Posted by Bayu on Oct 5, '07 12:27 AM for everyone
Salesmanship, adalah suatu hal yang menurut gw masih jauh berada diluar jangkauan gw... Dan ini gw sadari dari tahun ke tahun gw kerja, tapi tanpa ada usaha untuk secara sadar ningkatin skill gw dibidang ini. Yang gw tau, kalau udah terkait profesi Sales (apalagi kalo ditawarin posisi sedemikian) , secara instan gw bakalan nolak! Sales is a scary profession... elo dikejar target berjualan, make people buy/believe, sementara in the end, that's totally their decision to make, not mine!

Masalahnya gw terbiasa hidup dalam kondisi kerja yang terkontrol dan teratur. Gajian tiap bulan pasti dateng. Kerjaan kalo dah deal sama customer tinggal work my magic dan after several revisions pasti beres. Deket-deket Lebaran pasti dapet THR. Pasti, pasti, pasti!

Sedangkan sebagai Sales, umumnya struktur pendapatannya adalah base salary yang kecil, tapi plus bonus prestasi. Score a deal, then there will be some for you in it. Tapi kalo nggak nge-goal in proyek, siap-siap miskin... Beda sama posisi-posisi lain di perusahaan yang "pasti, pasti, pasti" tadi.

Waktu bicara soal kekurangan ini sama boss gw di Malacca, jawabannya enteng aja "ya tinggal belajar aja". Karena kebetulan walaupun lulusan bukan dari bidang bisnis, tapi pengalaman dan track-record beliau menunjukkan kalau he's a good salesman. Apalagi sekarang doi bikin bisnis sendiri (in which I worked for), mana bisa kalau sekedar managing projects tapi nggak jualan..?

Di pekerjaan berikutnya juga, gw belajar dengan cepat mengenai perbedaan privileges antara departemen-departemen yang termasuk "cost center" (tukang makan duit -- mine included), dibanding departemen dan gugus kerja yang termasuk "profit center" (tukang bikin duit). Misalnya kalo untuk urusan maintenance (cost center), maka dana seret. Udah tau armada yang sekarang kondisinya udah ringkih, bukannya diremajakan malah cuma diakali secara minor. Justifikasinya? Cost center, jangan spent too much on that. Beda kalau kaitannya sama divisi Sales atau Marketing. Butuh dana rada diluar budget? Bisa diatur...

Gak adil? Ah nggak juga, secara tujuan bisnis dimanapun adalah profit making, dan ini mencakup minimalisir expenses yang nggak crucial atau nggak berdampak langsung sama peningkatan profit. Dan secara bertujuan untuk profit making, maka Sales adalah ujung tombaknya... segimanapun (kadang) bau keringetnya mereka, selengeannya mereka, nyablaknya mereka... merekalah penentu berjalan nya suatu bisnis.

Mungkin ini juga yang bedain kenapa sebagian orang bisa jadi good businessmen, sementara lainnya lebih prefer jadi good workers; Salesmanship skills.

So, akankah gw pernah bisa dapetin skill Salesmanship ini? Benerkah kalau ini bukan skill tapi bakat, dan cuma "gifted" persons aja yang bisa jadi sales? Maybe... setidaknya begitulah pandangan awal gw dulu... Untuk bisa jadi sales elo harus tebel muka, harus sok akrab, harus mau rada-rada carmuk juga. Dan sedari jaman sekolah dulu gw dah sering ketemu tipe-tipe orang seperti ini, and I tend to hate them. So, is salesmanship a genetic thingy?

..........

Titik terang muncul setelah nggak sengaja ngobrol sama adik yang kerja di Marketing, she make it clear that; "Marketing itu how to invite people to come into store, Sales itu how to make people who enters the store turn into buyers". So simple... And that simplicity is what attract me the most. Karena lazimnya segala sesuatu, kalau dasar ilmunya itu sederhana (dan ter-petakan), berarti mungkin dipelajari...

Salahsatu artikel dari MAPP yang pernah gw baca, ternyata juga menyatakan bahwa sebenernya leadership dan managerial skill are both learnable skills. Walaupun bedanya, para pemimpin dan manajer yang sukses, biasanya mencapai keberhasilannya tersebut karena adanya "sinergi" antara skill plus bakat yang memang mereka miliki secara genetik. But nevertheles, both are learnable skills, keahlian yang dapat dipelajari!

Gimana dengan salesmanship? IDEM! Salesmanship itu skill yang bisa dipelajari, bukan bawaan orok, apalagi ilmu sihir!

Knowing that it's empirical, replicable and learnable, is the key.

