Dibuat masa-masa pengembangan "guludug", Knight level 69 di server Chaos RO Indonesia -- 05/08/03
The Real RPG
Desas desus yang beredar menyatakan bahwa pada setiap tahun, Ragnarok
meminta korban nyawa di negara asalnya; Korea Selatan. Kaum muda disana
bermain online games ini layaknya orang sinting. Seorang anak pernah
diketemukan mati di sebuah "warnet", karena sudah berhari-hari bermain
Ragnarok tanpa tidur. Seorang rekan senegara menulis di forum
ragnarok.co.id, bahwa di warnet nya juga ada seorang pemuda yang sudah
tidak pulang selama seminggu, memainkan game ini di Warnet miliknya.
Kelihatannya anak kuliahan, karena selama itu tidak ada ibu-ibu yang
masuk warnet dengan marah-marah mencari anaknya (happens).
Gw sendiri juga dulu sangat terhanyut dalam rupa-rupa games juga.
Dimana lagi gw bisa menyalurkan kekecewaan gw terhadap hidup? Dimana
lagi gw bisa merasa memiliki kendali yang mantap atas perjalanan hidup
(karakter) gw? Jadi, gw bisa deh ngerti dikit-dikit alasan kenapa
mereka melakukan kegilaan semacem itu. Jaman lagi ketagihan PS juga, gw
bisa tiga - empat hari begadang terus... aktivitas game cuma di seling
sama hal-hal crucial saja.... social life? WHAT SOCIAL LIFE?
Syukur Alhamdulillah, sekarang gw sadar kalau hidup nyata itu lebih mengasyikkan, kalau gw bisa melihatnya sebagai sebuah
permainan (game).
Belajar untuk memulai percakapan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi -- Comm Skill +1
Belajar untuk mempertahankan percakapan berdasar
input dan
clues yang diberikan lawan percakapan -- Comm Skill +2
Belajar untuk menghidupkan percapakan dengan seseorang, mempergunakan fakta yang kita ketahui mengenai mereka, ditambah dengan
input dan
clues dari mereka, dan pengetahuan kita mengenai topik yang dibicarakan -- Comm Skill +3
Belajar untuk mengatasi kesalah pahaman dalam komunikasi -- Comm Skill +4
dll.
Yah, memang dalam dunia nyata, kita memiliki kesulitan untuk melihat
"status" kita, karena dalam hidup nyata, nggak ada tuh keyboard
shortcut buat nampilin gimana stat skill kita, kesehatan, mood, dan
attribut2 lainnya. Namun sebagaimana game, kehidupan nyata juga
berkembang dalam tahapan... Dan skills bisa dibangun. Dan betul, skills
yang kita pelajari tersebut bisa membantu kita untuk menjadi pribadi
yang lebih baik (pelajar / pekerja / kekasih / teman / dll.), atau
membuat kita menjadi lebih mampu dan handal dalam mengatasi tugas yang
harus kita selesaikan.
Dapatkan terlebih dahulu skill untuk memetakan hidup kita, untuk
mengetahui bagaimana meneliti mengenai "siapa saya", "dimana saya", dan
"apa yang ingin saya capai". Setelah itu, kembangkan skill untuk
"menentukan tujuan", "membuat rencana", "mengatur sumber daya",
"mengatasi rintangan", dll. Kalau memang dilaksanakan, pasti kita akan
cepat "naik level"...
Tuh, bener kan, hidup itu adalah sebuah permainan...
Walau "manual" dan "cheat sheet" nya terbatas banget