Bayu's posts with tag: city life

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag city life
Posted by Bayu on Jun 18, '08 8:06 AM for everyone
Dulu kalau mau nonton disini harus pake persiapan dulu; menabung. Beda dengan bioskop geng nya 21 yang bisa dibiayai dengan duit 15 rebu - 20 rebu, nonton di MPX Grande minimal harus siap ngeluarin duit 40 rebu. Malah pernah 60 rebu kalau nggak salah. Makanya nonton disini gw khususkan untuk film-film penting aja semisal Star Wars I, II, III, dan Lord Of The Rings trilogy.

Kenikmatan nontonnya emang beda; layar lebar, kursi nyaman, kualitas proyektor dan tata suara super mantap. Apalagi dulu belum banyak bioskop kelas A+ yang buka di Jakarta, baru di Plaza Senayan aja kalo nggak salah, tapi itupun duluan MPX Grande ini.

Sayangnya, walaupun kualitas bioskop dan pelayanannya bagus, MPX Grande nggak nyediain sumber informasi yang memadai untuk jadwal tayang film-filmnya. Jadi yang paling sering gw lakukan adalah, nelpon operator Pasaraya Grande dan minta disambungin ke MPX buat nanya jadwal, nggak praktis. Untungnya sekarang, mereka sudah memiliki website sendiri di URL: http://www.mpxcinema.com/, sehingga kita bisa mendapatkan jadwal pemutaran film dengan lebih mudah dan cepat.

Untung lainnya, yang lebih menarik lagi, sekarang MPX nurunin harga tiketnya! Berusaha lebih bersaing ditengah gempuran bioskop-bioskop elite baru ibukota, MPX sekarang memasang tarif yang aduhai; IDR 15.000 untuk hari biasa, dan IDR 25.000 untuk weekend! Kalau dulu kesini gw harus menimbang-nimbang rada panjang, atau nunggu promo buy 1 get 1 nya HSBC, lah sekarang harga tiketnya lebih murah dibandingin theatre-theatre nya 21 dengan kelas yang sama, bahkan setara sama Blok-M 21 yang kualitasnya jauh berbeda. Nice move, apalagi kalau dilihat secara lokasi, MPX Grande nyaris tidak memiliki saingan di daerahnya. Anda harus berkendara sekitar 30 menit ke Selatan kearah PIM, atau ke utara kearah Plaza Senayan untuk mendapatkan bioskop dengan kualitas setara. Adapun mengenai sarana transportasi umum, MPX terletak bersebelahan dengan terminal Blok-M yang merupakan "jantung"nya transportasi umum Jakarta. Nggak usah takut susah angkot.

Dalam hal film pun, selain dari film-film khusus Bollywood, maka koleksi film di MPX Grande ini termasuk up to date, setara dengan 21 dan Blitz untuk film-film umum. MPX juga seringkali dipakai untuk acara nonton bareng, atau acara pemutaran perdana sekaligus launching film. Dengan turunnya harga tiket ini, seharusnya MPX bisa lebih menjangkau kalangan masyarakat umum setelah sebelumnya terbelengu dengan image "elite"nya.

Tertarik untuk menjajal (lagi)? (bay)

*image dari http://www.ebizzasia.com/

Posted by Bayu on Jun 12, '08 4:36 AM for everyone
"maaf tadi ibu pesennya nasi goreng spesial, tapi kami anternya nasi goreng seafood" kata mas-mas yang sedari tadi bolak-balik nganterin pesenan ke meja kami, kini berdiri disamping meja deket si boss

