Bayu's posts with tag: cellphone

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag cellphone
Posted by Bayu on Jan 6, '08 5:52 AM for everyone
Setelah mengobok-obok Temasek soal Telkomsel dan Indosat, kini KPPU beralih ke mempermasalahkan tarif SMS yang dinilai terlalu tinggi sehingga sangat merugikan masyarakat.

Menurut WordWeb, "kartel" itu definisinya:
"A consortium of independent organizations formed to limit competition by controlling the production and distribution of a product or service"

Dalam hal ini, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yakin telah terjadi persekongkolan antara para provider komunikasi seluler untuk mematok harga SMS jauh lebih tinggi dari seharusnya. Menurut perhitungan KPPU seperti dilansir oleh Tempo Interaktif, biaya pengadaan jasa SMS per-sekali kirim adalah Rp. 75,00 -- jauh lebih rendah dibanding harga yang dipatok para provider komunikasi seluler sekarang di kisaran Rp. 250,00 - Rp. 350,00 per-SMS (kecuali sesama nomer satu network di beberapa provider).


KOMENTAR:


SMS lebih murah memang menarik dan menguntungkan masyarakat, salut atas usahanya KPPU! Tapi mungkin yang lebih crucial lagi adalah soal penurunan tarif bicaranya itu sendiri. Masa hari gini biaya nelpon per-menit dari GSM masih di kisaran Rp. 1.200,00? Semoga udah masuk agenda KPPU juga. (bay)

image dari: http://www.hempire.hu/

Posted by Bayu on Dec 22, '07 11:13 AM for everyone
Berhubung pulsa kering, sementara mau keluar rumah koq ya masih tetep ujan aja gitu? Jadilah kembali Googling buat nyari tau soal fasilitas SMS gratisan yang bertahun-tahun lalu sempet ngetop di internet.

Dan setelah berkelana kesana-kemari tanpa hasil yang jelas, ternyata solusi yang cukup praktis ada ditawarkan oleh sang Yahoo! Messenger (YM) keluaran terbaru. Informasi cukup lengkap didapat dari artikel majalah Chip yang satu ini.

Setelah nyoba-nyoba berdasarkan standard navigation only, ternyata caranya cukup gampang. Gini nih:

Step-1: Nyalain YM nya (niat harus dibarengi tindakan)

Step-2
: Login (so obvious eh?)

Step-3
: Pilih menu "Actions >> Send an SMS Message", atau cukup teken Ctrl+T


Step-4: Pilih contact (kalau nomer cellphone nya udah tercatet), atau pilih "Other Contact" untuk masukin nomer secara manual.
 

Format nomornya standar nomor cellphone, minus angka "0". Untuk nomor cellphone nasional (Indonesia) nggak perlu penambahan "+62" karena dah otomatis tercantum. Untuk nomer cellphone internasional, belum nyoba.

[Catatan: Belum semua cellphone service provider bisa dihubungi. Simpati dan konco2nya sudah di-test oke, Esia gagal.]

Step-5
: Ketik pesan di message window yang muncul.


[Catatan: Jumlah karakter yang bisa dikirim adalah 150 karakter, beda dengan SMS yang rata-rata sampe 300 karakter per-SMS nya.]

Pada tahap ini, pertama-tama YM akan mengirimkan SMS ke nomor penerima, memberitahukan mengenai fasilitas baru ini, dan bahwa penerima bisa mengirim balik pesan ke YM si pengirim via nomer yang tercantum.


[Catatan: Yahoo! menyatakan kalau cellphone si penerima mungkin akan dikenakan biaya oleh cellphone service provider nya untuk menerima pesan dari YM ini (tapi Simpati gw nggak). Dan untuk reply, kemungkinan si cellphone juga akan kena tarif sedikit lebih mahal dari normal SMS (± Rp. 500) untuk fasilitas ini.]

Selanjutnya, YM akan mengirimkan pesan yang sudah kita ketikkan di message window tadi, dan dalam hitungan detik saja sudah sampai di cellphone tujuan.

Voila! SMS gratis!

Thank You Yahoo! Thank you Google! (bay)

image: koleksi pribadi =P

Posted by Bayu on Jul 7, '06 6:22 AM for everyone
Kasus 01: DaVinci dan Killer USB

Si DaVinci akhirnya gw bawa ke creator nya; BytePro di Raplas buat di cek. Waktu gw ceritain latar belakang kejadiannya (Nadjeeeeez! PC gw Tiwas!), mas teknisi lalu sibuk gosrek-gosrek label segel dari salahsatu chip disudut kanan bawah MoBo, yang keliatannya adalah front USB controller chip.

"Kebakar ini mas", serunya dihias seringai dari wajah ramah bergigi ompong tersebut.
"Oh? Taunya?", tanya gw penasaran.
"Nih, ngegelembung, bekas kena panas",  lanjutnya sambil menunjukkan salahsatu area chip yang dibalik stiker segel tadi.

Gw pun mengangguk-angguk pasrah, lagian masalah ini dah gw duga sebelumnya cuma butuh hard evidence.

