
Dari suatu artikel mengenai "
Komputasi Sistem Kekebalan Tubuh", ada suatu data menarik mengenai bagaimana tubuh kita ini ternyata memiliki sistem pertahanan alamiah yang luar biasa canggih dan pintar:
"...Jika terdeteksi adanya pathogen, sistim kekebalan tubuh bertugas untuk
mengeleminasinya dari tubuh. Agar proses eliminasi pathogen berlangsung
dengan baik dan benar, sistim kekebalan tubuh harus mampu untuk
membedakan antara antigen pada pathogen yang selanjutnya disebut dengan
nonself-antigen dengan antigen sel-sel tubuh yang disebut dengan
self-antigen"Yang mana kalau dijabarkan kedalam bahasa programming, maka akan banyak sekali melibatkan prosedur "IF - THEN" dalam jenjang yang bertingkat, melibatkan aneka sensory peripherals dan objects dengan interaksi yang rumit, dan berakhir dengan eksekusi "delete / skip" yang akan men-trigger kalkulasi lain dari sistem pertahanan tubuh bagian operasional. Bagi manusia untuk membuat algoritma program tersebut, mungkin membutuhkan waktu yang lama dan kerja keras. Sedangkan "aplikasi" self-defense ini, ternyata sudah ada dalam "ROM"nya manusia, semenjak spesies ini muncul ke dunia... jauh sebelum para programmer menemukan BASICA, COBOL, atau ASSEMBLER, or even komputer.
Dan para Darwinian masih yakin semua konsep programming ini muncul karena
kebetulan dan proses
seleksi alamiah semata.
Tapi belok dari jalur perdebatan tak berujung mengenai Evolutionism vs. Creationism tersebut, yang menarik teramati disini adalah:
Relasi antara tubuh manusia sebagai suatu unit dengan aneka sistem otomatisnya, dan dokter, yang kita kenal sebagai profesi yang mampu mengobati manusia yang sakit.Pada pengobatan masa lampau, para dokter masih harus berkutat dengan aneka percobaan mengenai manakah obat dan treatment yang cocok untuk suatu jenis penyakit... baik itu dalam membunuh si sumber penyakit (virus, kuman, bakteri), maupun dalam mencoba mempengaruhi tubuh untuk melakukan hal tertentu, atau mengaktivasikan secara paksa (over-riding) sistem-sistem yang harusnya berjalan secara otomatis namun gagal dieksekusi tubuh karena satu dan lain hal.
Para dokter lalu belajar bahwa jenis tumbuhan tertentu ternyata memiliki khasiat antibiotik, jenis lainnya memiliki khasiat antitoxin, dll. Sedangkan terkait over-riding, para accupuncturist berhasil menngetahui cara untuk memperlebar / mempersempit aliran "Chi" atau energi hidup pada bagian-bagian tubuh tertentu untuk kembali menciptakan keharmonisan pada sistem tubuh. Sedangkan pada pengobatan modern, para dokter bedah transplantasi sangat terbantu dengan dibuatnya obat yang secara temporer mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh si pasien, semata-mata agar si organ yang baru ditransplantasi tidak dianggap sebagai "benda asing" yang harus dibasmi! Betul, banyak kasus transplantasi yang kemudian gagal karena sistem kekebalan tubuh menolak si organ baru tersebut, organ yang memang asing dalam sistem tubuh yang selama ini ia lindungi!
Diluar dari semua keberhasilan tersebut... jika kita lihat secara menyeluruh dari kacamata pengamat IT, mirip seperti apakah sebenarnya cara kerja para dokter dan professional medis lainnya ini? (liat judul kalo tetep clueless)
Ya, betul, berusaha untuk masuk ke suatu sistem dan melakukan system over-riding! Seperti halnya para Hackers! 
foto dari:
http://www.hackers-ohmy.com/