Buzz Cafe, Pondok Indah, Jakarta, 03/04/05, Tengah hari.
Diiringi rintik gerimis, taxi yang saya kendarai beranjak memasuki
pelataran parkir Buzz Cafe, yang terletak di jalan raya Pondok Indah.
Di sudut parkiran ternyata telah terdapat dua kelompok peserta reuni
dari Bandung, yang terlihat masih saling bersalaman. Semuanya bergaya
santai ala masa kuliah, dan tak terdapat tanda-tanda ada peserta yang
tertipu dengan dress code" fancy" yang sempat diisyukan pada beberapa
peserta anonimous.
Segera setelah menyambut mereka semua, sayapun mengajak teman-teman
untuk menuju ke lantai 1, ke tempat acara "Ciuman Massal 2005" akan
digelar. Acara reunian ini adalah acara reuni akbar pertama angkatan
'92 Fakultas Senirupa dan Desain ITB, setelah terpisah jarak dan
kesibukan dalam beberapa tahun terakhir. Acara yang dilangsungkan
tanggal 3/4/5 ini ( 3 April 2005) dihadiri oleh sebagian besar alumni
angkatan '92 dari Jakarta, Bandung, dan beberapa pelosok dalam dan luar
negeri. Tercatat sekitar 65 pendaftar dari total 86 orang alumni yang
menyatakan kepastian hadir.
Bertindak selaku ketua panitia, adalah Mappaudang Ridwan Saleh (Udang),
dibantu Riawaty Sutomo (Mamih) sebagai seksi sibuk (atau sibuk &
seksi?), Bayu Yunantias Amus (Ubay) sebagai seksi promosi, Irawati
(Paltok) sebagai seksi acara, Devi Remondi (Bo'im), Rihan Meurilla
Pirous (Rihan), dan Elvira Novianti (Rhaken) yang menangani pembuatan
souvenir dan materi AV lainnya, Rizal Agus (Cali) sebagai keamanan,
Debbie Suryawan (Bebe) sebagai penyemangat, dan dari tim Bandung,
Dikdik Sayahdikumullah (Dikdik), Rully Darmawan (Kuya), dan Sari Asih
Joedawinata (Ceuceu) selaku koordinator kontingen Seni Murni dan
Desain. Selain itu, tak sedikit pula sumbangan materi, transportasi,
dan dukungan moril, dari seluruh alumni angkatan '92 yang tidak bisa
disebutkan satu persatu. Thanks berat buat semua pihak dan donatur yang
telah membantu dengan tanpa pamrih!
Seiring hujan yang semakin deras, satu persatu alumni '92 pun
bermunculan. Untung saja acara tidak jadi dilangsungkan di udara
terbuka, jika tidak tentu kendala cuaca ini akan sangat mengganggu.
Beberapa alumni nampaknya mendapat perhatian khusus, terutama karena
penampilan yang telah banyak berubah. Diantara kelompok ini adalah
Victor Lumunon (Viqi), yang tampil lebih beradab, Elwin Mok (Elwin)
yang hadir dengan buah hatinya yang lucu, serta Kodrat Joko Warsono
(Takdir), yang hadir bersama putrinya yang cantik, dengan seragam
serasi.
Acara dibuka ketika waktu telah sedikit melewati pukul 12 siang,
dimulai dengan sambutan dari Tegep Oktaviansyah (Seger), sebagai ketua
angkatan '92. Setelah itu kita pun makan siang bersama-sama, dengan
menu buffet yang disiapkan oleh Buzz cafe, terdiri dari Mixed Salad,
Sup Krim Kentang, Nasi Wortel, Ayam Kecap, Daging Sapi Masak Sayur, dan
Tumis Wortel Kacang Polong.
Suasana dan layout ruangan memang sedikit menimbulkan polarisasi antar
beberapa kelompok kecil, hal ini terjadi karena setting tempat duduk
yang rata-rata hanya bisa menampung kelompok kecil. Namun komunikasi
tetap berjalan lancar, masing-masing peserta cukup aktif menyambut satu
sama lain. Suasana kompak di masa lampau pun mulai kembali terasa.
Setelah acara makan siang berlangsung beberapa lama, Heru Hikayat
(Heru) pun lantas kembali membuka acara dengan memberikan pengantar
mengenai kegembiraan dari kembali berkumpulnya kita, sambil tak lupa
mengingat mereka yang berhalangan hadir, termasuk anggota kita yang
telah dipanggil menghadap Allah SWT, almarhum Vidi Lukman Korompis.
Untuk mengenang almarhum, Bo'im telah mempersiapkan sebuah film slide
show berisi kumpulan foto Vidi selama masa ia masih ada bersama-sama
barudak '92. Slide show yang diiringi ilustrasi lagu menyayat hati ini
cukup mengharukan sebagian besar peserta reuni, walaupun rata-rata
terlihat untuk berusaha tetap tegar.
Setelah pemutaran film selesai, acara dilanjutkan kembali dengan gossip
mengenai angkatan '92 yang dipandu oleh Mamih dan Anton. Anton yang
terasa mulai menangkap kembali momentum suasana, lantas mendapat
penyaluran yang pas ketika didaulat untuk memandu acara berikutnya.
