Bayu's posts with tag: books

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag books
Posted by Bayu on Apr 23, '08 10:20 PM for everyone
Akhirnya... diringi perasaan sesak dan galau, buku laris "Laskar Pelangi" pun habis dibaca. Terpukul sekali ngebaca kisah akhir Lintang. Ikut ngerasain kehilangan dan kerinduan pada A Ling, bahagianya membaca akhir kisah A Kiong dan Sahara, dan Samson. Terenyuh oleh Trapani, tersenyum membaca nasib Laskar Pelangi lainnya. Ikut sebal dengan PN Timah dan arogansinya. Semuanya lah!

Andrea Hirata (MPers juga lho), sejak bab pertama sudah berhasil menciptakan beban... Beban pertama adanya di hati, karena walaupun masih ingin terus membaca, kaki sudah kesemutan dan waktu toilet visit sudah habis, harus mandi tuk berangkat kerja. Beban kedua, physically speaking memang versi paperback nya saja sudah lumayan berat (apalagi kalau dibaca sambil tiduran miring). Andrea menuturkan pengalamannya di masa kecil bersekolah di SD Muhammadiyah dengan jenaka, tanpa harus melucu. Bagaimana ia memandang dirinya saat itu, bagaimana ia menggambarkan dunianya, caranya melihat teman-temannya, memperhatikan detail-detail khusus yang menarik dan simple. Seperti misalnya ketika ia baru tahu setelah besar, kalau gambar pria bergitar penutup bolong dinding kelasnya dulu, dengan tulisan besar-besar "Hujan Duit", tak lain  tak bukan adalah Rhoma Irama.

Namun dibalik gaya penulisan yang hangat dan lugu, sesekali Andrea "pindah frekuensi" dan memasukkan unsur science yang njlimet, termasuk serentetan nama latin dari aneka flora dan fauna Belitong.

Kemunculan Andrea Hirata setuju nggak setuju, memang adalah sebuah fenomena. Novel "Laskar Pelangi" nya ini memberikan suatu bacaan yang segar bagi para pembaca Indonesia, ditengah serbuan chicklit dan novel-novel impor semisal Harry Potter dan DaVinci Code. Jangan lupakan juga, sebelum ini Andrea tidak pernah menulis apapun di tatar media massa (cmiiw). Juga, buku "Laskar Pelangi" ini juga aslinya tidak disusun dengan tujuan untuk diterbitkan massal, karena awalnya hanya diedarkan pada beberapa teman saja. Sial (eh untung)nya, ada salahseorang teman Andrea yang kemudian nekad mengirimkan tulisan Andrea ini ke penerbit. Dan jadilah si "ikal" ini ngetop... dan Belitong pun ikutan ngetop... komplit beserta kenyataan pahit mengenai masyarakat marginal yang tersisih di bumi pertiwinya sendiripun jadi ikut terangkat.

"Laskar Pelangi" adalah drama kehidupan yang berkisah mengenai persahabatan 10 orang anak satu kelas SD Muhammadiyah Belitong, yang walau berdiri di latar belakang kemiskinan yang akut akibat kesewenangan pemerintah terhadap masyarakat Belitong, malah muncul dengan menghibur. Istilah "Laskar Pelangi" itu sendiri, muncul dari ide bu Muslimah, guru tercinta mereka di SD tersebut. Tuh kesimpulannya buat yang masih belum ngeh.

Selain buat Andrea, sebenernya gw harus congratulate myself too... karena inilah novel lokal pertama yang gw baca dalam kurun waktu entah seberapa lama. Waktu jaman "Supernova"nya Dee booming aja dulu gw masih rada ogah-ogahan dan nggak pernah selesai baca (sorry ya Fab). Kala isteri tekun mendalami seri demi seri dari "Harry Potter" pinjeman dari Agung pun gw sudah puas menunggu film layar lebarnya selesai dibuat. Kala "DaVinci Code" mengheboh pun, gw sempetin beli novel aslinya di QB Sunda, demi supaya bisa menikmati novel sensasional tersebut dalam 'rasa' aslinya. Selesai? Boro-boro.

