Bayu's posts with tag: bali
Posted by Bayu on Nov 29, '06 12:41 AM for everyone
Gara-gara baca jurnalnya Ida soal menyambut Rafi, gw jadi keinget pengalaman pribadi yang mirip... Bukan, bukan pengalaman ngelahirin, tapi pengalaman yang mirip soal "kapan harus ngeden". Pantai Kuta, Bali, sekitar taun 1993, dalam rangka event nasional TKMDI (Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia) di Denpasar. Sebagai salahsatu junior yang sangat beruntung bisa terbawa rombongan
delegasi kampus, maka gw pun berniat untuk memanfaatkan kesempatan ini
sebaik-baiknya. Setelah pengalaman pertama makan sushi di Warung Made bersama senior
unik bernama buah-buahan, maka pengalaman berkesan berikutnya dari
kunjungan saat itu terjadi di pantai Kuta. Walaupun gw bukan termasuk mereka yang gemar ber-telanjang ria di pantai, karena pada tahun itupun bagian perutnya sudah menggelembung, tapi kesempatan yang hadir tersebut terlalu sayang untuk disia-siakan. Pantai Kuta, deretan pantai putih membentang panjang ini merupakan salahsatu tujuan wisata utama di Bali. Berdekatan dengan garis pantai, terdapat aneka ragam toko yang menjual beragam pernak-pernik unik, termasuk restoran-restoran yang menghidangkan aneka hidangan seafood, yang pangsanya lebih ditujukan untuk turis asing, mengingat harga yang ditawarkannya. Di sekitar garis pantai sendiri, terdapat banyak pedagang asong yang menjajakan aneka barang kerajinan, dan juga aneka jasa layanan semisal kepang rambut dan tattoo temporer.  Selain dari para turis yang asik dengan kegiatannya masing-masing, maka salahsatu penghuni khas daerah ini adalah para peselancar; pemuda-pemuda tegap dengan kulit berwarna bronze dan rambut kriwil. Karena memiliki waktu sangat banyak untuk berlatih, otomatis mereka menjadi sangat mahir mengarungi ombak dengan papan seluncurnya. Tertarik untuk mencoba, apalagi setelah mendapati kalau oom Thoriq saat itu sudah piawai berselancar (dan saat itu sedang mengajari beberapa kaum hawa), maka gwpun dengan berbesar hati menyewa sebilah papan selancar dan langsung menuju laut. Berbekal kemampuan renang yang lumayan, plus pelajaran surfing dari film " Point Break", maka gw yakin gw pun akan baek-baek saja. Ternyata untuk bisa berdiri diatas papan selancar bukanlah hal yang mudah. Antara berbaring, berdiri dengan tangan, dan melompat jongkok, semuanya harus dilakukan dengan tepat waktu dan tepat sasaran. Berkali-kali ombak dateng, maka paling banter gw cuma bisa berlutut diatas papan, yang mana selalu berakhir dengan terguling dan masuk aer dengan cepat... Menjaga keseimbangan untuk bahkan bisa sekedar berdiri diatas papan ternyata bukanlah hal yang gampang! Ditambah lagi dengan datangnya ombak yang tidak teratur, maka kesempatan untuk berlatih pun menjadi sulit. Merasa perairan disekitar gw 'berselancar' terlalu ramai, plus gak sabaran menunggu ombak datang, maka gwpun bergerak menyambut ombak yang lain... gagal berdiri, gwpun bergerak menyambut ombak lainnya... terus... terus... terus. Sampai pada suatu ketika gwpun memperhatikan keadaan sekeliling dan bertanya-tanya dalam hati... "Eeh, pantai mana ya...??"Menjaga diri supaya tetap tenang, gw celingukan dan memperhatikan sekeliling hingga akhirnya dapat mengenali suatu pemandangan di kejauhan diantara buih-buih ombak. Deretan pasir putih dengan orang-orang berukuran mungil.... GLEK! Gw sudah berada terlalu jauh dari pantai! Iseng-iseng gwpun mencoba turun dari papan selancar dan mencoba mencari tahu apa masih ada daratan dibawah gw... tapi setelah dipikir-pikir secara logika, dan mengingat-ingat pelajaran IPA masa sekolah dulu, maka gak mungkin lah gw bisa meraih