Bayu's posts with tag: alumni

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag alumni
Posted by Bayu on Mar 31, '08 1:48 AM for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Pidi Baiq
Awalnya kaget waktu tau Pidi buka blog di Multiply juga (http://pidibaiq.multiply.com/). Kagetnya karena gw kenal Pidi sebagai salahsatu senior SR (FSRD ITB) yang lumayan "mencrang" dikenal di berbagai angkatan mahasiswa. Dan dikenalnya ini bukan dalam hal terkait akademis... tapi dari segi...

kapasitas kegilaannya.

Tengok aja bukunya ini yang diangkat dari tulisan2 di blog nya, temanya sih lazim sekali; "catatan harian", tapi materi dan gaya penuturannya itu loh, buset! Buat yang nggak kenal Pidi, mungkin bakalan ngira kalau beliau ini rada-rada sinting.

(Tapi emang kesimpulan akhirnya gw juga tetep demikian sih).

Buku pertama Pidi "Drunken Monster - Kumpulan Kisah Tidak Teladan" ini memang harus disikapi dengan sedemikian; ini kumpulan kisah tidak teladan! Isinya berupa 'catatan harian' (eksperimen harian?) seorang Pidi Baiq, dalam menjalani hidupnya sehari-hari yang penuh dengan aneka kejahilannya.

Misalnya, gimana pada suatu pagi Pidi untuk naek angkot 09 (Cicaheum - Ciwastra) dalam perjalanannya ke kampus untuk rapat dengan direksi kampus (udah pake pakaian lengkap plus jas). Di tengah jalan ia lalu memutuskan buat tukar posisi jadi supir angkot, lalu beliin bakwan dan teh botol dan membagikan ke seluruh penumpang (walau nggak ada yang mau). Lalu berapa lama kemudian memutuskan buat mampir sebentar makan bubur dulu, dan dihardik "teu baleg!" (nggak bener!) oleh salah-seorang penumpang angkot yang sewot. Trus didekat kampus ia meminta semua penumpang turun tanpa harus bayar (dan didamprat tentunya) sambil lalu membawa angkot 09 masuk kampus dan disetop satpam di gerbang (tentunya).

Atau bawa tiga orang tukang becak di daerah rumahnya buat bantuin 'bawa barang belanjaan', sementara yang terjadi adalah mereka bertiga ditraktir makan (masih dalam seragam tukang becak) di salahsatu Cafe ngetop di Bandung. Sementara Pidi nya sendiri mampir ke Cafe sebelah, ngopi disana sambil ngamatin gimana reaksi para penghuni Cafe sebelah dengan kehadiran tiga temannya itu. Pulangnya, jemput anak-isteri dari acara kantor dan belanja aneka rupa barang di Supermarket, lalu... nganterin para tukang becak itu pulang ke rumah masing-masing, dengan duit, dan barang yang mereka pilih sendiri dari belanjaan yang tadi dia beli, plus, silaturahmi dengan keluarga tukang becak teresebut.

Atau... ngajak orang sekantor buat mandi air panas di Ciater, Subang, dan lapor ke penjaga pintu kalau mereka dari Rumah Sakit Jiwa Sumber Waras apa diijinkan buat masuk? Sedangkan waktu lapor ke manajer pemandian ngakunya sebagai tamu dari Medan yang bertanya apa mereka boleh mandi disitu walaupun bukan dari suku Sunda?

Atau gimana Pidi pagi2 maen ke Kebun Binatang Bandung dan bilang ke penjaga tiket mau nengok temen, sambil pake topeng macan? Setelahnya pura-pura ilang konci mobil dan minta tukang rujak buat bantuin nyungkil kaca jendela. Dan udahnya pura-pura nemu koncinya dari lubang knalpot, seakan-akan kuncinya itu tadi "kemakan" mobilnya sendiri. Dan udahnya ngasi si tukang rujak duit 150rb dengan syarat ia berenti jualan hari itu dan ngabisin waktu sama anak-anaknya yang masih kecil.