"Laskar Pelangi" inipun tadinya nggak terlalu menggugah selera walaupun sang adik berkali-kali memuji novel ini sambil mengetengahkan cuplikan-cuplikan cerita yang emang lucu. Hasrat kuat mulai muncul, ketika OGOL terbit... dan harus baca karena tulisan gw ikut nongol disana. Kepalang basah, sekalian jugalah gw beli beberapa buku yang sekiranya bisa buat referensi dari apapun yang lagi gw kerjakan / niatkan saat ini.

Kalau dari segi menyentuh, seperti dah gw bahas panjang-lebar, ya, menyentuh. Tapi kalau dari sisi menghibur, jauh lebih sinting "Drunken Monster"nya Pidi. Dari sisi karakterisasi, masing-masing tokoh di Laskar Pelangi ini punya kekhasan masing-masing yang dideskripsikan cukup baik, sayangnya, masih kurang berbekas dalam pikiran gw. Misalnya, ketika baca Wiki nya, gw baru sadar kalau Kucai sang ketua kelas abadi misalnya, sebenernya memiliki mata yang agak juling sekaligus rabun jauh. Atau Harun sebenarnya memiliki keterbelakangan mental. Semestinya, ke-khasan mereka masing-masing ini masih bisa lebih digali lagi. Ah, tapi tiap orang punya pertimbangannya masing-masing toh? Selain itu, secara general kisahnya memang menghanyutkan...

Jadi cukuplah buat gw menganggap "Laskar Pelangi" ini sebagai salahsatu novel lokal terbagus yang pernah gw baca. Salut buat Andrea Hirata. Semoga versi filmnya yang digarap sama Riri Riza dan Mira Lesmana, bisa menggambarkan dengan baik muatan drama dan humor di novel bagus ini. (bay)

Image dari Wikipedia, screenshot dari MetroTV.

Posted by Bayu on Mar 31, '08 1:48 AM for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Pidi Baiq
Awalnya kaget waktu tau Pidi buka blog di Multiply juga (http://pidibaiq.multiply.com/). Kagetnya karena gw kenal Pidi sebagai salahsatu senior SR (FSRD ITB) yang lumayan "mencrang" dikenal di berbagai angkatan mahasiswa. Dan dikenalnya ini bukan dalam hal terkait akademis... tapi dari segi...

kapasitas kegilaannya.

Tengok aja bukunya ini yang diangkat dari tulisan2 di blog nya, temanya sih lazim sekali; "catatan harian", tapi materi dan gaya penuturannya itu loh, buset! Buat yang nggak kenal Pidi, mungkin bakalan ngira kalau beliau ini rada-rada sinting.

(Tapi emang kesimpulan akhirnya gw juga tetep demikian sih).

Buku pertama Pidi "Drunken Monster - Kumpulan Kisah Tidak Teladan" ini memang harus disikapi dengan sedemikian; ini kumpulan kisah tidak teladan! Isinya berupa 'catatan harian' (eksperimen harian?) seorang Pidi Baiq, dalam menjalani hidupnya sehari-hari yang penuh dengan aneka kejahilannya.

Misalnya, gimana pada suatu pagi Pidi untuk naek angkot 09 (Cicaheum - Ciwastra) dalam perjalanannya ke kampus untuk rapat dengan direksi kampus (udah pake pakaian lengkap plus jas). Di tengah jalan ia lalu memutuskan buat tukar posisi jadi supir angkot, lalu beliin bakwan dan teh botol dan membagikan ke seluruh penumpang (walau nggak ada yang mau). Lalu berapa lama kemudian memutuskan buat mampir sebentar makan bubur dulu, dan dihardik "teu baleg!" (nggak bener!) oleh salah-seorang penumpang angkot yang sewot. Trus didekat kampus ia meminta semua penumpang turun tanpa harus bayar (dan didamprat tentunya) sambil lalu membawa angkot 09 masuk kampus dan disetop satpam di gerbang (tentunya).

