Tahun baru, baju baru... Barangkali kalo gw masih duduk di bangku SD, maka aturan ini masih berlaku. Namun demikian, untuk
alasan yang berbeda, maka kegiatan "Tahun Baru - Baju Baru" ini pun harus berlangsung. Kebetulan banyak alasan untuk pulang ke Bandung (kunjungan ke client, Idul Adha, libur Tahun Baru, ketemuan ma ortu), maka kegiatan belanja ini pun dilaksanakan dengan menelusuri FO - FO yang banyak bergelimpangan di sepanjang Jl. Dago dan Riau.
Agenda belanja kali ini:
formal men's clothes. Karena suasana kerja di kantor saat ini sangatlah santai, maka otomatis koleksi kemeja lengan panjang gw sangat minim... adapun beberapa potong yang tersisa sudah mulai2 bluwek dan degradasi warna... makanya harus diperbarui.
Dari sekian banyak FO yang berhasil kami kunjungi di liburan lalu ini, FO favorit gw;
Blossom (Dago) ternyata sudah tidak kompetitif lagi dalam hal harga, dengan pilihan yang semakin berkurang untuk range harga menengah. Namun dari soal koleksi, terutama untuk baju2 yang lebih "gaul", Blossom masih bisa dipertimbangkan. Di tempat ini pula terdapat beberapa koleksi pakaian pria dengan bahan unik, misalnya dari bahan Rayon. Sayangnya, rata-rata koleksi pakaian pria sekarang dibandrol dengan harga 80K ++, yang mana di masa sebelumnya, masih banyak terdapat koleksi dari range harga 50 - 60K. Namun diluar semua itu, Blossom masih merupakan satu2nya FO dengan koleksi kaos kaki murah dan bagus, serta koleksi kaos yang sangat beragam, khususnya untuk pria berlingkar badan XXL seperti gw, juga dengan harga yang sangat menarik; mulai 35K.
Sedangkan
Rumah Mode (Setiabudi), selain dari layout yang agak memusingkan, pengunjung yang super-penuh, ternyata koleksi pakaian kemeja lengan panjangnya kurang beragam. Itupun dengan range harga yang lumayan tinggi; sekitar 90K ++. Tempat ini kelihatannya lebih cocok untuk kaum wanita, karena sekitar 75% layout toko memang diperuntukkan bagi perlengkapan busana kaum hawa. Untuk beberapa jenis pakaian pun, kelihatannya dibandrol dengan harga sedikit lebih tinggi dibandingkan tempat lainnya, misalnya jaket pria model jas. Untuk model x dari merk x, dibandrol dengan harga 185K, sedangkan di Victoria (Dago) dibandrol dengan harga 150K, itupun dengan pilihan model dan ukuran yang lebih sedikit pula.
Victoria (Dago), terlepas dari layout yang kurang menarik dan agak sepi, menyimpan cukup banyak koleksi pakaian dengan harga cukup ekonomis;
the true spirit of FO! Walaupun untuk koleksi pakaian formil pria nya sangat minim, itupun dengan model2 yang cenderung tidak konvensional, namun koleksi jaket jas disini sangat beragam, dengan ukuran yang super besar pula (hingga XXXL). Range harga jaket jas antara 120K hingga 180K, dan harga kemeja pria berkisar pada harga 80K ++. Sedangkan untuk pakaian wanita, terdapat banyak koleksi kemeja / blouse menarik dengan harga sekitar 40 - 50K. Selain dari koleksi pernak-pernik yang cukup unik, di lantai atas bisa kita temui pula gerai oleh-oleh artistik khas Bandung dari
Maha Nagari. Sayangnya informasi mengenai mereka masih sangat minim, bahkan di lantai dasar dari Victoria FO ini sendiri, nyaris tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka.
Salahsatu kejutan menggembirakan datang dari FO
Grande (Dago), yang masih terhitung baru. Walaupun kondisi WC nya cukup mengerikan, dengan setting mirip WC umum di terminal, namun suasana interior dan cafe nya cukup nyaman dan menarik. untuk pakaian pria terdapat banyak pilihan busana formil dengan kualitas baik, berkisar antara 80K ++, dan beberapa dari kisaran 50K - 60K! Koleksi celana formil sedikit namun cukup menarik, sayangnya ukurannya normal semuah, gak cukup di badan gw. Disini gw juga nemu sejenis celana cargo model pipe; sama lebar dari paha ke bawah, jadi rada2 terlihat mirip hakama; enak dipake dan nggak nojolin lekuk-lekuk yang gak perlu (bottom down, kalo kasus gw). Harganya? Cuma 65K.
Terminal Tas (Riau) memiliki koleksi tas pria dan wanita yang beragam, dengan harga yang terjangkau pula, mulai 35K untuk ransel sekolah, hingga kisaran 200K untuk ransel multi-pocket dengan kantung protektif untuk menyimpan Notebook PC, dan lebih tinggi lagi untuk back pack / carrier yang lebih serius.
Galeri Lelaki For Men (Riau), diluar dugaan, ternyata
bukanlah FO melainkan butik, hal ini bisa dilihat dari koleksi barangnya yang walaupun spesial untuk lelaki, namun dibandrol rata2 dengan harga 100K++. Bahkan untuk kemeja kutung bahan flanel saja mereka memilih merchandise dari kelas harga 200K++. Untuk koleksi dasi dan
hand-cuffs pun sama saja; berkisar antara 150K ++. Padahal, dibandingkan sepotong dasi di Grande dengan harga hanya 25K (lebih murah dan jauh lebih bagus dari yang ada di Carrefour), tidaklah terlihat perbedaan yang mencolok bagi mata orang kebanyakan. Sayang, padahal tadinya disangka tempat ini menyajikan koleksi yang kental nuansa lelaki nya, namun bersahabat pula bagi kantong.
Rena Ricci, dan
The Island, hanya sempat ditengok sekilas saja karena kelihatannya kurang memiliki focus of interest yang jelas dan cenderung sekedar memiliki koleksi yang beragam.
Jadi begini kesimpulannya:
Recommended FO(s) for men:1.
Grande (Dago) - Koleksi tidak terlalu banyak, tapi bisa dapet barang bagus harga murah.
2.
Blossom (Dago) - Koleksi cukup beragam, tapi harga2 cenderung sudah agak tinggi untuk kemeja.
3.
Victoria (Dago) - Koleksi agak terbatas, tapi pilihan jaket cukup beragam.
Sedangkan untuk tempat seperti
The Heritage (Riau),
Rich & Famous (Dago), dan tempat ngetop lainnya, karena berdasarkan kunjungan terakhir dianggap kurang bersahabat dari segi harga, dan cenderung lebih bersifat butik daripada FO, maka nggak diagendakan untuk dikunjungi pada kesempatan yang baru lalu ini.
Sekian. (bay)
image dari
http://www.puriayu.com