Nah... dah punya gambaran soal konsep kesintingan Pidi Baiq? Silakan baca bukunya lebih lanjut untuk ngikutin aneka eksperimen Pidi. Dijamin, bakalan either ngakak abiss... atau... pusing berat! (bay)


Posted by Bayu on Feb 24, '08 8:12 AM for everyone
Start:     Mar 22, '08 3:00p
Location:     Horison Resort Dago Pakar, Jl. Bukit Pakar Timur IV No. 88, Bandung 40198
Dress Code : Putih & Biru

Peserta :
  • Alumni SMPN 5 Bandung Angkatan 1989 ('86-'89)

  • Tenaga pengajar yang mengajar di SMPN 5 Bandung kurun waktu 86 – 89


Dana Partisipasi : Rp. 189.000,- / Peserta (makan malam, coffee break, buku direktori angkatan, cendera mata untuk tenaga pengajar, pengisi acara)

Dana Sukarela : Bebas

Panitia :
  • Riva Bonetty (0811 20 8xxx)

  • Pepy Febriany (0813 20 681xxx)

  • Irna Nuraeni (0817 98 83xxx)

  • Mediyana Agrivina (0811 23 7xxx)

  • Dian Prabowo (0818 090 92xxx)

  • Dimas Ranadireksa (0856 78 17xxx)

Dana Partisipasi dan sukarela dapat ditransfer ke :
  • BCA Cabang Banda Bandung
    No Rek 4491184072 a.n Riva Bonetty

  • BNI Cabang Jend Sudirman Bandung
    No Rek 0890089007 a.n. Mediyana

Catatan:
  • Biaya utk yg harus bawa keluarga: Rp. 125 rb per org dewasa (utk biaya makan dll), anak2 bebas biaya.
  • utk yg gak bisa dtg tapi mau buklet angkatan : kita blm bisa tentukan biayanya euy, krn tergantung ongkos kirim.. jd kalo bisa mah bayar penuh aja, itung2 nyumbang hehehe... ;-)
    batas pembayaran paling lambat tgl 12 maret 2008

Posted by Bayu on Mar 29, '07 3:20 AM for everyone
Tadi siang presentasi di depan kelas Desain Interiornya Universitas Pelita Harapan, Alhamdulillah lancar, nggak ada sekalipun kejadian blank-ing yang biasanya kerap terjadi. Ada beberapa mahasiswa yang nanya ini dan itu, tapi lebih ke arah produknya itu sendiri. Usut punya usut, ternyata mereka mau ada penugasan pembuatan exhibition stand dengan memanfaatkan produk yang dipresentasikan di hari itu... yang mana gw gak membahas mengenai ini sama sekali. Dasar Hengky gendeng... dia cuma bilang kalo gw perlu ngomong soal perkembangan desain didepan anak-anak desain UPH. Kalo tau yang dibahas fokusnya adalah produk, either gw tune-in materi presentasinya ke arah product knowledge, atau sekalian langsung aja para Product Officer yang ngomong. Tapi yah sudahlah, jadinya gw punya materi siap saji soal "Proses Desain Produk untuk Produksi Massal".

Selain dari kampusnya yang keren, tertib, dan food-court nya yang memukau (after all i'm one true epicurean inside), hal lain yang menjadi kejutan adalah ketika pak Kuntara bertanya mengenai latar-belakang pendidikan gw, dan lalu menghubung-hubungkan dengan keberadaan beberapa temen seangkatan gw disitu. Yah, gw tau kalau beberapa temen gw ngajar disini; Toni, July, dan Yukka. Tapi yang diluar dugaan adalah ketika beliau bertanya, "Kalau sama Kuya kenal?", disambut tatapan mata keheranan dari gw... Heu? Si Kuya ngajar disini juga? "Sama Diah Sunarini juga dong?", lanjut si bapak. "Heee??!?" Si Doel ngajar disini juga?? Trus si bapak ngasi tau kalo si Cherboy dan Yandi ('93) juga ternyata ngajar disini! Weleh weleh... bedol desa! FSRD ITB kepenuhan dosen kali ya, makanya mereka pada ngabur ke Jakarta... eh Karawaci.

Yang lucu waktu kemudian pak Kuncara nelpon July trus ngoper henpun nya ke gw... Si July jadi rada-rada lemot gitu waktu gw bilang lagi ada "disini", hehehehe. Begitu juga si Kuya, yang ternyata sedang ada di kampus juga saat itu. Waktu gw bilang sedang ada di ruangan 446, doi merespon "Heh? Eta mah kelas aing atuh?", hahaha. True, gw presentasi di kelas yang si Kuya kuliahi.

