Bayu's posts with tag: about me
Posted by Bayu on Jul 8, '08 5:46 AM for everyone  "Kerenyed" dalam bahasa Sunda artinya lekat dengan listrik dan getaran. Istilah lainnya yang sering dipakai adalah "nyetrum", dari asal kata "setrum" alias "listrik", cuma istilah ini dipakai untuk kasus tersengat listrik yang lebih parah. "Salam Kerenyed" biasanya gw terima saat berjalan-jalan di Mall / Pusat perbelanjaan, yang penghawaannya 100% full AC. Saat masuk Mall yang super dingin dan menyentuh railing logam, BZZZT~! salam kerenyed pun diterima, nggak jarang dibarengi dengan bunyi lentik seperti saat lighter kompor gas menyala, atau, kadang diikuti pula dengan loncatan segaris listrik mirip kilat mini! Tapi hal ini biasanya terjadi hanya pada sentuhan pertama saja, setelah itu kalau menyentuh railing lagi niscaya aman. Makanya gw namain sedemikian, karena sifatnya yang mirip "sapaan" atau "salam perkenalan" dari si Mall yang gw datangi. Kalau sudah kena salam kerenyed biasanya bagian yang bersentuhan akan terasa sakit dan pedih, seperti ditusuk jarum. Nggak anehlah kalau serangan listrik seringkali diistilahkan sebagai "sengatan", karena rasanya ya memang seperti disengat. Diikuti raut muka meringis, plus pandangan heran dari orang lain, biasanya tangan langsung ngusap-ngusap cepat, berusaha ngurangin rasa sakit yang timbul. Konon, penyebabnya adalah listrik statis, dan ini terkait langsung dengan keberadaan udara dingin dari AC yang cenderung memiliki muatan ion negatif yang tinggi, dan lantas ion2 tersebut terakumulasi pada bagian-bagian ruangan yang terbuat dari besi / logam, misalnya railing tangga. Walhasil, begitu ion2 tersebut menemukan pasangan ion positifnya di permukaan kulit seseorang, ZAP! Salam kerenyed pun terjadi. Alah bisa karena biasa, maka lama kelamaan gwpun punya kebiasaan untuk langsung toel-toel dengan cepat railing besi di mall-mall begitu masuk, ngetes kadar listrik statis si railing sekaligus discarging muatan listriknya. Atau, gw sentuh dulu dengan bagian badan lain yang terlindung pakaian, supaya electric shock nya nggak terlalu parah. Yang seringkali nggak bisa dipersiapkan, adalah kala salam kerenyed ini terjadi di lingkungan yang tidak biasanya, dan dengan "obyek" yang tidak biasanya juga... misalnya kala incidentally bergesekan tangan sama rekan kerja (haii Chik!). Tapi segitu sih masih terbilang untung... karena ada temen yang katanya mengalami hal serupa dengan pacarnya. Dalam kasus sedemikian, maka bisa jadi rasa-rasa "sparkling" dan "electricity" yang muncul dalam sebuah relationship, bukan hanya muncul sekedar sebagai kiasan, namun benar terjadi secara real. Ada yang punya pengalaman / kebiasaan kena salam kerenyed juga? (bay)
Posted by Bayu on Apr 11, '08 1:46 AM for everyone Pagi ini, acara TV nggak ada yang bagus... jadinya nyalain DVD player dan mulai ngubek-ngubek koleksi CD gw yang nggak seberapa... hmm... kemana yah? Udah beberapa minggu ini kangen... kangen dengerin lengkingan suara James Hetfield ditengah2 gebukan drum nya Lars Ulrich, kangen dengerin suara kartun nya Serj Tankian diantara melodi gak nyambung tapi harmonius lagu-lagunya SOAD. CD nya tetep gak ketemu, dan gonta-ganti channel radio juga nggak nemu yang pas... pada kemana sih? Pada kemana sih lagu-lagu metal gue?!? (bay)  
Posted by Bayu on Mar 13, '08 12:25 AM for everyone Allright, time for some viral-spreading content! Mine was infected by Anne. Copy and paste this on your page, delete the answers and type in yours. Give it the same title I did. Three jobs I have had in my life: 1. Visual Designer (Graphic, Web, Illustration) 2. Scriptwriter (Sitcoms) 3. IT Specialist (Consultant, Engineer, Sales) Three movies I would watch over and over: 1. Shichi-nin no Samurai - a masterpiece of Kurosawa; 3 hours long movie that worth every minutes spent watching. 2. Leon - my first encounter with Luc Besson's movies. This movie has it all: outstanding cinematic shoots, hypnotizing songs, great casts & performance (Jean Reno, Gary Oldman, Natalie Portman), and one story i'm eager to follow untill the end. 3. The Pest - numbing stupid ridiculous comedy that shows the true potential of latin actor John Leguizamo. Three Places I have Lived: 1. Garut, West Java- Indonesia; where I was born and live for some times. 2. Bandung, West Java - Indonesia; where I spent most of my youth life. 3. Jakarta, DKI - Indonesia; starting from Y2K, no better city to work (not life) in Indonesia. Three TV Shows that I watch: 1. The West Wing - Superbly picture the politics in a witty and lively fashion. 2. Kitchen Nightmares - Its fun seeing how Gordon Ramsay hack n' slash a near-death restaurant but giving them a well deserved second-chance afterward. 3. Scrubs - Superb comedy about the life of Medical Doctors and Nurses in dealing with the crazy life of hospital work. Three Places I have been: 1. Singapore 2. Bali, Indonesia 3. Aceh, Indonesia Three of my Favorite Foods: 1. Tutug Oncom, a Sundanese special 2. Sashimi, especially Maguro and Mekajiki 3. Sausages, halal version only Three Places I’d rather be right now: (in no order) 1. Cikajang, with my parents 2. Home, with my wife 3. Anywhere with beautiful beach (and for free =P) Three Friends I'm sure will respond: You!