dasar laut di daerah itu sekedar dengan menggantung di papan seluncur. Segera saja gwpun kembali berbaring di papan seluncur. Bingung... Tapi yang pasti gw harus tetep tenang dan fokus... Pelan-pelan gw coba lagi buat kembali kearah pantai... yang mana ternyata kurang sukses karena setelah sekian lama mencoba pun pantai tetap terlihat jauh... walaupun gw ngerasa cukup jago berenang, tapi dalam mengayuh papan selancar, maka gaya yang dipakai terbatas pada gaya bebas... gaya yang gw gak kuasai baik... Tak lama kemudian seorang bule yang sedang berselancar disekitar situ mendekati... setelah mengamati keadaan, dengan cepat dia bisa mengambil kesimpulan... dan berlangsunglah percakapan singkat yang masih terngiang di kepala gw sampe detik ini... "You're not a strong peddler, are you?!", seru si bule dengan tampang serius "Hehehe... no, i'm not", jawab gw sambil terus berusaha mengayuh kearah pantai dengan gaya bebas "Go back to the white waters!", serunya menambahi "Well... I am trying to, thanks", jawab gw masih cengengesan Si bule lantas berkeliling disekitar gw beberapa kali, lalu menjauh sambil tetap mengamati. Saat itu gwpun berusaha untuk tetap tenang, walau tetep bingung kenapa koq sekuat apapun gw mengayuh, progressnya tetep lambat banget... bahkan pada beberapa saat gw perhatikan, bukannya bergerak maju gw malah seakan bergerak mundur!Setelah dipelajari, ternyata walaupun ombak bergerak kearah pantai, gw seakan terikat ke suatu titik stasioner di permukaan air... dimana pada saat ombak menerjang, memang ada dorongan maju, tapi pada saat ombak menjauh, ada dorongan balik yang cukup kuat! Menyadari hal ini, dan karena tangan gw mulai lemes, maka gwpun berpikir untuk atur strategi... perhatikan dan "baca" kondisi, maka gwpun memutuskan untuk memanfaatkan sebisa mungkin dorongan maju dari ombak yang datang, dan beristirahat saat terjadi dorongan balik. (mirip kan, sama aturan ngeden pas melahirkan?) Jadi, kala gw rasakan ombak mendekat dan gw mendapat dorongan maju, gwpun mengayuh dengan sekuat tenaga. Namun begitu dirasa ombak berlalu dan gw kembali tertarik kebelakang, gw berdiam diri sambil beristirahat. Ombak datang, kayuh! Ombak berlalu, diem. Begitu seterusnya tanpa mikir apa-apa lagi... Sampe akhirnya.... gw rasakan samar-samar sudah terdengar suara-suara lain selain dari deburan ombak yang pecah... suara-suara manusia! Gwpun mengangkat kepala dan perhatikan kalau garis pantai sudah dekat, dan terlihat banyak orang yang sedang bermain air ditepi pantai. Alhamdulillah... strategi mengayuh berhasil dengan baik... dan Alloh SWT masih prefer gw kembali dengan selamat. (bay) p.s.: "White waters" disini maksudnya perairan dekat pantai. Konotasi warna putih ini sendiri didapat karena banyaknya buih ombak yang pecah dipantai sehingga dari kejauhan terlihat seakan laut berwarna putih. foto dari: http://jdwatersports.com
Posted by Bayu on Nov 17, '06 10:43 AM for everyone
 Jimbaran... Setelah berhasil mencapai tujuan tanpa nyasar, kamipun beranjak turun dari mobil. Para greeter pun menyambut kami dari antara deretan warung-warung seafood yang berjajar. Dari area parkir, hanya terlihat deretan warung tempat makan biasa, yang juga sepi... Teringat pesan teman perjalanan di pesawat tadi sore, gw pun lantas bergerak menuju deretan ujung warung untuk mencari "Sekar Agung" yang dimaksud. Sayangnya nggak ketemu, padahal cuma ada sekitar enam atau delapan deretan warung disana. Adapun salahsatu warung dibagian depan memang memiliki nama yang mirip, namun gw gak mau gambling dan milih nurut saja dengan rekomendasi boss untuk mampir ke Menega. Somehow that name sounds