Waktu gak lama kemudian stunt double Rano Karno ini muncul, seperti biasa kalo ketemuan, ya gw salaman sambil rangkulan bahu... anak-anak pada ketawa. Dan jadilah si Kuya ngikutin pembicaraan gw dari awal sampe akhir... Udahnya July bergabung dan jadilah kami reunian kecil dahulu. Didapat kabar kalau ternyata Piping juga ngajar disini, dan dia bolak-balik setiap minggu pake kereta dari Surabaya!

Hmm... gaji ngajar disana covers buat ongkos transport bolak-balik Jakarta-Surabaya tiap minggu? Barangkali makanya pada bedol desa juga yah? =)

Hendi yang juga bergabung di detik-detik terakhir gw presentasi, pamit pulang duluan. Tadinya gw pengen menjajal dulu kantin UPH ini tapi ternyata mereka gak bisa gabung, dan duit gw tinggal cukup buat parkir dan tol! Hiks... makan di Padang deket kantor lagi deh...

Yang pasti, pada perjalanan pulang ke kantor terassa muncul suatu perasaan yang familiar sekali... Duh, kangen juga bicara didepan kelas... (bay)

Posted by Bayu on Sep 10, '06 10:54 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Bagian kedua dari foto-foto liputan Pasar Seni ITB 2006, setelah break rada lama dan ketemuan anak2 MPers lainnya yang pada baru dateng. Ade, gw dan adik memisahkan diri, bercermin dari pengalaman sebelumnya yang niat barengan tapi tetep aja pada kepisah jalannya =).

Sampe ketemu di... hmm... taun 2011?


Posted by Bayu on Sep 10, '06 10:28 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Bagian pertama dari foto-foto liputan Pasar Seni ITB 2006, mulai saat keberangkatan dari kediaman ida_baik di Muararajeun, jalan-jalan di Pasar Seni, ketemuan Tei dan Winda, hingga break rada lama dibelakang patung maskot Gajah Pasar Seni dan akhirnya (kembali) berpisah-pisah tujuan...

Thanks to Ida dan Agung yang dah nampung dan merawat kami selama di Bandung, semoga gak kapok yaaa =)


Posted by Bayu on Aug 10, '05 1:10 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Makan-makan SR'92 di bulan Juli 05, lokasi kediaman Ria "Mamih".

Posted by Bayu on Apr 6, '05 2:17 AM for everyone
Buzz Cafe, Pondok Indah, Jakarta, 03/04/05, Tengah hari.

Diiringi rintik gerimis, taxi yang saya kendarai beranjak memasuki pelataran parkir Buzz Cafe, yang terletak di jalan raya Pondok Indah. Di sudut parkiran ternyata telah terdapat dua kelompok peserta reuni dari Bandung, yang terlihat masih saling bersalaman. Semuanya bergaya santai ala masa kuliah, dan tak terdapat tanda-tanda ada peserta yang tertipu dengan dress code" fancy" yang sempat diisyukan pada beberapa peserta anonimous.

Segera setelah menyambut mereka semua, sayapun mengajak teman-teman untuk menuju ke lantai 1, ke tempat acara "Ciuman Massal 2005" akan digelar. Acara reunian ini adalah acara reuni akbar pertama angkatan '92 Fakultas Senirupa dan Desain ITB, setelah terpisah jarak dan kesibukan dalam beberapa tahun terakhir. Acara yang dilangsungkan tanggal 3/4/5 ini ( 3 April 2005) dihadiri oleh sebagian besar alumni angkatan '92 dari Jakarta, Bandung, dan beberapa pelosok dalam dan luar negeri. Tercatat sekitar 65 pendaftar dari total 86 orang alumni yang menyatakan kepastian hadir.

Bertindak selaku ketua panitia, adalah Mappaudang Ridwan Saleh (Udang), dibantu Riawaty Sutomo (Mamih) sebagai seksi sibuk (atau sibuk & seksi?), Bayu Yunantias Amus (Ubay) sebagai seksi promosi, Irawati (Paltok) sebagai seksi acara, Devi Remondi (Bo'im), Rihan Meurilla Pirous (Rihan), dan Elvira Novianti (Rhaken) yang menangani pembuatan souvenir dan materi AV lainnya, Rizal Agus (Cali) sebagai keamanan, Debbie Suryawan (Bebe) sebagai penyemangat, dan dari tim Bandung, Dikdik Sayahdikumullah (Dikdik), Rully Darmawan (Kuya), dan Sari Asih Joedawinata (Ceuceu) selaku koordinator kontingen Seni Murni dan Desain. Selain itu, tak sedikit pula sumbangan materi, transportasi, dan dukungan moril, dari seluruh alumni angkatan '92 yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Thanks berat buat semua pihak dan donatur yang telah membantu dengan tanpa pamrih!