"loh, emang kami pesennya nasi goreng seafood mas" sanggah gw
"nasi goreng spesial pak, bukan seafood" jawab si mas-mas
"mana Ros, liat bon nya" Ian nanya ke Ros, Ros ngeluarin bon yang udah dibayar tadi
"disini ketulis... nasi goreng spesial... tapi aku tadi nulisnya nasi goreng seafood koq" jawab Ros
"iya, kita tadi mesennya nasi goreng seafood koq, udah dateng tuh" Fera ikut komentar
"di bon nya tertulis nasi goreng spesial, jadi tadi salah antar" mas-mas tetep keukeuh
"coba liat tulisan tangan saya tadi mas, ayo cek sana" tantang Ros
"kami mencatatnya nasi goreng spesial bu" jawab mas-mas tak bergeming
"lho terus salah siapa?" boss gw mulai panas
"ya udah mas, jadi kita kurang bayarnya berapa?" ros males ribut gak penting
"kalau nasi goreng seafood sama nasi goreng spesial beda... seribu bu"

***GUBRAK!!!***

"nih nih..." temen gw ngasi duit seribu perak

Kami nerusin makan sambil suasana makan jadi nggak enak. Nggak berapa lama kemudian...

"maaf bu, ini uangnya kami kembalikan" mas-mas tadi balik ke meja
Ros memandang mas-mas dengan penuh tanda tanya
"ternyata kasir kami nyatetnya nasi goreng spesial, tapi harganya sudah nasi goreng seafood" jelas si mas-mas

***GUBRAK MASSAL***

"..... oh" no comment lebih lanjut dari kami
"makasih bu" lanjut mas-mas
"ya mas" jawab Ros

Boss gw mulai nyeletuk panas lagi, karena ada satu pramusaji lain yang coba ikut menjelaskan permasalahan. Sedangkan gw nerusin nyendok nasi capcay yang mulai terasa plain gara-gara keburu kenyang nyoba makanan kiri-kanan tadi. Worthed ya, duit seribu dibahas?

Bukannya uang segitu nggak ada artinya, masih bisa beli dua kerupuk atau naek angkot dari mulut gang ke jalan gede, tapi comparatively value duit segitu dibanding value customer satisfaction seberapa gede sih? Diganggu ditengah2 makan, trus dibuat harus berdebat, dan ternyata murni kesalahan restoran.

Akhirnya, walau bill makan kami berlima tadi siang sampe 200 ribu an, no tip. Boss gw terutama yang geuleuh berat dengan kejadian tersebut. Dan tadi itu kami bukan makan di warteg atau warung pecel lho, dimana seribu rupiah mungkin berpengaruh besar sama margin pendapatan harian, tapi ini restoran mie lumayan ngetop, adanya di Mall, dengan menu per item diatas 20 ribu semua, dan spending customer rata-rata 30 ribu sekali makan. (clue: depannya "Gang", belakangnya "Kelinci" =P)

Kalo gw yang jadi pihak restoran sih bakalan diem aja tuh, secara jumlahnya sama sekali nggak significant, sementara tamu2 tersebut billing nya gede, dan tindakan sedemikian bisa bener2 ngancurin mood dan customer loyalty. Customer loyalty; hal yang membuat pelanggan memilih untuk kembali mengunjungi tempat kita, walaupun belasan pilihan lain bertebaran di area yang sama. (bay)

Posted by Bayu on May 30, '08 7:49 PM for everyone
Akhirnya, kesampean juga naek taksi yang satu ini. Moment nya nggak terduga pula, saat mikir-mikir antara naek ojek atau taksi buat ke client, muncullah TransCab yang lumayan (masih) langka ini.

TransCab adalah satu-satunya taksi di Jakarta saat ini yang menyertakan TV dalam setiap armada taksinya. Layanan TV ini sendiri diselenggarakan bekerjasama dengan M2V Mobile TV (http:// www.m2v-indonesia.com), penyedia jasa DMTV (Digital Mobile Television). Sistem dmtv ini memungkinkan kendaraan bergerak untuk menerima siaran ala cable TV, hanya saja melalui gelombang radio. Adapun channel yang bisa dipilih di TransCab, masih terbatas pada siaran TV nasional plus beberapa channel olahraga dan hiburan, belum ada pelem nya. Namun demikian, keberadaan TV ini bisa jadi alternatif teman perjalanan yang menghibur, sekaligus membuat penumpang up to date dengan berita-berita terkini dari siaran-siaran berita... atau terhadap perkembangan cerita Munajah Cinta, kalau sedang tayang tentunya.