familiar... Setelah terkagum-kagum dengan aneka pilihan seafood yang mereka sajikan, dan memilih menu untuk santapan kami malam itu, kamipun beranjak ke bagian belakang warung. Disinilah keajaiban dimulai. Di hadapan kami, dalam suasana malam yang gelap, terhamparlah puluhan cahaya lilin dari atas meja-meja kayu yang ditempatkan diatas pasir pantai. Spektakuler... ditambah lagi dengan banyaknya cahaya rumah di kejauhan yang menambah romantis suasana. Memang tempat ini cocoknya buat pacaran, bukan business meeting. Walaupun kadang udara panas cukup terasa, namun hembusan sepoi angin laut membantu mendinginkan udara. Untung aja waktu itu gw pake kaos kutung jadinya gak terlalu berkeringet.  Kami memilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari deretan awal, dan ternyata berada pas disebelah "ground zero" nya Bom Bali II. Beberapa turis terlihat sedang berfoto bersama disana. Oh, mungkin karena inilah kenapa nama "Menega" terdengar familiar di telingaku. Area "ground zero" ini sendiri diperlakukan tidak selayaknya suatu tempat kemalangan, karena kami dapati banyak umbul-umbul dan hiasan janur didirikan disana, selain dari semacam tugu sederhana yang dikelilingi oleh pagar bambu setinggi setengah badan. Teringat cerita teman seperjalanan tadi yang juga berujar kalau Bali masih belum pulih dari tragedi tersebut karena masih belum dianggap aman oleh negara-negara utama asal turis semisal Jepang dan Australia. Tak lama kemudian, perasaan sendu pun kembali berganti dengan perasaan excited saat makanan pesanan kami datang. Gw coba mengambil beberapa gambar namun kurang berhasil. Gelapnya pencahayaan di meja kami membuatku kesulitan untuk melakukan framing yang benar. Plus, wajib memakai blitz. Acara pemotretan tidak berlangsung lama karena rasa lapar sudah mendesak... segera saja piring kami diisi dengan nasi dan aneka lauk yang tersaji dan... kamipun membisu diantara kesibukan tangan dan mulut...  Acara malam itu diakhiri dengan jalan-jalan ke Nusa Dua, dimana terdapat hotel-hotel super mewah dalam satu area yang dijaga ketat. Di Westin kami sempat berfoto-foto, sebelum akhirnya masuk ke bagian dalam hotel. Personally menurutku suasananya terlalu "sterile" untuk bisa menangkap excitement Bali, dan untuk mendapatkan suasana seperti ini tidaklah harus jauh-jauh ke Bali. Namun demikian, hotel dengan tarif kamar mencapai 2 juta rupiah ++ per-malam ini rupanya sudah fully booked hingga beberapa waktu kedepan. Dalam perjalanan pulang, si boss menyetir dengan mantap sementara gw mulai kalah oleh rasa capai dan kenyang. Sesudah lembur di weekend sebelumnya, mempersiapkan keberangkatan hingga siang hari tadi, dan akhirnya tiba di Bali malam ini, rasanya tubuh gw udah butuh istirahat. Bessoknya si boss bbercerita kalau malem itu gw mendengkur dengan keras... hehehe... sorry ya boss. Pagi keesokan harinya, barulah ge temui suatu masalah; toilet di kamar yang kami tempati tidak memiliki water sprayer, alias harus cebok pake tisyu... eeeuuuuggghhhhhhh! Plis deh, gw sebagai orang timur akan sangat tersiksa dengan tissue-based toilets. Namun karena gak ada pilihan akhirnya yo wis... ngosongin tengki sebelum long day ahead.  