Seiring hujan yang semakin deras, satu persatu alumni '92 pun bermunculan. Untung saja acara tidak jadi dilangsungkan di udara terbuka, jika tidak tentu kendala cuaca ini akan sangat mengganggu. Beberapa alumni nampaknya mendapat perhatian khusus, terutama karena penampilan yang telah banyak berubah. Diantara kelompok ini adalah Victor Lumunon (Viqi), yang tampil lebih beradab, Elwin Mok (Elwin) yang hadir dengan buah hatinya yang lucu, serta Kodrat Joko Warsono (Takdir), yang hadir bersama putrinya yang cantik, dengan seragam serasi.

Acara dibuka ketika waktu telah sedikit melewati pukul 12 siang, dimulai dengan sambutan dari Tegep Oktaviansyah (Seger), sebagai ketua angkatan '92. Setelah itu kita pun makan siang bersama-sama, dengan menu buffet yang disiapkan oleh Buzz cafe, terdiri dari Mixed Salad, Sup Krim Kentang, Nasi Wortel, Ayam Kecap, Daging Sapi Masak Sayur, dan Tumis Wortel Kacang Polong.

Suasana dan layout ruangan memang sedikit menimbulkan polarisasi antar beberapa kelompok kecil, hal ini terjadi karena setting tempat duduk yang rata-rata hanya bisa menampung kelompok kecil. Namun komunikasi tetap berjalan lancar, masing-masing peserta cukup aktif menyambut satu sama lain. Suasana kompak di masa lampau pun mulai kembali terasa.

Setelah acara makan siang berlangsung beberapa lama, Heru Hikayat (Heru) pun lantas kembali membuka acara dengan memberikan pengantar mengenai kegembiraan dari kembali berkumpulnya kita, sambil tak lupa mengingat mereka yang berhalangan hadir, termasuk anggota kita yang telah dipanggil menghadap Allah SWT, almarhum Vidi Lukman Korompis.

Untuk mengenang almarhum, Bo'im telah mempersiapkan sebuah film slide show berisi kumpulan foto Vidi selama masa ia masih ada bersama-sama barudak '92. Slide show yang diiringi ilustrasi lagu menyayat hati ini cukup mengharukan sebagian besar peserta reuni, walaupun rata-rata terlihat untuk berusaha tetap tegar.

Setelah pemutaran film selesai, acara dilanjutkan kembali dengan gossip mengenai angkatan '92 yang dipandu oleh Mamih dan Anton. Anton yang terasa mulai menangkap kembali momentum suasana, lantas mendapat penyaluran yang pas ketika didaulat untuk memandu acara berikutnya.

Sesuai dengan judul acara "Ciuman Massal", maka acara kontak fisik pun dimulai... Untuk tahap pertama, mamih dan Anton menunjuk Aribowo Juliarso (Bowo) yang terlihat makin mapan dengan lingkar pinggang melebar, untuk dilelang ciumannya kepada para peserta. Tak kurang dari Tegep, Camelia Mustikasari (Ika), dan Ristyo Eko Hartanto (Tanto) berupaya untuk mendapatkan kecupan mesra dari Jomblo idaman '92 ini, walaupun mereka harus mengalah kepada hasrat menggebu dari Hendrik Tandabrata (Hendrik) yang melakukan gebrakan di akhir penawaran sebagai penawar tertinggi.

Gerombolan kameramen amatir pun beranjak maju dengan antusias kala Hendrik melakukan pembayaran tunai dan meminta Bowo untuk bersiap dengan pose yang hot. Tak terduga, ternyata Hendrik menyimpan hasrat yang besar kepada Bowo, melebihi dugaan panitia akan penawar tertinggi yang sekiranya datang dari kaum hawa. Hm...