Posted by Bayu on Aug 6, '07 7:42 AM for everyone Seperti sudah diutarakan oleh baginda Rasulullah, keimanan seseorang itu ada pasang-surut nya, naik-turunnya. Rasulullah menyadari itu, dan barangkali kita sendiri juga pernah menyadari betapa banyaknya rutinitas kehidupan (tidak melulu harus berupa godaan!) yang membuat kita menjauh dari hal dan kegiatan Islami yang justru berfungsi untuk menjaga kualitas dan tingkat keimanan kita.
Kerja keras ngejar target, sementara karena merasa kagok nyelesaikan kerjaan, jadinya sholat ditunda-tunda... eh akhirnya kebablasan... Sekali-dua kali ngerasa gerah... eh lama-lama kebiasaan dan jadi tebal muka...
"Ah toh Alloh pasti maklum... iman saya nggak goyah koq..."
Terus menerus geser dikit-dikit sampe akhirnya nganggap sholat itu nggak penting, puasa itu nggak penting, zakat itu nggak penting, dan syahadat itu cukup diucapkan saja sudah sah. Tambah lagi, dengan embel-embel keyakinan bahwa keimanan kita pada Nya tidak berubah sedikitpun, walaupun kita tidak melaksanakan ibadah secara Islami...
"Ah, toh Alloh lebih tau apa yang ada dalam diri saya, tidak perlu lah ibadah ini-itu, toh pada esensinya saya seorang muslim".
Nyatanya keimanan seseorang itu tidak incorruptible... hanya saja yang tidak disadari, seringkali proses degradasi ini berlangsung secara lambat... dan akan semakin melemah manakala dibiarkan menyurut dan menipis...
Rasulullah yang sudah dijamin masuk Surga saja masih tekun beribadah. Dan dalam posisinya sebagai The Model (sang Teladan), beliau pun tidak pernah meninggalkan kewajiban melaksanakan ibadah-ibadah rutin dan ritual dari Islam. Kenapa??? Padahal sudah jelas kadar keimana beliau...
[Atau adakah muslim yang cukup tidak waras untuk meragukan tingkat keimanan Rasululloh?]
Segala contoh dan tindakan beliau tersebut secara konsisten dilakukan, karena baginda Rasulullah menganggap dengan cara-cara itulah iman akan selalu terbina dan terjaga. Aneka kewajiban, anjuran, dan larangan, semuanya dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu tatanan hidup yang insyaalloh akan menjaga dan meningkatkan kadar keimanan ummat Islam.
Jadi, kala anda dapati diri sudah (sangat) jauh dari praktik-praktik Islami tersebut, berarti sudah saatnya untuk "Recharging of Faith". Atau meminjam istilah populer dewasa ini "Isi ulang (pulsa) keimanan anda!"
Caranya sendiri beragam, mulai dari mengikuti majelis taklim, pengajian, baca buku-buku Islami, mendekatkan diri dengan mesjid, dengan orang-orang yang keimanannya lebih kuat, banyak cara...
Saya sendiri seringkali berhasil melakukan ROF ini dengan cara membaca pengalaman mereka-mereka yang... kembali ke Islam.
[Islam mengenal reverts, bukan converts, karena pada dasarnya seorang bayi yang baru lahir adalah Islam].