Nyempetin buat ke pantai dulu sebentar kalo-kalo besoknya gak sempet, pagi itu pantai masih sepi dan hanya terdapat beberapa pelancong sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Banyak yang mengubur diri di pasir... hmm... demi keperluan medis kah? Pagi itu pula terdapat sekelompok pria yang mengambil air dari laut dan dimasukkan kedalam jerigen-jerigen 20 liter untuk kemudian dibawa pergi oleh mobil bak. Mungkin mereka ini mirip dengan tukang jualan aer bersih di pelosok Jakarta, hanya saja konsumennya adalah para pemilik aquarium aer laut. Pulang ke hotel untuk sarapan, ternyata buffet breakfastnya not bad at all! Walaupun pilihan menunya terbatas, tapi ada beberapa yang cukup menarik; nasi goreng, sosis, baked veggie with mozarella, dan cheese omelette. Di sisi lain terdapat pilihan bubur ayam, miso shiru, sushi veggie, cold cuts dengan pilihan menu lokal (tahu, tempe, ayam panggang), serta salad dengan aneka dressings. Sedangkan bagi yang memilih untuk sarapan ringan, maka di sisi meja lainnya tedapat aneka macam roti toast dengan aneka selai, sereal dengan susu dingin, jus, dan buah segar. Namun nggak seperti buffet-buffet lainnya yang bisa dinikmati dengan santai, pagi itu kami harus bergegas karena walaupun jam masih menunjukkan pukul 7 pagi, di Bali ini berarti sudah masuk pukul 8, akibat perbedaan waktu satu jam antara WIB - WITA. Ada satu stand kosong yang harus segera kami rias sebelum tamu berdatangan di pukul 10 pagi! Rekan-rekan 3M security hari itu lebih santai karena mereka menyewa kontraktor untuk mengerjakan dan mempersiapkan stand yang akan mereka tempati. Bukan hanya soal persiapan, untuk berjagapun mereka memilih mengenakan t-shirt sementara kami memilih mengenakan batik! Huhuhuhuhu... padahal Bali di siang hari kan panas banget!
Posted by Bayu on Nov 16, '06 2:30 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri penutupan acara berupa makan malem bersama para pustakawan di heli-pad pinggir pantai nya hotel Discovery Kartika Plaza.
Plus, foto-foto hasil kunjungan ke salahsatu warung makan lucu disekitar Simpang Siur, Denpasar.
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 1:22 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto makan malem di Jimbaran.
Daerah ujung Bali sebelah Selatan ini ngetop dengan aneka seafood bakar nya, yang dinikmati di meja-meja di sisi pantai berpasir... marvellous! Tadinya kirain bakalan kena "tembak" dan pulang dengan cemberut =P, tapi price-wise ternyata masih reasonable lah untuk itungan makan malem dengan experience "out-of-this-world" seperti ini.
Untuk ulasan lebih komplit soal makanan mampir kesini ya: http://epicurina.multiply.com/photos/album/112
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 12:49 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri jalan-jalan di pantai.
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 12:20 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto bekerja; jaga stand dari pagi sampe sore. 8-}
|
Posted by Bayu on Nov 15, '06 11:10 PM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto tempat nginep; "Rama Beach Hotel", Tuban, Bali, yang nggak ada "beach" nya samasekali karena masih berjarak 50 meter-an dari pinggir pantai... Tapi cukup asik buat sejenak melupakan penat nya kehidupan Metropolis.
|
Posted by Bayu on Nov 15, '06 10:09 PM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto perjalanan udara.
|
Posted by Bayu on Nov 10, '06 4:16 AM for everyone Sekarang udah confirmed, tanggal 13 - 15 November ini gw bakalan berangkat ama boss buat ngikutin Kongres IPI ke-10 di Bali! Hal ini sudah tentu membuat isteri cemberut karena artinya dia bakalan ditinggal buat beberapa hari sementara suaminya pergi "berlibur". Padahal suaminya berangkat juga karena tuntutan kantor, kebetulan aja tujuannya ke tempat liburan paling ngetop se-Endonesiah ini. Akibat lain dari agenda ini, adalah gw yang harus kebut2an nyiapin material buat keikutsertaan di acara ini, apalagi para boss surprisingly akhirnya suka ama salahsatu dari dizain gw buat logo perusahaan yang baru! Yay! Kartunama baru!