Barang bagus yang dilelang berikutnya adalah rekan kita yang kesensualannya tidak pernah memudar (malah makin hot), Rengganis Kisdarjono (Riri). Dara manis yang siang hari itu tampil lebih feminin, mendapat banyak tawaran menggebu-gebu dari para peserta pria, termasuk pembawa acara, Anton, yang berulang kali memohon pada isterinya untuk meminjamkan uang untuk menawar Riri.

Disela penawaran yang memanas, Tanto akhirnya memenangkan pasar tawaran dengan uang cash dan janji mengambil sisanya di ATM. Kecupan pun berlangsung mesra, dengan hasil dokumentasi yang menunjukkan kalau tertawar (Riri) terlihat lebih berhasrat daripada penawar (tanto)... he he he.

Penawaran atas kontestan berikutnya, Nanang, rupanya menyibak plot persekongkolan peserta untuk membiarkan Riri menang... Dan mantan sejoli made-in SR ini pun berkecupan mesra (pipi lhoo), diiringi riuh rendah peserta acara, dan tatapan tajam para penggemar berat Riri, dan juga penggemar berat Nanang.

Kontestan yang kemudian ditawarkan adalah rekan kita Rusmailia Lenggogeni (Lia), yang hari itu tampil chic, dan tidak lagi menunjukkan ciri-ciri devilish nya yang dulu melekat erat. Perubahan penampilan ini ternyata membangkitkan animo sangat tinggi dari para penawar, termasuk kaum wanitanya! Dan setelah pergulatan hebat, akhirnya Ika berhasil mendapatkan kecupan penuh nafsu dari Lia, dengan rekor bayaran tertinggi!... Hmm... ada apa dengan anak-anak SR ya?

Jomblo Idaman berikutnya yang ditawarkan adalah Glenny Irene (Irene). Dara langsing manis beraura tegar, dan mantan Danlap (Komandan Lapangan) Ospek angkatan '95 ini mendapat banyak penawaran dari kaum pria (Thanks God). Walaupun pasaran nyaris dimenangkan oleh kaum wanita, Tanto yang kelihatannya menyimpan segundang hasrat terpendam kembali memenangkan penawaran.

Dan sebagai barang dagangan terakhir, didaulat untuk tampil seorang pria lajang mapan cerdas berpenampilan ala bintang film Korea, Tony Sofyan (Tony). Tony yang saat ini menjalankan perusahaan konsultan interior, dan menjadi dosen di UPH ini mendapat sambutan antusias dari kaum wanita penggemar F4. Sayangnya Mayang selaku kepala fans F4 sudah meninggalkan acara sehingga Ika lah yang berhasil memenangkan kecupan penuh cinta dari Tony. Sebagai bukti atas daya tarik Tony, tak kurang dari isteri Anton pun (Riko) ikutan melakukan penawaran!

Tak kurang dari Ferry Lay Kana (Kuple), dan Alexandra Ira Sutioso (Alex), menelepon ketika acara berlangsung. Sayang sekali untuk acara reuni kali ini fasilitas web conference berlum bisa disediakan, sehingga rekan-rekan kita yang sedang berada di lain negara tidak bisa mengikuti jalannya acara. Sayangnya, beberapa peserta yang sudah konfirmasi datang ternyata berhalangan hadir, karena satu dan lain hal. Diantaranya adalah Bamby yang harus menjalankan tugas keluar negeri, Erwin yang belum pulih dari kecelakaan bermotor, Andrianto Wibisono (Bagong) yang harus kembali ke Bandung karena anaknya masuk rumah sakit, Ceuceu yang sedang kumat penyakit asma nya, dan Albertha Haryudant (Abe) yang sebelumnya sangat antusias mengikuti perkembangan pesiapan acara di milis. Namun demikian, beberapa peserta yang awalnya menyatakan tidak akan hadir, malah memberi kejutan dan muncul diakhir acara, diantaranya Danumurthi Mahendra (Monty) yang batal berangkat ke Aceh, dan Pridani Akbar (Pri) yang baru kembali dari Aceh, Djafar Amir (Djamir) yang malu-malu, dan Gembong Pandu Baskoro (Gembong), yang awalnya meragukan mengenai keabsahan acara reuni ini. Termasuk dalam kelompok ini, adalah Hendricus Jerome Situmorang (Icus) yang langsung digiring ketengah ruang untuk dilelang!

Hasil akhir kemesraan ini bisa dilihat di album dokumentasi acara yang akan diterbitkan kelak.