Membaca kisah-kisah para Muallaf yang baru memeluk Islam, dengan latar belakang yang sangat beragam, mau nggak mau buat saya menumbuhkan kembali bibit-bibit kecil keimanan yang telah mulai lesang. Mengetahui hal-hal yang mungkin sepele mengenai bagaimana mereka tertarik akan Islam (atau justru hal-hal luar biasa yang melibatkan kehendak-Nya dalam cara yang lebih megah), membantu saya untuk menilik kembali hal-hal mendasar dalam Islam, yang menjadikan mengapa para Muallaf itu tertarik dan rela melalui aneka rintangan berat dari keluarga dan lingkungannya... tak jarang berujung ancaman nyawa pula.
Hal-hal mendasar tersebut, seringkali sebenarnya (apalagi sebagai muslim dari lahir), telah kita pelajari berulangkali, telah kita anggap mengerti... dan akhirnya kita anggap enteng...
[Mungkin istilah "taken for granted" nya bule pas betul dalam konteks kejadian ini].
Dengan bantuan kisah para Muallaf yang kembali ke Islam, kita bisa menyadari kembali betapa berharganya apa yang sudah (atau pernah) kita miliki, dan menempatkannya kembali ke posisi yang tepat. Mau nggak mau hati kembali terbuka... kembali luluh... dan menyadari bahwa menjadi seorang muslim tidaklah seberat yang kita bayangkan akhir-akhir ini... Dan kitapun kembali siap untuk menerima pencerahan lebih lanjut dari Nya. Amiiiin...
Nah, bagaimana dengan para rekan? Apa yang anda lakukan untuk Recharging of Faith?
Dan terakhir, jangan lupa... insyaalloh jika Alloh berkenan, maka dalam satu bulan-an lagi, kita akan segera berjumpa kembali dengan sang Tamu Agung; bulan suci Ramadhan. Ayo cek ulang hitung-hitungan anda, apa masih ada kewajiban yang tertunda dari Ramadhan lalu? Apa sudah mulai persiapan-persiapan menyesuaikan diri untuk menyambut Ramadhan? Mari berbenah. Wassalam. (bay)
Posted by Bayu on Feb 23, '07 7:01 PM for everyone Mmm 'kay... berhubung bisa nebeng nginternet di depan kantor polisi, maka gw berkewajiban untuk bikin tulisan ini, terkait timpukan seorang teman, soal record2an.
1. Records that changed your life
Wedding record, setelah yang satu itu produced, wuihh!.... dunia langsung jungkir balik lah. 2. Records you've listened more than once
- Veronica dan saudari2 sesama penunggu mailbox - Pengumuman kalau film telah dimulai, saat gw masih diluar bioskop - Jingle dari Walls, Susu KPBS, dan agen2 hipnotis keliling lainnya - 95% lagu yang pernah gw dengerin sejak gw balita
3. Records that you just don't understand
Musik Jazz. Sedari jaman kuliah dulu gw suka kagum sama para seniors yang ngerjain TA sambil dengerin musik jazz. Seandainya gw pribadi yang berada pada posisi sedemikian rupa, tentu perhatian gw akan terbagi antara pengen berusaha keras ngerjain TA, atau melakukan hal-hal non produktif untuk sekedar ngilangin rasa sakit dari siksaan tersebut, misalnya, kabur keluar kampus nyari warung indomie. Di rumah sendiri, bokap lebih suka nyetel Procol Harum, atau Led Zeppelin dibanding Lee Ritenour.
Sampe ke masa-masa dewasa pun kalo ada temen yang nekad ngajak gw nonton live show jazz, 90% kasusnya adalah gw ketiduran di tengah-tengah performance.
Ajaibnya, gw nikahin one of them.
4. Records that made you laugh
"Wayang Asep"; rekaman audio dari pertunjukan wayang golek Asep Sunandar Sunarya, disiarin di radio AM jauh di malam hari saat susah tidur. Maklum, anak Bandung...
5. Records that made you cry
Banyak sih, tapi salahsatunya adalah announcement yang nyuruh "please watch your step while exciting". Bener, kalo kita lagi gembira (exciting), sampe jingkrak-jingkrak misalnya, maka harus tetep merhatiin langkah. Tapi siapa juga se-euphoria itu tiap kali bis Trans Jakarta nyampe halte pemberhentian?
