yg item2.. (di jogja) ga ditanggipin sih.. cuek aja
sementara ditempat asalku (dumai) berpakaian hitam2 identik sekali dengan berkabungnya umat nasrani.. sementara umat islam justru berpakaian biasa aja.. kebanyakan berpakaian koko dan berkopiah utk yg cowo.. benderanya pun berbeda.. jd dengan liat benderanya aja bs ketauan agamanya yg sedang berkabung..
hehehe maap ya, tapi gue agak gerah kalo masalah gini jadi ada benderanya.
pakai yang sopan aja deh intinya. peace, damai di bumi :)))

sori ya agak keluar konteks... gue jadi inget jaman dulu temen gue suka nelpon ke rumah dan selalu mengawali dengan "assalamualaikum" dengan amat manisnya. sampai2 bokap gue terharu dan menanyakan siapakah gerangan lelaki itu. padahal andai beliau tau, lelaki ini adalah seorang pemabuk berandalan, pemutau berat dan terakhir yang gue denger masuk penjara :(, pokoknya yang pasti nggak mungkin dibilang sholeh deh.
tapi kembali lagi.... yang dia lakukan tak lain adalah masalah kesopanan :)
funkybuddha wrote on Aug 24, '06
wikan said
iya, tergantung partai yang berkuasa :)
Huahahahaha...

Yah agak cerah2 dikit di masa kelam
hatibunga wrote on Aug 24, '06
makanya aku tambahin 'jika sekedar berdasar pada ikut-ikutan terhadap kebudayaan atau kebiasaan yang tidak Islami'

dan kalau pemakaman termasuk suatu ritual yang kental nilai agamanya, bukankah kita seharusnya lebih berhati-hati...?

mungkin kasusnya mirip dengan kebiasaan yang namanya "tahlilan" pada malam ke-x, malam ke-x dan malam ke-x... kita bakalan ngikutin semata-mata karena takut menyinggung si tuan rumah, atau bakalan menghindari sama sekali karena kebiasaan ini gak ada contohnya dalam Islam? =)
ya ya benar! kita harus berhati-hati sekaligus juga tidak boleh menyinggung siapapun :)
delkery wrote on Aug 24, '06
yg penting bersih aja.. soal warna gak ngaruh tuh..
kangbayu wrote on Aug 24, '06
delkery said
yg penting bersih aja.. soal warna gak ngaruh tuh..
betul, soal warna sebenernya gak ada ketentuan khusus. tapi... selain 'bersih' plus 'layak' juga yah =)

kangbayu wrote on Aug 24, '06
hehehe maap ya, tapi gue agak gerah kalo masalah gini jadi ada benderanya.
pakai yang sopan aja deh intinya. peace, damai di bumi :)))
Hehe... tiada maksud bikin gerah... tapi makanya di judulnya aja aku dah make embel-embel "isyu dalam Islam" ci, supaya dasar dan lingkup pembahasannya lebih terfokus... bukan berdasar tata krama, kesopanan, atau hal terkait sosial lainnya, tapi terhadap dasar-dasar hukum Islam... terhadap suatu fenomena bahwa masih banyak muslim Indonesia yang menganggap memakai hitam ke acara berkabung adalah suatu kewajiban. Dengan begitu pencarian gw pun terarah ke penggalian sejarah, plus di counter dengan dasar-dasar Islami mengenai aturan-aturan terkait hal ini.

Bukan, bukan karena kesopanan atau sudut pandang lainnya itu gak penting, tapi sekedar supaya pembahasannya bisa diberi koridor... =)

In the end, gimana kita bersikap adalah sepenuhnya hak asasi individual... mo milih make dasar agama-is? dasar kebersamaan? dasar kerukunan? up to us... tulisan ini sih cuma berusaha mengupas validitasnya dari salahsatu sudut pandang aja

salam damai juga ah ;-)
hatibunga wrote on Aug 24, '06
ya benar :)
btw gue malah baru denger kalo baju hitam itu dibilang kewajiban haha
drake4life wrote on Aug 24, '06
I just wear black all the time..Black is fun :) - Sorry bay, pembahasan agama kelas berat..
shopgirl wrote on Aug 24, '06
kata gue sebenernya pemikiran seperti inilah ketakutan duniawi kita bay, kalo masalah apa yang dipakai orang yang mungkin karena terpengaruh kebiasaan sekelilingnya, itu ga apa.yang penting hati orang ketika memakainya dan tujuan ia datang ke pemakaman tersebut, masa udah 'layak' dan 'bersih' tapi hatinya ngomong 'rasain lu......'
buat gue mah nu penting hatina ........
anomk wrote on Aug 24, '06
maksud?
"pakaian hitam untuk berkabung, adalah kebiasaan agama Yahudi. Hmm... gawat kalo betul... karena bisa-bisa kasusnya jadi dosa: ngikut-ngikut kebiasaan dan ibadah agama lain."
kleinebeer wrote on Aug 25, '06
Terus terang aku nggak pernah kepikir bahwa pake baju warna hitam/putih ke pemakaman/ngelayat ada hubungannya dengan agama. Di kepalaku sih itu budaya aja... atau bahkan semata2 psikologi warna... :p Yang pasti secara common sense kita nggak akan ke pemakaman pake baju berwarna ngejreng/bermotif heboh karena nggak tepat dengan suasana hati. Dan kenapa hitam/putih (and sometimes grey) populer untuk peristiwa ini, aku rasa karena keduanya (dalam teori warna) BUKAN warna, sehingga mungkin dianggap paling netral.

Teoriiii... ;)
agustam wrote on Aug 25, '06, edited on Aug 25, '06
hmm...kalo mnrt saya ga terlalu 'penting' soal pake baju (warna) apa dalam acara tsb (yg penting menurut aurat kan?), yg paling penting pada proses tsb adalah menyelenggarakan jenazah secara benar sesuai dengan kaidah islam..
verafun wrote on Aug 29, '06
lho..bukannya dalm islam berkabung tuh warnea putih ..
ya kan.???
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help