Posted by Bayu on May 25, '07 6:06 AM for everyone
Menyambung postingan sebelumnya soal motor, salahsatu akibat dari rutinnya dengerin Suara Metro, adalah gw jadi tau kejadian-kejadian seputar per lalu-lintas an di ibu kota ini. Namun satu informasi yang gw anggap cukup menarik baru-baru ini bukanlah soal kemacetan, tapi soal motor.

Sudah bukan hal langka lagi kalau denger cerita pengemudi mobil jengkel terhadap pengendara motor, terlebih, saat terjadi serempetan / senggolan yang mengakibatkan kerusakan mobil, tapi si pengendara motor (lepas benar atau salah) memilih untuk kabur meninggalkan lokasi. Tinggallah para pengemudi yang jengkel namun tidak tahu mau ngapain... lha gimana caranya  di kemacetan Jakarta ini mobil bisa ngejar motor?

Namun informasi yang gw dengar dari salahsatu siaran Suara Metro itu mungkin bisa sedikit mengurangi kadar kekesalan korban. Pertama, serempetan hingga terjadi kerusakan, sudah termasuk tindakan kriminal! Dampaknya, bila kejadian ini sampai dilaporkan ke Polisi, maka si pengemudi motor walaupun tidak bisa dikejar, tetap akan terkena sanksi. Kapan? Saat perpanjangan STNK.

Nggak tau gimana perwujudannya di lapangan, tapi karena informasi dateng dari radio nya Kepolisian, maka informasi ini bisa dianggap valid. Jadi, kalau anda menderita kesewenangan sedemikian dimana si pelaku melarikan diri, jangan lupa catat nomor kendaraan si pelaku.

Sistem ini fail-proof? Nggak juga. Masalah akan muncul kalau ada yang bertujuan memfitnah. Tanpa kehadiran si tersangka, gimana caranya polisi bisa memastikan si korban bercerita jujur? Wah nggak tau juga kalau soal detail nya... ada yang bisa bantu jelasin?

Tapi terkait hal ini, jadi kepikiran satu hal yang mungkin bila diberlakukan sama, maka hasilnya akan super-ciamik. Yaitu mengenai pelanggaran tilang. Skenarionya, jika terjadi pelanggaran, maka si pelaku cukup melakukan pembayaran via Bank pilihannya, ke nomor rekening terpusat Polri. Di sisi lain, Polri tinggal melakukan regular data update terhadap rekening tersebut dan dibandingkan dengan database pelanggaran Tilang untuk mengecek apakah denda sudah dibayarkan pelaku atau belum. Bila pelaku mangkir, maka retribusi atau sanksi bisa dijatuhkan pada saat pelaku memperpanjang SIM. Bukankah sistem tilang di negara maju sudah seperti ini? Tidak perlu ada penahanan SIM, atau STNK sehingga mengeliminir kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan atau pe-ribet-an prosedur oleh aparat.

Tapi kembali, sistem pendataannya memang harus mampu dulu untuk memastikan keabsahan identitas para pengemudi... Jangan sampe pelanggar berat bisa lepas tangan gara-gara mampu beli KTP palsu dan buat SIM baru. Wah... masih belum bisa diterapin hari-hari gini kayaknya... too bad. (bay)

15 CommentsChronological   Reverse   Threaded
menhariq wrote on May 25, '07
sering denger 107.8 yaaa :p
mryasha wrote on May 25, '07
bisa ya Bay? How do we know laporan 'kecil' itu ngga hanya akan numpuk di file2 mereka, dan jadi bungkus kacang?
kangbayu wrote on May 25, '07
sering denger 107.8 yaaa :p
sering?? ini statusnya fardhu! =P secara gw tiap hari ngelewatin daerah macet plus rawan kecelakaan. pentiiiiing banget.
arsenalnumberonefans wrote on May 25, '07
Namun informasi yang gw dengar dari salahsatu siaran Suara Metro itu mungkin bisa sedikit mengurangi kadar kekesalan korban. Pertama, serempetan hingga terjadi kerusakan, sudah termasuk tindakan kriminal! Dampaknya, bila kejadian ini sampai dilaporkan ke Polisi, maka si pengemudi motor walaupun tidak bisa dikejar, tetap akan terkena sanksi. Kapan? Saat perpanjangan STNK.
bagus dunk... gw baru aja diserempet motor bbrp hari yang lalu, dia ngga kabur sih.. cuman berdalih kalo gw yg salah. padahal jelas2 gw ditabrak dari samping, gw ancem dia untuk laporin ke polisi... yang bikin bete ada biker lain yang ngomong kalo lapor ke polisi justru si motor akan menang karna dia kendaraan roda 2 sedangkan gw roda 4, bah peraturan mana pula itu... tapi akhirnya tuh orang minta maaf dan kebetulan juga gw lagi ngga fokus jd males berurusan panjang lebar. seandainya gw lg semangat gw jeblosin tuh orang ke penjara... hahaha.....
srisariningdiyah wrote on May 25, '07
baru rencana kan yah?
prosedur bakunya belom ada...
tapi tetep lah harus optimis...