Sesuai dengan judul acara "Ciuman Massal", maka acara kontak fisik pun
dimulai... Untuk tahap pertama, mamih dan Anton menunjuk Aribowo
Juliarso (Bowo) yang terlihat makin mapan dengan lingkar pinggang
melebar, untuk dilelang ciumannya kepada para peserta. Tak kurang dari
Tegep, Camelia Mustikasari (Ika), dan Ristyo Eko Hartanto (Tanto)
berupaya untuk mendapatkan kecupan mesra dari Jomblo idaman '92 ini,
walaupun mereka harus mengalah kepada hasrat menggebu dari Hendrik
Tandabrata (Hendrik) yang melakukan gebrakan di akhir penawaran sebagai
penawar tertinggi.
Gerombolan kameramen amatir pun beranjak maju dengan antusias kala
Hendrik melakukan pembayaran tunai dan meminta Bowo untuk bersiap
dengan pose yang hot. Tak terduga, ternyata Hendrik menyimpan hasrat
yang besar kepada Bowo, melebihi dugaan panitia akan penawar tertinggi
yang sekiranya datang dari kaum hawa. Hm...
Barang bagus yang dilelang berikutnya adalah rekan kita yang
kesensualannya tidak pernah memudar (malah makin hot), Rengganis
Kisdarjono (Riri). Dara manis yang siang hari itu tampil lebih feminin,
mendapat banyak tawaran menggebu-gebu dari para peserta pria,
termasuk pembawa acara, Anton, yang berulang kali memohon pada
isterinya untuk meminjamkan uang untuk menawar Riri.
Disela penawaran yang memanas, Tanto akhirnya memenangkan pasar tawaran
dengan uang cash dan janji mengambil sisanya di ATM. Kecupan pun
berlangsung mesra, dengan hasil dokumentasi yang menunjukkan kalau
tertawar (Riri) terlihat lebih berhasrat daripada penawar (tanto)... he
he he.
Penawaran atas kontestan berikutnya, Nanang, rupanya menyibak plot
persekongkolan peserta untuk membiarkan Riri menang... Dan mantan
sejoli made-in SR ini pun berkecupan mesra (pipi lhoo), diiringi riuh
rendah peserta acara, dan tatapan tajam para penggemar berat Riri, dan
juga penggemar berat Nanang.
Kontestan yang kemudian ditawarkan adalah rekan kita Rusmailia
Lenggogeni (Lia), yang hari itu tampil chic, dan tidak lagi menunjukkan
ciri-ciri devilish nya yang dulu melekat erat. Perubahan penampilan ini
ternyata membangkitkan animo sangat tinggi dari para penawar, termasuk
kaum wanitanya! Dan setelah pergulatan hebat, akhirnya Ika berhasil
mendapatkan kecupan penuh nafsu dari Lia, dengan rekor bayaran
tertinggi!... Hmm... ada apa dengan anak-anak SR ya?
Jomblo Idaman berikutnya yang ditawarkan adalah Glenny Irene (Irene).
Dara langsing manis beraura tegar, dan mantan Danlap (Komandan
Lapangan) Ospek angkatan '95 ini mendapat banyak penawaran dari kaum
pria (Thanks God). Walaupun pasaran nyaris dimenangkan oleh kaum
wanita, Tanto yang kelihatannya menyimpan segundang hasrat terpendam
kembali memenangkan penawaran.
Dan sebagai barang dagangan terakhir, didaulat untuk tampil seorang
pria lajang mapan cerdas berpenampilan ala bintang film Korea, Tony
Sofyan (Tony). Tony yang saat ini menjalankan perusahaan konsultan
interior, dan menjadi dosen di UPH ini mendapat sambutan antusias dari
kaum wanita penggemar F4. Sayangnya Mayang selaku kepala fans F4 sudah
meninggalkan acara sehingga Ika lah yang berhasil memenangkan kecupan
penuh cinta dari Tony. Sebagai bukti atas daya tarik Tony, tak kurang
dari isteri Anton pun (Riko) ikutan melakukan penawaran!
Tak kurang dari Ferry Lay Kana (Kuple), dan Alexandra Ira Sutioso
(Alex), menelepon ketika acara berlangsung. Sayang sekali untuk acara
reuni kali ini fasilitas web conference berlum bisa disediakan,
sehingga rekan-rekan kita yang sedang berada di lain negara tidak bisa
mengikuti jalannya acara. Sayangnya, beberapa peserta yang sudah
konfirmasi datang ternyata berhalangan hadir, karena satu dan lain hal.