Mas teknisi lalu menyampaikan satu pesan penting yang gw yakin gak semua PCers tau...

"Kalau mau masang device yang ada powernya, misalnya printer, hard disk, JANGAN dicolok ke front USB mas, tapi ke yang dibelakang"

Walaupun secara tata bahasa, keterangan tadi rancu, karena gak ada satupun device USB yang nggak pake power, namun gw bisa nangkep kalau maksudnya kurang lebih adalah; USB devices yang membutuhkan power cukup besar.

One lesson learned, the hard way.


Kasus 02: PDA dan Beli Seken

Sejak awal beli, Toshiba E740 gw gak pernah berhasil dihidupkan fasilitas WiFi-nya. Dulu belinya karena percaya sama yang jualan, apalagi mas Boyke nya sama-sama orang Padang kayak Nade, dan keliatannya simpatik bener.

Waktu tiga bulan kemudian gw ada waktu buat komplain sama mereka soal masalah WiFi ini, ternyata reaksi awal mas Boyke adalah...

"Nggak, kita nggak pernah jual barang ini".

Gw berusaha tenang... self-centered... deflect the denial... dan berhasil meyakinkan dia akan fakta yang gak bisa dihindari bahwa memang mereka yang jual barang ini ke gw tiga bulan lalu, lengkap dengan embel-embel bahwa dia dulu dapetnya dari abangnya yang kerja sama orang asing lah, de el el.

Rupanya doi lagi rada kesel hari itu (tapi emang gw perlu gw pikirin yah?) sehingga setelah beberapa lama gw baek2in dianya melunak dan akhirnya nawarin buat bantu ngecek E740 gw keesokan harinya tapi gw harus dateng pagian. Oh oke, gw sanggupi dan pamit, walau dalam hati gw ada dua keputusan;

+ Gw gak akan dateng, apalagi dia cuma janji bantuin periksa, which is; presumably kemampuan diagnosticnya gak akan secanggih gw + eriq + hours spent checking for correct setting and browsing internet for similar cases.

+ One more vendor to be black-listed; Rolex. Lokasi: dari Mall Ambas belok ke jembatan penghubung ITC Ambas, belokan pertama belok kiri, dua toko setelah tikungan, sisi kiri. Orangnya sih keliatan ramah dan profesional. Tapi gw dah dapet first-hand experience ya, jadi maap dech.

Jadi inget dulu pas belinya dah sore-sore, dengan bualan doi tentang "kami mencari kepuasan pelanggan, biar kalo puas kan nantinya balik lagi kemari" dll., yang ternyata same as always... pile of bullshit.

Trus sekitar tiga hari sebelum gw nulis ini, secara tiba-tiba aja di suatu sore, E740 gw tersebut munculin tanda kalo battery is very low, padahal paginya baru gw charge full dan normally cukup buat standby tiga harian. Anehnya (tapi gak aneh2 amat), error message-nya gak mau diilangin dan gak bisa di-click. Besok paginya gw reset tetep sama, sampe akhirnya gw hard-reset alias sama dengan reformat hard-disk pada PC. Eh teuteup... yang jadi masalah ternyata si touch-screen nya dah gak bisa di-click lagi!

Kutil kuda! Langsung aja dengan semangat self-repair gw bongkar PDA gw dan nyari tau kira-kira bagian mananya yang rusak. Setelah gagal nemu masalah, dan gak sempet dipasang ulang, ya gw tinggal ngantor lah... dan hari itu, waist bag gw kerasa ringan sekali tanpa si PDA... hiks...

Malemnya, gw terusin proses diagnostic dan pasang ulang, dan ternyata berhasil menghidupkan kembali touch screen nya! Yeeeaa!

Tapi cuma tahan beberapa click! Setelah itu kasusnya mirip dengan barang-barang elektronik gw sebelum2nya yang suka bertindak aneh-aneh dan butuh perlakuan khusus misalnya;

+ TV yang harus digebrak biar ada suaranya (ternyata speakernya ada kabel putus yang nyambungnya kalo lagi iseng aja)
+ Earphone yang baru mau berfungsi stereo kalo diplintir pada posisi tertentu (biasa, palingan kabel putus)
+ PC yang berisiknya ilang kalo dah digebukin (tapi yang dulu)

Nah sama dengan si PDA ini, ternyata kalo bodinya gw coba pelintir sedemikian rupa, touch-screen nya mau berfungsi... tapi teuteup aja gak stabil... dan gak mungkin lah gw pake dalam kondisi seperti itu. So, keputusan sementara, touch-screen rusak, dan harus ganti (kalopun ada stock) dengan touch-screen baru yang harganya bisa-bisa kurang dikit dengan beli PDA baru.... Kesimpulannya? Harus ganti PDA...

Jadi mengacu pada pengalaman tersebut plus pengalaman yang gw tulis di bagian sebelumnya, ada pointers baru:

+ Kalo mo beli seken, jangan yang umurnya terlalu tua (E740 itu teknologi 2002).
+ Apalagi yang GAK JELAS SERVICE CENTER nya (Googling gak ketemu).
+ Lebih parah lagi, dari penjual yang gak ngerti barang dan gak ngasi garansi, atau ngasi garansi tapi BS (Bull Shit).