Layanan TV ini sendiri sifatnya gratis, alias sudah termasuk dalam biaya perjalanan. Hebatnya, tarif yang digunakan juga adalah tarif lama! Inisiatif layanan yang menarik, kala banyak armada taksi memilih menerapkan tarif baru, tanpa tambahan layanan yang berarti.

Sayangnya, armada TransCab masih sangat terbatas. Denger-denger sih masih dibawah 500 armada, tapi sudah direncanakan akan ada penambahan armada dalam waktu dekat ini (2008), denger-denger juga. Sayangnya lainnya, tarif lama ini tidak akan bertahan lama... dan ini sih bukan denger-denger, secara tarif BBM baru saja naik.

Untuk pemesanan taksi TransCab ini, silakan telepon ke (021)  583 55 500. Pool untuk saat ini baru ada di daerah Jakarta Barat saja, tapi tidak menutup kemungkinan untuk pemesanan dari seluruh wilayah kota. Walaupun tentunya selama armada masih minimal, harap bersabar. (bay)

Posted by Bayu on May 4, '08 3:29 AM for everyone
Akhirnya kesampean juga nyobain Bajaj BBG. Variant bajaj yang baru beredar beberapa tahun terakhir ini, kini semakin mudah ditemukan di jalanan ibu kota. Keberadaannya terlihat cukup mencolok, kala dibandingkan dengan bajaj versi lama yang rata-rata berpenampilan jauh dari layak, dan terlihat sangat "letih" jika dibandingkan saudaranya yang masih nampak "kinclong" ini.

Jika diperbandingkan lebih mendetail, maka bajaj jenis baru ini memiliki beberapa kelebihan significant dibandingkan pendahulunya, antara lain:
  1. Bentuk fisik yang lebih besar; kabin penumpang pun jadinya lebih luas. Kalau dulu duduk berdua saja sudah harus dempet-dempetan, maka di Bajaj versi baru ini penumpang bisa duduk leluasa. Tiga orang juga bisa.
  2. Suara dan getaran mesin yang halus; bising yang sangat rendah, dan perjalanan minus tremor. Walau belum senyaman sedan, tapi perjalanan memakai Bajaj kini relatif cukup nyaman. Penumpang bisa berbicara dengan leluasa tanpa harus tarik urat otot, badan juga tidak tergetar-getar.
  3. Suspensi lembut; perjalanan lebih nyaman. Jika dulu tiap kali naik Bajaj badan akan  terbanting-banting, maka kini polisi tidur dan jalanan berlubang sekalipun bisa dilalui dengan mulus.
  4. Kelengkapan kendaraan cukup baik; Starter elektrik, handle pintu, material interior yang baik. Para sopir bajaj tidak perlu lagi mengalami deformasi otot bahu karena terlalu sering berkelahi dengan tuas starter mesin bajaj lama, cukup putar kunci, mesin pun menyala. Buka/tutup pintu pun sekarang memakai handle layaknya mobil. Tempat duduk pun masih nyaman dan kokoh. Mungkin akan menurun kualitasnya seiring waktu, tapi setidaknya dari standarisasi pabrik sudah lebih memikirkan mengenai masalah ergonomi.
  5. Kapasitas mesin lebih besar, tapi konsumsi bahan-bakar lebih irit! Kabar baik untuk para pemilik / sopir, karena berarti biaya operasional bisa ditekan lebih rendah. Pengiritan bahan-bakar ini terjadi karena berubahnya sistem mesin dari 2 tax ke 4 tax (dua langkah ke empat langkah). Jadi walaupun kapasitas mesin meningkat dari 150cc ke 200cc, konsumsi bahan-bakar relatif lebih irit.
  6. Alternatif pemakaian BBG / BBM. Walaupun resminya kendaraan Bajaj baru ini dioperasikan dengan BBG, namun karena keterbatasan SPBU yang menyediakan BBG, maka mesin Bajaj ini masih memiliki kemampuan untuk berjalan menggunakan BBM jenis bensin premium. Perbedaannya? Gelitik mesin lebih rendah lagi pada penggunaan BBG, konsumsi bahan-bakar juga lebih irit lagi kala memakai BBG, dan jangan lupa, mesin BBG memiliki emisi gas buang yang lebih bersahabat baik bagi manusia, maupun bagi alam.
Menilik kelebihan-kelebihan tersebut, sebenarnya bajaj versi baru sudah sangat layak untuk dijadikan kendaraan alternatif metropolitan yang ramah lingkungan. Beberapa waktu lalu di TV pun sempat diliput beroperasinya "tuk tuk" di salahsatu kota besar di AS untuk angkutan di pusat kota (central business districts). Kenapa kita nggak ikut juga mengangkat status bajaj ini menjadi angkutan alternatif daerah pusat kota? Bukan sekedar angkutan pinggiran atau angkutan pasar? Apalagi dengan beredarnya bajaj versi baru ini, percaya atau tidak, attitude para sopir nya pun banyak berubah! Selain berpakaian lebih rapi, rata-rata juga lebih tertib dalam berkendaraan (Semoga saja demikian seterusnya ya bang!).

