Posted by Bayu on Sep 24, '07 12:36 AM for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Diambil dari kisah nyata, film ini mengupas mengenai kejatuhan dari salahsatu kasus double-spy terburuk dalam sejarah espionase AS.

Eric O' Neill (Ryan Philippe), mendapati mimpinya menjadi kenyataan ketika atasannya menempatkan ia sebagai agen di gedung markas FBI, dibawah seorang agen senior Robert Hanssen (Chris Cooper). Eric yang piawai mengenai komputer, dipasangkan untuk menjadi asisten Hanssen yang juga piawai soal komputer.

Berbeda dengan O'Neill, Hanssen adalah sebuah pribadi yang rumit dan unik. Dengan rekor 25 tahun pengabdian sebagai seorang ahli mengenai Uni Sovyet dan counter-intelligence, Hanssen kurang mengalami perkembangan karir yang baik dan kini menghabiskan masa-masa menjelang pensiunnya dengan penuh kekesalan. Namun demikian sikap Hanssen berangsur berubah ketika ia mulai bisa mempercayai O'Neill.

O'Neill yang tadinya hampir menyerah dari tugas ini karena merasa tidak ada yang salah dengan Hanssen selain dari penggerutu, lantas diberikan informasi penting oleh atasannya bahwa Hanssen adalah target penyelidikan bertahun-tahun dari FBI dengan tuduhan double-spy. Hanssen juga memiliki kebiasaan seksual yang menyimpang dengan mengirimkan video-video pribadinya ke internet. Tak percaya, O'Neill pun lantas dibawa atasannya ke suatu divisi penyelidikan yang menempatkan ia sebagai bawahan Hanssen, dan ia pun kembali mau bekerja-sama.

Bagaimanakah caranya O'Neill memenuhi tugasnya tersebut? Untuk mencari data yang memberatkan Hanssen tanpa diketahui, sementara pengalaman Hanssen sebagai agen selama 25 tahun menyebabkan ia memiliki kepekaan yang tinggi akan usaha-usaha espionase atas dirinya?

Film ini cukup adem-ayem tapi menarik juga. Menyaksikan bagaimana Hanssen, figur seorang agen senior yang disegani dan kharismatik ternyata bisa memiliki kepribadian tersembunyi yang bertolak-belakang. Bagaimana seorang agen muda O'Neill harus memikirkan cara-cara yang kreatif untuk menuntaskan tujuannya, tanpa membuat si agen senior curiga. Dan bagaimana akhirnya kasus yang diangkat dari kisah nyata ini berakhir.

Gw nilai agak kurang gereget mengingat hasilnya sudah bisa ditebak, dan nyaris tidak ada plot-twist dalam alur ceritanya. Jadi kalau diibaratkan, nonton film ini seperti membuka buku sejarah untuk mencari tahu kejadian yang lebih detail dari suatu peristiwa. Itupun tidak terlalu banyak detail, karena cerita hanya berfokus pada dua tokoh tersebut tanpa melibatkan terlalu banyak trik atau teknik yang mereka pakai dalam mengungkapkan pengkhianatan Hanssen.

"Breach" adalah film kedua yang gw tonton setelah "American Beauty", dimana Chris Cooper kembali berperan sebagai seorang militer yang dingin, keras, egosentris dan homophobia.

Pesan moralnya; kalo mau jadi agen rahasia tangguh, otak harus kreatif, walau disaat tekanan mental sedemikian beratnya. Dan harus siap berkorban segala sesuatu diluar dari dunia espionase. (bay)


rikigede wrote on Sep 24, '07
kaenya seru nihhh
cheanjas wrote on Sep 24, '07
paling suka film suspense tema gini..
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help