6. Records that creeps the hell out of you
Mirip sama pelempar tongkat estafet ini ma gw; rekaman Sanggar Cerita yang judulnya "Kuda Kayu Turangga" (or close). Sound effect yang dipake tiap kali ceritanya si kuda ini muncul, bikin mules dan merinding karena "serasa mimpi buruk" kalo ngutip ungkapan favorit isteri. Padahal si kuda adalah tokoh protagonis yang berusaha meraih simpati publik, bukan sejenisnya dedemit atau keluarganya mak Lampir. Nggak heran kalo publik dalam cerita benci sama ni kuda.
7. Records you wish had never been made
Samsons, memporak-porandakan image gw terhadap salahsatu tokoh jagoan legendaris jaman karuhun.
8. Records that you've just listened
Lagu-lagu di nomer 3, karena gak mungkin di tengah perjalanan harus ninggalin isteri dan mertua di mobil, karena mobil gw gak punya autopilot. Sementara mereka semua gak ada yang bisa nyetir.
9. Records You've been meaning to buy (...or steal)
Salahsatu band yang lagi naek daun, takut kepergok sepupu sewaktu lagi dengerin versi bajakannya.
10. Now, Tag ONE people
Cuma satu??? mmm 'kay...
1. Isteri 1. Dbaonk 1. Putra 1. Lala 1. Bayi Rafi 1. yang nekad baca postingan ini
Posted by Bayu on May 16, '05 5:19 AM for everyone
Hmm... mungkin kalo gw bikin entry serupa punyanya Jerry,
isinya cuman soal coba-coba berbagai jenis DOS, mulai dari PC-DOS versi
3.0, hingga MS-DOS versi 6.11, dan rata-rata mengenai kegunaannya dalam
maenin game-game jadul, jadi kurang seru....
Kenapa game?? Maklum lah, maen game di jaman dulu bukanlah hal yang
gampang... User harus punya derajat kecanggihan teknologi cukup tinggi
dalam ngotak ngatik file Config.sys dan Autoexec.bat di root C:\ nya
pake perintah "Copy con" atau "edit". Pengubahannya macem-macem, tapi
umumnya dengan menciptakan suatu system environment dengan minimal
application, agar tercapai jumlah dan setting free memory yang
dikehendaki (base, EMS, XMS).
Gimana, dah kedengeran cukup canggih belon? Hihihi
Masalah sering muncul karena game2 berbasis OS DOS yang geblek ini
tetep ngotot minta free base memory yang cukup gede (biasanya di
kisaran 512KB), walaupun kita bisa nyediain EMS atau XMS dengan jumlah
cukup, kala teknologi memori sudah sampai ke hitungan MB. Atau ratusan
kali itu sekarang (total memory sekarang sudah sampai itungan GB, alias
juta-KB). Jadinya, untuk bisa maen game yang dimaksud, user harus
nyiapin satu DOS khusus dimana Config.sys dan Autoexec.bat nya sudah
diset untuk environment game... But u know how floppy a floppy disk is,
eh?
Jaman dulu, untuk produktivitas tentu aja software yang wajib punya
adalah "WordStar", yang kemudian sempat tergoyahkan oleh kemunculan
"Chi Writer".
But thanks Bill Gates for Microsoft Windows... Thanks Steve Jobs for
Apple GUI... Thanks HP for GUI prototype dan Mouse. (Dah liat "Pirates
of Silicon Valley"?)
Pertama kali gw kenal OS ini ada, tentu aja gw pengen nyoba... waktu
itu kompie gw masih pake AT-286 16MHz yang nggak jelas MoBo nya apa
atau Chipsetnya apa... nggak memiliki arti significant back then...
Yang pasti kompie tersebut denger-denger sudah laik buat Windows, dan
adalah lonjakan cukup besar setelah sebelumnya kompie gw adalah
komputer bongsor XT 4.77 MHz, yang dibeli dengan susah-payah (oleh
nyokap).
Waktu pertama kali nemu gerai kopian software di sekitar jalan
Karapitan Bandung, si mpunya yang keliatan geek berat berhasil gw
dekati dan ajak ngobrol. Waktu itu, dia bilang kalau MS sedang gencar
menginspeksi pasar soal OS Windows 3.0, dan sampe menuntut para pengopi
software macem dia ke pengadilan, kalau ketauan.
Karena dah ngebet pengen nyoba, Informasi ini cuman gw tingkahi dengan pertanyaan...
"Ooh gitu... kalo saya mau, bisa ngopiin nggak?"
Pertanyaan tersebut dijawab dengan tatapan mata dingin penuh
kontemplasi dari si koko pemilik toko. Setelah terdiam selama beberapa
belas detik (gw dicuekin), dia akhirnya mengangguk... dan hari itu gw
pulang membawa tujuh (atau sebelas?) disket installasi MS Windows 3.0
yang gw jaga dengan sepenuh hati karena katanya sudah jadi barang
terlarang...
