Posted by Bayu on Jan 3, '08 10:45 PM for everyone
Category:Books
Genre: Arts & Photography
Author:Prima Rusdi
Beli buku ini karena dizain covernya menarik; simple dan mudah dicerna. Selain karena cover, so pasti karena isinya juga tentang bidang yang gw minati; bikin film!

"Bikin Film, Kata 40 Pekerja Film", merupakan buku kompilasi wawancara antara sang penulis, Prima Rusdi, dengan para pekerja film mulai dari Produser, Sutradara, Penulis Skenario, hingga ke Festival Organizer. Materi yang diangkat cukup beragam tapi ringan; jadinya mudah dicerna oleh para pembaca umum. Mungkin karena penerbitnya adalah "Hai Books", sodaranya Majalah Hai, maka target pembacanya juga memang kalangan umum (terutama remaja), yang penuh keingintahuan tapi belum terlalu perlu untuk tahu sampai ke aspek mendetail suatu produksi film.

Termasuk dalam mereka yang diwawancara, adalah para pekerja film generasi baru semisal Nia Dinata, Erwin Arnada, Riri Riza, Joko Anwar, Monty Tiwa, dan Salman Aristo. Nggada Teguh Karya cs. Pemilihan ini juga pastinya dilakukan karena alasan target market tadi, yang sebagian besarnya adalah remaja.

Informasi yang dibahas di buku ini sendiri bukanlah sesuatu yang "ground breaking", dalam artian, informasi umum yang mungkin bukan hal baru lagi bagi para pekerja film. Namun demikian, cukup menggambarkan dengan baik situasi dan kondisi yang terlibat dalam suatu produksi film. Misalnya saja, para produser berbagi pendapat mengenai job spec dari profesinya, plus aneka tantangan yang muncul dalam menjalankan profesinya. Gitu juga dengan para sutradara, yang mengulas mengenai keterlibatan mereka dalam produksi, serta pihak-pihak lain yang mungkin terlibat. Sedangkan dari sisi Penulis Skenario, lucunya ternyata masih banyak komentar-komentar yang menjurus kearah gimana kolaborasi kerja antara produser, sutradara, dan penulis skenario itu penting, tapi masih tetep seringnya nggak terlaksana baik.

Salahsatu komplain mereka adalah soal sutradara yang kadang nggak terlalu concern dengan aspek emosi dari cerita dan cenderung fokus pada aspek visualisasi saja, atau kadang keluar dorongan kreatifnya buat nambahin ini-itu pada cerita, sementara apa yang mereka tambahkan itu sebenernya malah mengganggu flow cerita secara keseluruhan.

Hehehehe... been there feel that...

[lho koq curhat?]

Secara umum, buku "Bikin Film, Kata 40 Pekerja Film" ini cukup mudah buat dicerna, dan cocok buat dibaca mereka yang tertarik untuk mengetahui segala sesuatunya yang diperlukan dalam membuat suatu film, dan dilihat dari beragam sudut pandang yang berbeda sesuai tugas dan peranan masing-masing profesi pekerja film. (bay)


11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kleinebeer wrote on Jan 3, edited on Jan 3
Salahsatu komplain mereka adalah soal sutradara yang kadang nggak terlalu concern dengan aspek emosi dari cerita dan cenderung fokus pada aspek visualisasi saja, atau kadang keluar dorongan kreatifnya buat nambahin ini-itu pada cerita, sementara apa yang mereka tambahkan itu sebenernya malah mengganggu flow cerita secara keseluruhan.

Hehehehe... been there feel that...

[lho koq curhat?]
Huhuhu... Aku tau yang dicurhatin... :p

Aku pikir yang sering kelewat juga adalah karakterisasi yang matang. *ikutan curhat*
aranolein wrote on Jan 3
Hmmm..menarik juga, Bay!
mryasha wrote on Jan 4
Bay, don't u think the Indie Film era has passed?

Di Indonesia khan semuanya ikutan trend. Gue inget banget sekitar 2002 bantuin nyokap organize event utk anak SMA (dan Lala Kleinebeer lah yg bikin design poster flyer, dll). Jadinya itu 2002-2005 lah..

Basically kita invite filmmakers utk bicara di roadshow di seminar2 di sekolah2. Animo nya memang tinggi sekali, as digital video recorders were becoming more and more affordable.

Di TV pun sampai ada beberapa program film 'indie' yg disponsori rokok.

Personally, gue masih sangat tertarik dgn bidang ini. The industry is growing, tapi apakah demand untuk para ahlinya masih setinggi peminatnya?

Yah, memang sepertinya sekarang film Indonesia sudah banyak sekali yg diproduksi per tahun...

Tapi bagus lah buat Prima dan juga untuk masyarakat. Semakin banyak buku yg bisa dibuat referensi khan semakin baik. Apalagi ditulis oleh seorang Prima.
kangbayu wrote on Jan 4
mryasha said
Bay, don't u think the Indie Film era has passed?