Setelah acara yang penuh hasrat tersebut berlalu, tibalah saat yang dinanti-nantikan untuk menjunjung judul acara reuni ini; "Ciuman Massal". Setelah dibuka dengan iringan yell-yell bersama yang dipandu oleh Ubay, seluruh peserta acara pun melakukan sun cipika cipiki terhadap peserta disampingnya, termasuk Ferry Agus (Fergus) yang awalnya segan, dan Avissena (Avis) yang melakukan ciuman tanpa bersentuhan.

Kalangan ibu-ibu baik hati seperti Rihan dan Fariza Amalia (Ba'iz) pun, akhirnya bisa bernapas lega ketika acara kontroversial ini bisa berlangsung tanpa dihiasi adegan-adegan yang akan menimbulkan mimpi buruk dan dikhawatirkan membuat cacat mental permanen anak-anak kecil mereka... (Atau membuka aib kehidupan masa kuliah yang berusaha mereka tutup-tutupi... he he he.)

Sambil menunggu rekan-rekan yang sedang melaksanakan sholat Ashar, Bo'im pun memainkan jari-jari terlatihnya pada tuts piano yang disediakan Buzz untuk mengiringi acara. Sebagai lagu pertama (dan terakhir), dikumandangkanlah lagu kenangan masa silam, oleh penyanyi kenamaan SR '92... Taska Tarmizi (Taskeuuu). Lagu yang dibawakan, apa lagi kalau bukan "Aku Pulang", lagu kenangan masa penyambutan wisudawan sepuluh tahun lampau. Taskeu yang rupanya telah berlatih selama sepuluh tahun terakhir, kembali membawakan lagu bernuansa melayu ini dengan lebih syahdu dan merdu, memancing simpati para peserta reuni dengan applause yang meriah.

Sebenarnya acara menyanyi bersama ini masih akan berlanjut, namun karena banyak peserta yang harus segera pulang, misalnya Firman Hawari (Piping) yang harus mengejar kereta kembali ke Surabaya, maka acara kita percepat ke sesi foto bersama. Sekitar 50-an peserta reuni yang tersisa lantas mengambil posisi ditengah-tengah ruangan untuk berpose terhadap kamera-kamera digital dan kamera video yang mengabadikan saat-saat bersejarah ini.

Setelah momen ini, masih banyak peserta reuni yang berkeliaran dan mengobrol, termasuk mencicipi kembali hidangan yang tersaji, yang sebelumnya kurang bisa dinikmati karena sibuk berkangen-kangenan.

Untuk mengakhiri acara, diselenggarakanlah kuis tebak-tebakan antar pasangan. Dari sekian banyak peserta lantas dipilih pasangan Hendrik - Melly, Hendriana Werdhaningsih (Henne) - Indra, Alfi Ichwandityo (Alfi) - Sofia Rahmah (Fifi), dan Avis - isteri. Alfi dan Fifi yang telah lama berumah-tangga, kelihatannya agak kesulitan menjawab pertanyaan semacam "Tanggal berapa jadian?", dan "Kapan kencan pertama kali setelah jadian?". Kedua pasangan ini berulang kali mendapat teguran dari juri karena kedapatan mencocokkan jawaban! Sebagai pemenangnya, dipilih pasangan Hendrik yang jawabannya cukup nyambung, dan kalau tidur hanya memakai "jaket kulit".

Setelah ini, acara masih berlangsung hingga sekitar pukul empat sore, kala kontingen dari Bandung sudah harus pamit karena bersiap pulang langsung ke Bandung. Acara pun diakhiri dengan janji untuk bertemu dan berkumpul kembali di tahun-tahun mendatang. Semoga kita bisa terus kompak dan saling bersahabat!

Untuk tindak lanjut dari acara reuni ini, kita merencanakan untuk mengakomodasi ide dari Riri, Tegep, Mamih, Alf, dan rekan-rekan lainnya untuk mengadakan suatu wadah asosiasi. Wadah ini sekiranya akan difungsikan untuk tetap menjaga hubungan baik, silaturahmi, sambil sekaligus menjalin kerjasama bisnis dengan memanfaatkan sumber daya tenaga yang angkatan '92 miliki.


Sekian sekilas info, wassalam,

Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di:
http://kangbayu.multiply.com/photos/album/18
http://boim.multiply.com/photos/album/3


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help