Namun dibalik semua kemajuan dalam hal teknis, hal yang patut disayangkan dari Bajaj Baru ini sebenarnya adalah... penetapan tarif yang tetap menggunakan paradigma lama; biaya sangat tergantung pada subyektivitas sopir bajaj dalam mengira-ngira jauh / dekatnya jarak. Kalau si sopir hapal jalan, dan sering lewat daerah yang kita tuju, bisa jadi tarif yang ditawarkan pun murah. Namun jika supirnya masih belum hapal dengan daerah tujuan, atau menurutnya lokasi cukup jauh, siap-siap dapat tarif yang tinggi. Jadinya, nggak ada standarisasi harga baku layaknya Taxi atau angkot. Bagi yang tidak hapal medan perjalanan, atau tidak tegaan, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan untuk naik Bajaj malah lebih tinggi dari biaya naik taksi!

Sebagai contohnya, perjalanan penulis dari tempat tinggal di daerah Kramat Sentiong menuju stasiun Cikini, dihargai 13 ribu rupiah (waktu belum tau standar harga). Padahal dengan taksi tarif lama, perjalanan tersebut baru menyedot argo sekitar 8 ribu rupiah saja. Atau kali lain saat penulis melakukan perjalanan ke Sarinah, Thamrin, dengan biaya 13 ribu rupiah juga menggunakan Bajaj (sesudah nawar rada nekad), padahal dengan taksi tarif lama, perjalanan tersebut memakan biaya sekitar 15 ribu rupiah. Penghematan yang tidak significant (cuma 2 ribu rupiah), apalagi jika dibandingkan dengan kenyamanan perjalanan yang ditawarkan; Bajaj terbuka kapasitas duduk dua orang, dengan sedan ber-AC kapasitas duduk empat orang. Padahal dari segi biaya operasional, sudah pasti mesin 200cc akan menggunakan bahan-bakar jauuuh lebih rendah dibanding mesin 2000 cc, begitu juga dengan biaya perawatannya.

Kalau mau diangkat levelnya jadi sarana angkutan alternatif mentropolitan (bersaing dengan taksi), mungkin sebaiknya para Bajaj ini dipasangi argo meter juga, atau diterapkan standarisasi tarif yang murah, sehingga daya saingnya menjadi lebih tinggi lagi. (bay)

Posted by Bayu on Mar 17, '08 1:03 AM for everyone
Gawat, udah seminggu berlalu sejak leher mulai gatel dan batuk mulai muncul, dan walaupun dah di-bom sama Cefadroxil 500mg dah tiga hari ini tetep belum sembuh-sembuh. Padahal antibiotik yang satu ini dah cukup berat, sampe bingung gw. Ada perbaikan? Untungnya sih demikian, soalnya tanpa si Cefa ini suara gw sempet ilang di hari ke-3, plus leher kayak mo pecah gara-gara ledakan2 batuk plus reaksi alergi yang berat. Lucunya, banyak temen-temen gw yang sekarang ini dapet penyakit yang sama, Wib misalnya waktu kemaren ketemu di mbot, ternyata baru aja pulih dari batuk berat. Di rumah isteri juga sama, di mbot juga Rafi baru sembuh. Waktu ketemu mamih dan caca juga, ternyata mereka berdua lagi batuk-batuk juga. What kind of plague is this?