Siap-siap set budget lagi nih buat PDA... dan keliatannya mending beli baru jadi kelangsungan idupnya jelas... soalnya kalo diitung-itung, E740 ini emang murah... tapi karena masa idupnya cuma 4 bulan, jatoh itungannya jadinya mahal banget.

Beli seken emang gambling berat... jadi kalo untuk masalah reliabitily, tetep lebih mending beli baru dari sumber yang bonafide... kecuali kalo emang kantong cekak dan willing to take the risk.


Kasus 03: Henpun dan Beli Seken

Kali ini benerin henpunnya Ade yang akhir-akhir ini suka nge-hang. Setelah dibawa ke service center nya di SCBD (belakang Millenia FO), mereka ngasi tau kalau ternyata HP nya Ade ini terkena masalah yang gak di-cover sama asuransi; karat pada PCB si henpun, dengan dugaan kuat kalau henpunnya ini pernah "kena aer"... Gak bisa dideteksi dari luar, dan masalah yang muncul pun gak konstan jadi pas dicoba bisa aja kerasa gak ada masalah.

Another hard lesson learned.

Sementara itu, henpun jadul Motorola C550 gw akhir-akhir ini makin sering mensabotase hubungan gw... Seharian gak ada telepon masuk, eh pas akhirnya gw pake buat nelepon keluar, udahnya baru deh dia munculin ada xx miskol! Sementara dari hasil penyelidikan terhadap para subyek, mereka bilang kalau nelepon gw sibuk melulu jadi masuk mailbox... Padahal kalo lagi dirumah macem gitu, kesibukan utama gw adalah bobo... dan dengan mudahnya kebangun sama ringtone yang gw set di paling kenceng.

Waktu gw lapor ke gerai Grapari yang di Sarinah, menurut mereka masalah terletak pada handset yang gw pakai... alias... perlu ganti henpun lagiii.... huh! Gw rindu banget sama henpun-henpun masa silam yang tahan banting banget (no pun intended), tahan aer (termasuk keujanan), dan gak kenal yang namanya nge-hang... Sayangnya henpun2 tersebut seringkali ngaco kalo dikasi SIM card generasi baru yang dah beda teknologinya dari SIM card terdahulu...

Jadi inget dulu nyokap bokap gak pernah mau beli seken, mungkin karena dah tau kalo barang seken itu menyimpan segudang permasalahan... even kalo dapetnya dari temen yang kita kenal sekalipun. Kita gak pernah tau kan kalo ditangan si pemilik sebelumnya, si henpun suka dipake buat target practice pas marahan ama pacar? Ganjel pintu? Ngaduk minuman? Lupa ditaro diatas mobil trus keujanan sepanjang perjalanan? (hmm... sounds familiar). (bay)

Posted by Bayu on Feb 26, '06 12:14 AM for everyone
Link: http://www.ponseljakarta.com/

Dah pada tau soal situs internet yang satu ini? Berguna banget buat mengetahui harga pasaran dari suatu jenis cellphone di pasaran (Jakarta dan sekitarnya), baik yang baru maupun yang seken. Banyak penjual yang bisa dihubungi langsung juga via sms/call kalau-kalau mo nanya atau kalau mau beli dan minta barangnya dianter ketempat.

Koleksi sangat beragam, juga database soal toko-toko yang ikutan website ini sekaligus program promosi yang lagi mereka adain. Sangat bagus buat referensi pasar.

Posted by Bayu on Nov 23, '05 3:20 AM for everyone
Link: http://www.gsmarena.com

Salahsatu situs internet yang penting banget, walau cuma gw datengin setaun sekali atau dua kali.

Situs ini rajin gw kunjungi buat ngebandingin kualitas henpun yang beredar di pasaran. Ya, gw perlunya situs ini kalo mo ganti henpun! Dan gw termasuk tipe yang harus dapet yang terbaik untuk duit gw, best value for money, makanya risetnya bisa abis-abisan dan intensip. Sayang dong kalo budget pas-pasan trus salah beli henpun?

Situs ini punya feature comparison yang asik; kita tinggal pilih jenis henpun yang dicari buat ditampilin bersampingan dalam satu layar, jadi plus minusnya bisa langsung dibandingin. Kekurangannya, user commentsnya seringkali kurang bermutu, jadi kurang membantu dalam penilaian kala dua jenis henpun yang kita bandingin termasuk sama kuat. Kelemahan lain, kadang ada henpun yang beredar di Indonesia gak tercantum disini, tapi biasanya sih karena produsen henpunnya emang ngebedain seri yang beredar di Indo/Asia, dengan yang di Eropa/AS.

So cukup oke deh buat research di tahap awal, buat ngeliat spec dasar dan feature-feature basicnya. Setelahnya baru deh kita pindah ke situs lain yang punya user comments lebih bagus, buat nyari tau pengalaman pemakai, apa ada hal-hal non-teknis yang ternyata mengganggu, atau kelemahan-kelemahan lain yang cukup fatal.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help