Tadinya sih emang kepikiran mo ngajak isteri biar sekalian honimun... tapi dipikir-pikir duit lagi cekak, plus disananya juga isteri bakalan banyak ditinggal... alamat doi tidur seharian di kamar... lha apa bedanya ama di Jakarta? Nggak ah, nggak seru... Apalagi kalo sampe kejadian kayak di "Lost in Translation" gimanah??
Baidewei Baswey, kenapa Journal Compose nya MP jadi kacau begini sih diliat pake FF 1.5.0.8? Even ganti line pake "enter" aja jadi mandul, harus pake tag HTML baru mau. Jadi deh kepaksa balik lagi ke IE...
Sesudah beres bikin dizain buat XBanner dan poster, tinggal sekarang beresin bikin satu lagi poster baru deh ke percetakan. Dari informasi temen-temen, ada beberapa tempat yang bisa dijadiin alternatif untuk urusan ini, dan gw dah bikin janji sama salahsatu diantaranya. Tadinya sih mo sore ini kesananya, tapi keliatannya waktunya mepet banget jadilah batal. Abis ke percetakan ntar, rencana selanjutnya adalah gw harus ngasi frame buat dua poster tersebut, baru deh persiapan acara beres... Tinggal mikirin gimana caranya supaya barang2 tersebut aman dibawa via pesawat terbang... soalnya jadi parno kalo nginget kasus-kasus bagasi ilang dari temen2.
Acaranya sendiri tentulah terkait Perpustakaan, cuma keikutsertaan gw dalam hal ini bukanlah sebagai peserta kongres, seminar, ataupun pustakawan, tapi sebagai konsultan ILS (Integrated Library System) dari salahsatu vendor aplikasi dibidang ini. Pengen sih ikutan seminarnya kalo bisa, karena topiknya menarik... cuma gak tau kantor nge-arrange nya gimana, secara biaya keikutsertaan yang nyaris 1jt per-orang. PLUS gw kan harus jaga stand. hehehe
Buat nginep, kantor milih Rama Beach Hotel, salahsatu hotel yang deket ma Discovery KC tempat acara ntar. Waktu liat foto2nya tu hotel, gw langsung excited!... Namun demikian, Chika mencoba membumikan gw dengan ngasi tau kalo hotel-hotel Bali sih banyak yang exagerrated nya alias bagus difoto doang... Oh well, kembali ke realita dengan re-assuring myself bahwa gimanapun rencana gw kesini adalah for work. Minimal dapet tempat bobo empuk, adem, ma dapet makan pagi gratis dah cukup. Internet? Bisaaaa, seandainya saja dengan colok idung gw bisa browsing....
Namun demikian, preliminary research dan preparation adalah perlu... Minimal kalo lagi gak ada acara, gw bisa melampiaskan napsu epicurean gw dengan mengunjungi tempat2 ber-rekomendasi baik di sekitar daerah ini. Makanya sekarang gw perlu Googling ma browse catetan2 perjalanan temen-temen dulu buat cari tau ... Kalo ada rekomendasi dan informasi bakalan diterima dengan senang hati juga.
MP-ers Bali, bakal sempet ketemuan?
Posted by Bayu on Nov 10, '06 4:15 AM for everyone | Start: | Nov 14, '06 | | End: | Nov 16, '06 | | Location: | Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali |
"Meningkatkan Kualitas Pustakawan Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Memiliki Literasi Informasi" Kongres dan seminar oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), bertujuan untuk meningkatkan peranan IPI dalam forum kerjasama perpustakaan dan pembangunan nasional, serta meningkatkan wawasan pustakawan dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi. Acara ini akan dihadiri oleh pengurus dan anggota IPI Pusat, IPI Daerah dan Cabang, Pustakawan, para pengelola perpustakaan, Mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan, dokumentasi, dan Informasi, serta pemerhati masalah Perpustakaan.
| |