Dan, kondisi ini sangat nggak ketolong dengan (tetep) banyaknya mereka yang cuek-bebek ngudud di angkutan umum maupun fasilitas umum lainnya. Pengap + Asep + No Escape = Kombinasi maut.

Padahal, lusa rencananya gw ma isteri mau mudik ke Cikajang buat nengok bokap, dan (mungkin) Sabtunya mampir ke reunian SMP di Bandung, yang dari confirmed, statusnya jadi turun ke 50% gara2 beberapa perkembangan terakhir. Nambah masalah, pagi tadi isteri mulai serak-serak becek dan ilang suara juga kayak gw diawal minggu kemaren. Duh, bisa gawat nih kalau doi ikutan sakit. Bukan apa-apa, nggak sakit aja manjanya minta ampun!

Luv u dear, jangan ikutan sakit yah

Anyway, berikut ini ada sedikit catetan dari Healthy Way Magazine Online:

Q: Why do I cough?

Because there is excess mucus or other irritant matter from external sources – dirt, smoke, household cleaners – lying on the surface of the respiratory tract, and your body is trying to expel them by propelling it violently upwards.

The body uses the mucous membranes as an exit route for toxins. When a bug infects you and your immune system attacks it, dead bacteria and dead immune cells can be pushed out via mucous secretions. Also, if other eliminatory organs such as the bowel aren’t working well, then some toxins may be diverted to the respiratory tract to be offloaded through these membranes.


Q: If I have lots of mucus, what does it mean?

Either your body is fighting off a bug or it is trying to shovel toxins out through the mucous membranes because they aren’t going out properly through other routes – or the systems are getting swamped by an excess of toxins! Mucus may increase when you eat or drink poor quality food, or if you eat a lot of dairy products.

Q: Can you give me more information on the herbs?

Ivy and Thyme taken together in a tincture help to reduce spasms in the bronchial tubes (so that you cough less, and less violently), and to thin mucus lying on the chest so that it is easier to expel. You will cough less but, when you do cough, mucus will be removed. The herbs work very quickly and are safe for children and diabetics, who often can’t take cough remedies because they are sweetened.

Herbal syrups such as Drosinula, made from the Sundew plant, ease painful throats and help with stubborn coughs.

Galeopsis contains silica that helps to restore a weakened lung lining, and boosts immune function.

Q: OK, so what can I do to stop my cough?

Sometimes suppressing a cough is the worst thing you could do because the toxins that should have been removed stay in the system and bung you up. The best thing is to help the body remove the irritants as quickly and effectively as possible. Here are some sensible guidelines.

• Reduce your intake of dairy foods

• Drink plenty of still water (warm if you prefer) and ensure your bowel is working daily, to flush toxins out of the system

Don’t stay in stuffy rooms or expose yourself to cigarette smoke

• Enjoy the fresh air but wrap up warmly and don’t expose your throat to cold winds

Take herbal remedies such as a complex of Ivy and Thyme to improve the way the respiratory tract deals with mucus, making coughs less troublesome

• Use soothing herbal syrups to ease irritation in the throat

• Those prone to coughs and other respiratory tract disorders should consider taking Galeopsis for six months, as it gently strengthens the respiratory tract lining. The mineral zinc and beta-carotene are also helpful for the lung lining.

Nah, ini gambarnya Galeopsis, ada yang tau apa gerangan namanya kalau di Indonesia? Atau barangkali tau substitusi herbal lainnya yang kurang-lebih setara?