And so begin my next quest for knowledge... (bay)

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
roelworks wrote on Oct 5, '07
Good writing... terus yang request list kemaren itu gimana kabarnya :D
menhariq wrote on Oct 5, '07
jangan jualan maksa ya bay... :p
kangbayu wrote on Oct 5, '07
jangan jualan maksa ya bay... :p
hmm... let's see... secara nggak sadar, selama ini gw dah sukses "ngejual" ke elo supaya make...

+ 3G nya IM2
+ Mizone
+ Nu Green Tea

gak ada yang dilaksanakan terpaksa kan? =)
kangbayu wrote on Oct 5, '07
Good writing... terus yang request list kemaren itu gimana kabarnya :D
Thank you roel, dari request list nya masih kurang dua item nih: soal "keajaiban puasa", dan by request; "virtual/online romance".

Dua2nya sedang dalam proses =D
roelworks wrote on Oct 5, '07
Prinsip orang marketing: semua bisa dinegosiasikan...(termasuk peraturan)
indocalita wrote on Oct 5, '07
aq termasuk yg cost centre ney kang....hihihi....

*sampe sekarang masih lum terbayang bisa mempelajari bid itu.....klo Marketing masih agak mendingan d... :)
debaztard wrote on Oct 5, '07
bidang gwa product image & development, tapi tapi tiap hari ketemu dg hal yg berhubungin dengan marketing, malah bikin gwa tertarik ma marketing. gwa tertarik ama income & networkingnya ;-)
ardanti wrote on Oct 5, '07
maka mengapa sahabat bun2 sampai berkomentar demikian :
haryatev wrote on Sep 30
nambahin testimoni yg dulu: dinar jagoan dalam berbisnis

Hingga berpikir, mengapa tidak dari dulu ambil jalur marketing ya ?
Yang paling diutamakan adalah networking, income belakangan.
Kalau income duluan, kabur deh networkingnya :)
dartz wrote on Oct 5, '07
Gak adil? Ah nggak juga, secara tujuan bisnis dimanapun adalah profit making, dan ini mencakup minimalisir expenses yang nggak crucial atau nggak berdampak langsung sama peningkatan profit. Dan secara bertujuan untuk profit making, maka Sales adalah ujung tombaknya... segimanapun (kadang) bau keringetnya mereka, selengeannya mereka, nyablaknya mereka... merekalah penentu berjalan nya suatu bisnis.

Mungkin ini juga yang bedain kenapa sebagian orang bisa jadi good businessmen, sementara lainnya lebih prefer jadi good workers; Salesmanship skills.
setuju,
kemarin gue baru ajlut-anjlutan meeting ama kolega, ngeributin soal ini,
profit taking itu bukan masalah jahat or baik,
tapi skill ngejual. tehbotol rp900 perak bisa dijual rp3000, masa dibilang gue jahat ?

kalo jahat itu definisinya, gue gak kasi support sama sekali u/ kerjaan kolega...
and, yes, some people destined tobe biz guy, or craftguy, or BOTH :)
semoga gue bisa yg both :)

victorlumunon wrote on Oct 5, '07, edited on Oct 5, '07
Apa bener lo mau jadi sales? Inget, profesi ini jauh dari tepuk tangan plus dan decak kagum. Malah "harga diri" mesti dibanting.Lihat ajah sales2 asuransi tuh.. Tumbukan dengan orang sana-sini. Nurani terus menerus diuji. All time you should ready for business call. By the time your green tea is ready and start to write your MP, your phone is ringing - for hours you have to calm down an angry customer. Time is running fast. Baru ajah sarapan, kok udah adzan mahgrib?

Sure you are going to be a salesman? It is easier to write a good resume and waiting for another interview from - probably - your future company. Get back on your desk and surfing through free internet. Sometime having side jobs as bonus. Old game we play: waiting for lunch time and back to home. Waiting for weekend. At last, waiting for paycheck's day. Every day is a slow day here.

Serius nih: mau coba2 naik rollercoaster atau kembali ke karosel?
dartz wrote on Oct 6, '07
gue kebetulan freelancer,
otomatis marketingin dan men-sales-kan diri sendiri adalah wajib...

janganpun angry customer,
angry customer yg angrynya sama biz partner aja,
mau gak mau ikut turun bantu.

dunia entrepeneurship kaya gini mah,
gak bisa buat 9 to 5ers konservative... ...im so sorry to say,:)
kangbayu wrote on Oct 6, '07
Serius nih: mau coba2 naik rollercoaster atau kembali ke karosel?
nggak dua2nya lah vic, wong both idem muter2 di tempat bae... =P

intinya seperti kata dartz, elo develop ur own business, impossible kalo nggak punya skill sales. so, do WE have a choice? =)
kangbayu wrote on Oct 6, '07
gwa tertarik ama income & networkingnya ;-)
yang terakhir itu somehow nggak diajarin di sekolah ya? aneh... padahal bisa dibilang sebagian besar bisnis terlahir dari situ...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help