Diantaranya adalah Bamby yang harus menjalankan tugas keluar negeri,
Erwin yang belum pulih dari kecelakaan bermotor, Andrianto Wibisono
(Bagong) yang harus kembali ke Bandung karena anaknya masuk rumah
sakit, Ceuceu yang sedang kumat penyakit asma nya, dan Albertha
Haryudant (Abe) yang sebelumnya sangat antusias mengikuti perkembangan
pesiapan acara di milis. Namun demikian, beberapa peserta yang awalnya
menyatakan tidak akan hadir, malah memberi kejutan dan muncul diakhir
acara, diantaranya Danumurthi Mahendra (Monty) yang batal berangkat ke
Aceh, dan Pridani Akbar (Pri) yang baru kembali dari Aceh, Djafar Amir
(Djamir) yang malu-malu, dan Gembong Pandu Baskoro (Gembong), yang
awalnya meragukan mengenai keabsahan acara reuni ini. Termasuk dalam
kelompok ini, adalah Hendricus Jerome Situmorang (Icus) yang langsung
digiring ketengah ruang untuk dilelang!
Hasil akhir kemesraan ini bisa dilihat di album dokumentasi acara yang akan diterbitkan kelak.
Setelah acara yang penuh hasrat tersebut berlalu, tibalah saat yang
dinanti-nantikan untuk menjunjung judul acara reuni ini; "Ciuman
Massal". Setelah dibuka dengan iringan yell-yell bersama yang dipandu
oleh Ubay, seluruh peserta acara pun melakukan sun cipika cipiki
terhadap peserta disampingnya, termasuk Ferry Agus (Fergus) yang
awalnya segan, dan Avissena (Avis) yang melakukan ciuman tanpa
bersentuhan.
Kalangan ibu-ibu baik hati seperti Rihan dan Fariza Amalia (Ba'iz) pun,
akhirnya bisa bernapas lega ketika acara kontroversial ini bisa
berlangsung tanpa dihiasi adegan-adegan yang akan menimbulkan mimpi
buruk dan dikhawatirkan membuat cacat mental permanen anak-anak kecil
mereka... (Atau membuka aib kehidupan masa kuliah yang berusaha mereka
tutup-tutupi... he he he.)
Sambil menunggu rekan-rekan yang sedang melaksanakan sholat Ashar,
Bo'im pun memainkan jari-jari terlatihnya pada tuts piano yang
disediakan Buzz untuk mengiringi acara. Sebagai lagu pertama (dan
terakhir), dikumandangkanlah lagu kenangan masa silam, oleh penyanyi
kenamaan SR '92... Taska Tarmizi (Taskeuuu). Lagu yang dibawakan, apa
lagi kalau bukan "Aku Pulang", lagu kenangan masa penyambutan wisudawan
sepuluh tahun lampau. Taskeu yang rupanya telah berlatih selama sepuluh
tahun terakhir, kembali membawakan lagu bernuansa melayu ini dengan
lebih syahdu dan merdu, memancing simpati para peserta reuni dengan
applause yang meriah.
Sebenarnya acara menyanyi bersama ini masih akan berlanjut, namun
karena banyak peserta yang harus segera pulang, misalnya Firman Hawari
(Piping) yang harus mengejar kereta kembali ke Surabaya, maka acara
kita percepat ke sesi foto bersama. Sekitar 50-an peserta reuni yang
tersisa lantas mengambil posisi ditengah-tengah ruangan untuk berpose
terhadap kamera-kamera digital dan kamera video yang mengabadikan
saat-saat bersejarah ini.
Setelah momen ini, masih banyak peserta reuni yang berkeliaran dan
mengobrol, termasuk mencicipi kembali hidangan yang tersaji, yang
sebelumnya kurang bisa dinikmati karena sibuk berkangen-kangenan.
Untuk mengakhiri acara, diselenggarakanlah kuis tebak-tebakan antar
pasangan. Dari sekian banyak peserta lantas dipilih pasangan Hendrik -
Melly, Hendriana Werdhaningsih (Henne) - Indra, Alfi Ichwandityo (Alfi)
- Sofia Rahmah (Fifi), dan Avis - isteri. Alfi dan Fifi yang telah lama
berumah-tangga, kelihatannya agak kesulitan menjawab pertanyaan semacam
"Tanggal berapa jadian?", dan "Kapan kencan pertama kali setelah
jadian?". Kedua pasangan ini berulang kali mendapat teguran dari juri
karena kedapatan mencocokkan jawaban! Sebagai pemenangnya, dipilih
pasangan Hendrik yang jawabannya cukup nyambung, dan kalau tidur hanya
memakai "jaket kulit".
Setelah ini, acara masih berlangsung hingga sekitar pukul empat sore,
kala kontingen dari Bandung sudah harus pamit karena bersiap pulang
langsung ke Bandung. Acara pun diakhiri dengan janji untuk bertemu dan
berkumpul kembali di tahun-tahun mendatang. Semoga kita bisa terus
kompak dan saling bersahabat!
Untuk tindak lanjut dari acara reuni ini, kita merencanakan untuk
mengakomodasi ide dari Riri, Tegep, Mamih, Alf, dan rekan-rekan lainnya
untuk mengadakan suatu wadah asosiasi. Wadah ini sekiranya akan
difungsikan untuk tetap menjaga hubungan baik, silaturahmi, sambil
sekaligus menjalin kerjasama bisnis dengan memanfaatkan sumber daya
tenaga yang angkatan '92 miliki.
Sekian sekilas info, wassalam,
Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di:
http://kangbayu.multiply.com/photos/album/18
http://boim.multiply.com/photos/album/3