Komputer AT-286/16 tersebut berumur cukup lama. Casingnya medium tower,
dah pake disk-drive 3.5", monitor VGA, tapi gw lupa apa dia dah pake
hard disk ato belon... Setelah itu gw melompati AT-386 dan langsung
ngincer AT-486 masa awal dia baru keluar. Harga total sistem 486/66
dengan CD ROM 2X, ama Sound Card Sound Blaster 16, HD 40MB, Monitor
SVGA, totalnya adalah 5.3 juta rupiah. Waktu itu dollar Amrik masih
berada di kisaran 1500 rupiah. Ajegile... kalo sekarang duit $ 3.500
dah dapet komputer macem apaan coba?
Setelah 486/66MHz, gw lantas loncat ke Pentium I/120MHz dan karena ortu
udah pensiun, bertahan disana sampe sekitar taun 2002 waktu akhirnya gw
bisa beli komputer dengan duit gw sendiri! Nggak macem-macem, cuma
Celeron 1800MHz, tapi MoBo nya Asus. Then adek gw dengan gak sopannya
melangkahi dengan beli (nyicil ke gw, he he he), kompie dengan MoBo
lebih baru dari punya gw... hihh...
Dan btw, mouse pertama gw adalah keluaran Logitech, yang gw pake buat
suatu program graphic yang gw dapet dari toko yang sama. Harganya kl
gak salah Rp.150.000, alias sekitar... $ 100. Waktu itu gw masih SMP...
berarti awal taun 1990 deh.
Waktu pertama berkenalan dengan komputer, benda ini masih merupakan
barang mewah, tapi thanks God ortu gw berwawasan maju... jadi gw bisa
start early di dunia ini...
Kalau di dunia OS, sampe sekarang gw masih benci tapi butuh sama
Microsoft... Terutama karena kantong yang baru bisa beli PC spec
pas-pasan untuk kebutuhan marginal plus (kerja, sidejob, + hiburan). Gw
nggak niat pake Linux karena mengingatkan akan masa kelam yang
mengharuskan gw berkutat dengan line demi line perintah untuk sekedar
melaksanakan tugas sederhana, apalagi aplikasi digital graphic di Linux
masih nggak cukup kuat buat kerjaan2 gw sehari-hari.
Selain itu, sekarang gw ngerasa dah terlalu tua buat bergaul dengan
komputer dalam tahap low-level, cukuplah klik sana klik sini untuk
pemakaian sehari-hari, tergelak-gelak nonton Friends lewat DVD-ROM,
ngetik sepuluh jari buat nulis jurnal dan chat, serta hal-hal lainnya
yang nggak butuh kecanggihan teknik terlalu tinggi. Malah sekarang,
sidejob gw makin membutuhkan spec komputer yang makin irit... menulis!
Kasi Notebook Pentium I juga dah bisa beres...
Kalaupun perlu berkomunikasi dengan komputer dalam taraf low-level,
palingan cukuplah dalam dua atau tiga tahun sekali saat entah gimana,
Windows harus di-install ulang. Atau kalau ada kompie kantor yang
crash... atau kalau ada driver di salah satu komputer yang ngaco...
atau kalau komputer si boss kena virus dan harus diatasi dengan
penelusuran step-by-step di registri dan beragam file lain... atau
kalau nginstall hardware baru... Atau kalau beresin masalah jaringan
komputer kantor...
Eh... banyak juga ternyata ya? Damn... Padahal perasaan dulu gw ngelamar kerja disini buat jadi Web Designer deh... huhh...
 
(bay)
PC DOS - MS DOS - Win 3.0 - Win 95 - Win 98 - Win 2K.
Posted by Bayu on May 4, '05 4:37 AM for everyone
Bayu Amus Yunantias - Personal Character and Skill |  |  | | Ye | Bao; praise, commend, honor | Yi; harmony, pleasure, joy, be glad |
 |  |  | | Yin | Bin; cultivated, well-bred | yu; produce, give birth to; educate |
 |  |  | | Ye | Biao; mark, symbol | yi; art;talent, ability;craft |
Bayu Amus Yunantias - Strength and Power |  |  | | Yan | Bing; authority | yi; resolute, decisive, firm, persist |
 |  |  | | Yao | Bing; authority | ying; petal, flower, leaf, brave, hero |
Bayu Amus Yunantias - Mind and Intelligence |  |  | | YUan | Bin; cultivated, well-bred | yu; produce, give birth to; educate |
From here gitu lho
Posted by Bayu on Jan 18, '05 9:40 PM for everyone
| |