Di Indonesia khan semuanya ikutan trend.
Passed? Hmm... not really. Memang gaungnya udah nggak se-heboh beberapa taun sebelumnya, tapi tetep ada beberapa nama besar yang ikut mendukung aktivitas yang satu ini sampe sekarang. Itu kalau dari sisi trend...

Sementara dari sisi esensinya sendiri, Indie Movie is a good start. Kasarnya, gimana lagi caranya bisa berlatih kalau nggak lewat Indie? Nggak setiap saat ada muncul kesempatan buat magang di dunia film lho... rata-rata harus kenal seseorang dulu, nah ini yang sulit buat ditembus. Kalo lewat Indie bisa dikejar, then hasilnya lumayan, minimal buat maju ke tahapan yang lebih serius / industrial, dah ada sesuatu yang bisa diperlihatkan ke calon client.

Lagipula, kan esensi dari film itu sendiri bukan di cast yang cakep/cantik, seberapa banyak mobil yang diancurin, shooting di Paris, atau seberapa canggih fx nya... tapi di seberapa baik kita bisa bercerita, menyampaikan suatu cerita dalam kaidah2 film... jadi dalam hal ini sih, gw yakin Indie Film harus tetep dipertahankan.
mryasha wrote on Jan 4
Indie Movie is a good start. Kasarnya, gimana lagi caranya bisa berlatih kalau nggak lewat Indie?
setuju banget...

Gue agak skeptikal aja kadang2... Soalnya banyak hal yg memang perlu suatu bentuk sponsorship karena biasanya ya ujung2 nya duit.

Making a film is not just about creating (which includes all the points u mentioned about the essence of it), tapi it's a complete process that involves financing, management, and marketing.

Seperti hal2 lain di dunia ini, you need plenty of financing to get noticed.
primarusdi wrote on Jan 11
kangbayu,
Terima kasih karena sudah baca buku "Bikin Film Kata 40 Pekerja Film!" Betul, tujuan utamanya buat adik-adik SMP/SMA, supaya bisa melihat 'gambaran besar' siapa aja yang terlibat dalam setiap produksi. Yang terutama lagi, mencoba mengajak mereka melihat pentingnya tahap persiapan dalam pembuatan film, dan komunikasi yang jelas antar pekerja yang terlibat.

Jadi, terima kasih sudah ikutan baca. Btw, hey Yash!

Salam, Prima
kangbayu wrote on Jan 11
kangbayu,
Terima kasih karena sudah baca buku "Bikin Film Kata 40 Pekerja Film!" Betul, tujuan utamanya buat adik-adik SMP/SMA, supaya bisa melihat 'gambaran besar' siapa aja yang terlibat dalam setiap produksi. Yang terutama lagi, mencoba mengajak mereka melihat pentingnya tahap persiapan dalam pembuatan film, dan komunikasi yang jelas antar pekerja yang terlibat.

Jadi, terima kasih sudah ikutan baca. Btw, hey Yash!

Salam, Prima
Nahhh... sudah dijelaskan lebih gamblang lagi langsung oleh penulisnya =)

Ternyata target marketnya emang adik-adik SMP/SMA, hehehehe. Tapi tetep (maka dari itu) bisa jadi introduksi yang mudah dicerna ke dunia perfilman.

Thanks udah mampir mas Prima
primarusdi wrote on Jan 12
Kangbayu yb,
Kebetulan saya perempuan. Karena bukan seleb memang sama sekali tidak dikenal. Tujuan hidup saya bukan pingin kondang, tapi pingin kerja. Jadi, kalau ada respons ke pekerjaan saya positif maupun negatif, saya selalu berkewajiban bilang terima kasih.

'Ralat' yang 'remeh-temeh' ini bukannya karena saya marah lho, tapi karena saya anggap perlu.

Salam lagi, Prima Rusdi
mryasha wrote on Jan 12
Prima has the same problem with me... Lots of times people call me 'Mbak'... ha ha ha...

It's like the character 'Pat' isn't it, Prima.... he he he
kangbayu wrote on Jan 12
Kangbayu yb,
Kebetulan saya perempuan. Karena bukan seleb memang sama sekali tidak dikenal. Tujuan hidup saya bukan pingin kondang, tapi pingin kerja. Jadi, kalau ada respons ke pekerjaan saya positif maupun negatif, saya selalu berkewajiban bilang terima kasih.

'Ralat' yang 'remeh-temeh' ini bukannya karena saya marah lho, tapi karena saya anggap perlu.

Salam lagi, Prima Rusdi
aih. maap... perasaan pas di bab penulis, Prima itu cowok, saya salah baca berarti... hehehe
kangbayu wrote on Jan 12
mryasha said
Prima has the same problem with me... Lots of times people call me 'Mbak'... ha ha ha...

It's like the character 'Pat' isn't it, Prima.... he he he
Kebetulan gw kenal elo setelah baca manga Kenji, jadi rada-rada yakin elo tuh cowok.
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help