(bay)

Image batuk dari sini: http://www.persiflage.ca/
Image Galeopsis dari sini: http://www.swsbm.com/

Posted by Bayu on Mar 13, '08 11:01 PM for everyone
Link: http://malesbanget.com/index.php

Setelah sekian lama tidur, eh ternyata situs gila yang satu ini sudah kembali online! Dari namanya aja mungkin anda sudah bisa nebak isi dari website ini seperti gimana. Silakan mampir kesini kalau pengen tau soal kabar ibukota terkini (dari sudut pandang subyektif para MBDCers tentunya), Kamus Slang MBDC, Happening Scenes Ibukota, sampe ke Teknik Nonton SPG di Pameran Mobil.

Parental Advisory: explicit words, improper activities suggestion. Yang dah gede aja yang boleh liat yaa, anak-anak jangan.


Posted by Bayu on Dec 29, '07 11:42 AM for everyone
Waktu pulang lewat Mesjid Sunda Kelapa beberapa minggu lalu, taksi yang gw tumpangi sempet papasan dengan sebuah taksi rada "gambreng" penuh tulisan dan berwarna oranye. Karena pas di lampu merah, mau nggak mau gwpun menyapukan pandangan ke sekitar, termasuk ke si taksi oranye ini.

Weleh! Ternyata keliatan kalo di dalem si taksi gambreng, di bagian belakang sandaran kepala jok depan, ada LCD TV mungilnya! Cepet-cepet gw cek nama taksinya sebelum keburu berlalu...

"Trans Cab"

Hmm? Pemain lama dengan servis barukah? Atau perusahaan taksi baru tapi pemilihan namanya bikin familiar? (comparing to Trans-TV dan CitiTrans).

Karena si Trans Cab maju duluan, maka gwpun bisa mengamati bagian belakangnya dengan cukup leluasa. Rupanya di kaca belakang si taksi, terpampang stiker full cover dengan isi promo mengenai "Nonton TV saluran Internasional sambil naik taksi tarif lama". Wah gile! Langsung ngeces gw, ngebayangin bahwa untuk perjalanan-perjalanan jarak jauh (atau macet) nantinya nggak perlu bengong atau ikutan stress, tapi bisa nonton TV. Dah gitu mobilnya bagus pula, Limo kalo gak salah (Vios versi taksi). Dan yang lebih mencengangkan lagi ya itu dia... tarif lama!

Sayangnya waktu nyelidik datanya lebih lanjut... lah... koq ge nggak nemu nomer call-centre nya? Aneh... gak niat menjaring konsumen by phone? Atau simply kesalahan si graphic designer dalam penempatan informasi vital? Namun sebelum sempet meneliti lebih lanjut, si Trans Cab inipun hilang dari pandangan...

Sejak hari itu kalo nunggu taksi, gw selalu awas mata untuk nyari taksi yang satu ini... ngebet pengen nge-review! Tapi apa daya cuma sempet dua kali ngeliat taksi yang sama di jalanan, itupun udah terisi. Mungkin jumlahnya masih dikit ya? Ada yang pernah nyoba?

Satu hal yang terbersit... kalau ada armada taksi dengan tarif murah bisa memberikan fasilitas sedemikian, berarti yang matok tarif baru harusnya bisa ngasi fasilitas yang lebih hebat lagi ya? Tapi koq nggak? Hayo!! Padahal dari sekian banyaknya perusahaan taksi di Jakarta, inovasi dalam hal feature dan pelayanan seharusnya jadi salahsatu faktor penentu dalam menjaring pelanggan... Free drink? Games? Phone calls? Karaoke? =P (bay)

Posted by Bayu on Dec 11, '07 10:52 PM for everyone
Sedari semalem sebelumnya ngubek-ngubek internet dan tetep gak nemu; dimana sih adanya Jadwal Keberangkatan Bis Damri Jurusan Gambir - Bandara? Padahal besok subuhnya gw harus make angkutan ini ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta demi urusan kantor.