Atau bawa tiga orang tukang becak di daerah rumahnya buat bantuin 'bawa barang belanjaan', sementara yang terjadi adalah mereka bertiga ditraktir makan (masih dalam seragam tukang becak) di salahsatu Cafe ngetop di Bandung. Sementara Pidi nya sendiri mampir ke Cafe sebelah, ngopi disana sambil ngamatin gimana reaksi para penghuni Cafe sebelah dengan kehadiran tiga temannya itu. Pulangnya, jemput anak-isteri dari acara kantor dan belanja aneka rupa barang di Supermarket, lalu... nganterin para tukang becak itu pulang ke rumah masing-masing, dengan duit, dan barang yang mereka pilih sendiri dari belanjaan yang tadi dia beli, plus, silaturahmi dengan keluarga tukang becak teresebut.

Atau... ngajak orang sekantor buat mandi air panas di Ciater, Subang, dan lapor ke penjaga pintu kalau mereka dari Rumah Sakit Jiwa Sumber Waras apa diijinkan buat masuk? Sedangkan waktu lapor ke manajer pemandian ngakunya sebagai tamu dari Medan yang bertanya apa mereka boleh mandi disitu walaupun bukan dari suku Sunda?

Atau gimana Pidi pagi2 maen ke Kebun Binatang Bandung dan bilang ke penjaga tiket mau nengok temen, sambil pake topeng macan? Setelahnya pura-pura ilang konci mobil dan minta tukang rujak buat bantuin nyungkil kaca jendela. Dan udahnya pura-pura nemu koncinya dari lubang knalpot, seakan-akan kuncinya itu tadi "kemakan" mobilnya sendiri. Dan udahnya ngasi si tukang rujak duit 150rb dengan syarat ia berenti jualan hari itu dan ngabisin waktu sama anak-anaknya yang masih kecil.

Nah... dah punya gambaran soal konsep kesintingan Pidi Baiq? Silakan baca bukunya lebih lanjut untuk ngikutin aneka eksperimen Pidi. Dijamin, bakalan either ngakak abiss... atau... pusing berat! (bay)


Posted by Bayu on Feb 2, '07 4:45 AM for everyone
Start:     Feb 2, '07 05:00a
Location:     Etnobook Warehouse, Hanggar Teras Pancoran, Jakarta
Atau istilahnya "cuci gudang" (regardless gudangnya trus disiram atau nggak). Buku-buku import diskon mulai 20% (buku baru) sampe 80% (buku lama), banyak juga buku2 bargain yang masih bagus, atau buku2 damaged tapi masih sangat readable dengan harga dibanting murah.

Mulai 01 Feb 07 sampe 28 Feb 07, atau sampe stok abis.

Oh iya, tidak dianjurkan buat yang lemah iman dengan tabungan melimpah / limit kredit tinggi, soalnya bayarnya bisa pake kartu.

Posted by Bayu on Sep 11, '06 3:58 AM for everyone
Setelah bertahan bertahun-tahun ditengah iklim pasar yang kurang kondusif untuk buku-buku import, rangkaian toko buku QB World kelihatannya sudah kehabisan napas.

Setelah penutupan cabang terbesar mereka di Jl. Arteri Pondok Indah, dan cabang yang baru dibuka di Plaza Semanggi, kini ditambah lagi rencana penutupan cabang utama mereka di Jl. Sunda.

Akhir dari chain toko buku import yang user-friendly?

QB WORLD BOOKS CLOSING SALE
UP TO 70% OFF*
ONLY AT QB WORLD BOOKS
SUNDA THAMRIN


*Not applicable for items on consignment, Special Order, CD/VCD/DVD, Gifts and Magazines. *Can not be used in conjunction with other promotions.




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help