btw, ndro, kenape pula kaw... masa loe harus nyewa gue sebagai sopir pribadi biar ga disrempet????
:))))))))))))))
wib711 wrote on May 25, '07
kayaknya disini masih sulit diterapin kang....
pas perpindahan data waktu sistem penggantian sim berubah, banyak data yang kacau.. ga jelas ada dimana...

*cuma berharap semoga sistem nya makin bagus
csakura wrote on May 25, '07
iya bener tuh. seringnya kalo urusan k polisi, malah yg bw mobil yg 'salah', just because kita lebih 'gede' (n jd lbh terlihat byk fulus kali ye?). buntut2x malah kita yg rugi. HUH!
dessysetyawati wrote on May 25, '07
Aku sih tidak bermaksud menyalahkan pengendaraan motor, toh kita sama sama pengguna jalan yang mempunyai hak yang sama. Tapi mbok ya tertib dong, jangan motor suka maksa tetap jalan di sebelah kanan yang mepet divider. Kalo jatuh, ntar mobil yang disalahin -padahal motor yang suka maksa zig zag dicelah celah mobil.
Please dong, sayangilah nyawa kalian .. at least keluarga kalian yang menunggu di rumah....
tianarief wrote on May 25, '07
wah, metode yang sama, bisa juga buat ngelaporin mobil yang nabrak-lari, atau ugal-ugalan di jalan (membahayakan nyawa), dong. :))

*takutnya, bisa berekses buruk kayak sms 1717. siapa saja yg ngirim sms ancaman bom, pemilik hp itu akan digrebek, dikenai tuduhan terorisme. gimana kalo hp itu dipinjem, lalu diisengin?
windageulis wrote on May 25, '07
hp itu dipinjem, lalu diisengin?
dipinjemin boleh, makenya depan kita langsung :)) :))
funkybuddha wrote on May 25, '07
Emang STNK-nya ada?
aryodonk wrote on May 25, '07, edited on May 25, '07
Harus membiasakan diri untuk refleks mencatat/mengingat nopol kendaraan yang bermasalah. Juga siap mental buat debat adu argumen. Biasanya kalau insidennya nggak jelas siapa nyenggol siapa, masing-masing bakalan ngotot nggak mau disalahkan. Siap sedia juga "biaya tak terduga" untuk urusan ini itu >:)
Capee dehhh ...

Untuk menghindari semua repot akibat ngepot, ya mawas diri sajalah di jalan. Hati-hati dan care tidak hanya untuk diri sendiri, juga untuk orang lain di jalan. Antisipatif terhadap semua gerakan baik sesama pengendara maupun penyeberang jalan. Ongkos kendaraan umum semakin mahal. Kemacetan semakin parah. Motor makin murah, mudah didapat. Orang-orang yang tadinya pengguna kendaraan umum dan pengguna mobil beralih naik motor. Pengalaman mengendarai motor masih minim. Makanya situasi lalu lintas sekarang ini jauh berbeda dibanding dulu. Lebih banyak orang sembrono akibat kurang "jam terbang" di jalan.

Makanya sekarang sering ada cerita kecelakaan lalu lintas. Baik diakibatkan kekhilafan kita sendiri maupun orang lain. Ditinjau dari segi spiritual, banyak setan di jalan yang kerap menggoda, memancing emosi, berbuat iseng, dan hal-hal buruk lainnya yang berakibat timbulnya konflik.... hiiiiyy >:)

Salam kenal bro :)
beha38b wrote on May 25, '07
halah!susyyyaaahhh!
satu hal..pasrah saja...(pilihan ini ada lho dalam hidup)..lalu tarik nafas panjang sambil liat si pengendara motor berlalu...doakan rezekinya bertambah dan rezeki kita juga bertambah...lega dehh....(worthed to try...been there done that, bro)

eh..sama..denger metro juga...gue suka seno dibanding wiwit....:p
reipras94 wrote on May 25, '07
untung gue belom pernah nyerempet/nabrak...............
mudah2an nggak akan pernah.....
seeselvy wrote on May 26, '07
teman saya kebetulan bawa mobil dan diserempet sampe baret. bukan minta maaf malah adu mulut karena si pengendara motor minta duit 500rb utk ganti rugi "LUKA KECIL' di kakinya. dan BTnya kebawa2 ampe 2 harian.

==kesimpulannya tulisan ini sangat berguna untuk dia==
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help