Si boss sih reccomend gw berangkat pake bis yang jam 6.45 aja, buat ngejar sampe bandara sebelum jam 8.00 pagi, saat (calon) client dateng juga dari Bandung sebelum mereka terbang ke tempat tujuannya. Intercepting mission, ceritanya. Tapi terkait jadwal, berhubung lalu-lintas Jakarta sukar ditebak mood nya, plus jarak yang lumayan jauh dari Gambir - Bandara, mengakibatkan gw ragu bisa menuhin schedule yang ditetapkan sekiranya baru berangkat jam 6.45 dari Gambir. Apalagi kalau menurut data disini, perkiraan perjalanan adalah sekitar 2 jam! Jadilah gw jam 5.10 pagi dah keluar dari kost, dan langsung naek ojek ke Gambir. Perkiraan gw, kalo ada bis berangkat jam 6.45, dan interval 1 jam, berarti jam 5.45 ada juga jadwal keberangkatan.[catet: Kost - Gambir by Ojek: 10K]

Sampe Gambir, gw turun di jejeran bis Damri deretan paling depan. Waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi, dan hanya dalam hitungan detik saja setelah gw naek, bis pun kemudian berangkat! [catet: Bis Damri Gambir - Bandara, berangkat jam 5.30 pagi, bukan 5.45]

Ternyata rute berangkatnya nggak se-ribet yang gw kira... Gambir - Harmoni - Tomang - Tol - Bandara, tapi malah lewat Gambir - Pasar Baru - Kemayoran - Tol yang memang lebih ringkas dan lebih minim kemacetan. Soalnya berbekal pengalaman, jalur Harmoni - Tomang di pagi hari udah lumayan padet, belon lagi menuju Grogolnya. Walhasil, tepat 30 menit dari keberangkatan, bis sudah memasuki kompleks Bandara. Dan sekitar 5 menit kemudian bis pun memasuki Terminal 1 Gate A, dimana banyak maskapai penerbangan lokal murmer bercokol; Adam Air, Lion Air, Air Asia, dll. [catet: Total perjalanan bis Damri Gambir - Bandara di pagi hari adalah sekitar 40 menit]

Berhubung waktu baru menunjukkan pukul 06.15, dan yang mau ditemui mengkonfirmasikan baru sekitar 1 jam lagi sampai bandara, maka gw pun melihat-lihat dulu suasana sekitar sambil nyari-nyari ATM, soale dapet SMS susulan dari si boss supaya para tamu ini gw "ajak sarapan". Padahal gw gak bawa cash, secara dompet juga belon beli yang baru... huh.

Sayangnya, ATM yang ada di daerah ini cuma Mandiri (100K), dan BCA. Jalan lebih jauh lagi ada Bukopin (50K), and that's all. Bank gw nggak ada euy. Ya udah, ngantri di ATM nya Mandiri aja. Berbarengan dengan gw ngantri, ada seorang air crew yang juga ikut ngantri. Tadinya gw pikir pramugari, tapi setelah memperhatikan seragam putihnya, plus dua strip di bahunya, gw baru ngeh kalau wanita yang ngantri di depan gw ini adalah cockpit crew, mungkin co-pilot. Nice.

Giliran mbak co-pilot make ATM, sementara si bapak yang make sebelumnya berlalu sambil saying something like "ATM rusak". Tapi karena sebelum si bapak, ATM baek-baek aja, maka gw duga it's just a glitch, kekacauan sistem sementara... Pas si bapak berlalu, si mbak co-pilot cepet-cepet manggil si bapak.

"Eeh, pak, pak! Ini uangnya!" Sambil ngacung-ngacung segepok duit tebel 100 rebuan!

Ah, rupanya si bapak kurang sabar dan kurang ngerti sistem kerja ATM nya (yang emang kadang bikin pusing!), sehingga setelah transaksi deal (dan keliatannya nothing happened), si bapak cuma ngambil kartunya then walk away. Untung ada si mbak co-pilot yang baik hati ini.

Setelah ngambil duit, gw beranjak ke tujuan berikutnya; nyari sarapan. Sekalian set-up sasaran tempat meeting ntar ma para tamu. Pas lewat ATM BCA, ternyata kejadian di ATM tadi terulang lagi, seorang bapak, dengan cepat-cepat memperingatkan seorang ibu separuh baya yang baru berlalu:

"Bu! Bu! Ini uangnya ketinggalan!" Sambil mengacungkan segepok uang limapuluhribuan.

Lucu... pertanda apa ini? ATM sekarang makin sulit dimengerti orang awam? Orang makin banyak melamun? Orang-tua harus lebih diawasi saat menggunakan ATM? Atau... pertanda gw bakalan dapet duit segepok?! Amin to that, ya Rabb.

Singkat kata, tamu yang dinantikan pun datang... dan setelah menyerahkan proposal penawaran dari kantor, kami ber-empat sarapan hingga tiba waktunya para tamu buat check-in dan siap-siap berangkat. Satu hal yang gw pelajari juga adalah... harga rata-rata makanan di kantin. Sepiring nasi goreng biasa, plus telor ceplok, berharga IDR 15K, sedangkan secangkir kopi seduh, berharga IDR 10K. Dan ini standar kantin kelas sedang, nggak tau gimana jadinya kalau di kelas yang lebih fancy lagi. Safe-bet: gerai-gerai fast-food, kalau anda khawatir atau malu nanya harga di kantin.

Pulangnya, kembali pake Bis Damri Bandara, cuma kali ini ngambil yang jurusan Blok-M supaya bisa turun di Semanggi sehingga lebih mudah ngelanjutin perjalanan ke Tebet. Disitulah gw sempet ngintip daftar tarif yang terpampang di loket sebagai;

Untuk tujuan dalem kota (Blok M, Pasar Minggu, Lebak Bulus, Rawamangun, Kp. Rambutan, Cikarang, Tj. Priok, Gambir) biayanya adalah IDR 15K, sedangkan untuk tujuan luar kota (Cikarang, Serang, Bekasi, Bogor) tarifnya bervariasi antara IDR 18 - 20K. Sedangkan jadwal keberangkatan, nihil... tapi asumsi sih ada keberangkatan tiap jam dari tiap tempat-tempat yang disebutkan tersebut.

Anyway dari reply-an di jurnal ini plus sedikit Googling, berhasil terkumpulkan data-data sebagai berikut, masih belum lengkap jadi silakan kalau mau sumbang info:

Tabel: Jadwal Keberangkatan Bis Damri Tujuan Bandara (under construction)
Asal Lokasi Rute / Mampir
Awal
Freq
End
Waktu
Biaya
Bekasi
Pakiran dalam Giant hyperstore, Mega Mall - Kali Malang
langsung tol
04:00
60
19:00
120 mnt
23.000
Blok-MSeberang gerbang masuk terminal, sebelah Blok M PlazaRatu Plaza, Senayan, Semanggi
04:00
30
18:00
45 - 120 mnt
15.000
Bogor
Terminal Baranang Siang - Pajajaran
langsung tol

30

90 - 120 mnt
25.000
Cikarang
???





25.000
Gambir
Parkir Dalam Stasiun KA
Ps. Baru, Kemayoran

60


15.000
Kp.Rambutan
Terminal Kp. Rambutan
langsung tol




15.000
Lebak Bulus
Terminal Lebak Bulus

05:00
60


15.000
Mangga Dua Square (M2S)
Lt. GF Hall A (sebelah Red Bean)
Gunung Sahari, Kemayoran
11:00
60
19:00
15 - 45 mnt

Pasar Minggu
Terminal Pasar Minggu
Pancoran

60

30 - 120 mnt
15.000
Rawa Mangun
Terminal Rawa Mangun
Halte Rawasari




15.000
Tj. Priok
Terminal Tj. Priok

05:00
60


15.000
Serang
Terminal Serang
Merak?




23.000
*catatan:
+ keberangkatan seringkali tidak nurut jadwal, tapi nunggu penumpang penuh
+ rute/mampir: tempat persinggahan (sekaligus ngangkut penumpang yang nggak ke terminal)
+ kalau macet, lama perjalanan bisa melar sampai 2X atau 3X lipat

Kalau perjalanan pulangnya sih... ya nothing special... macet disana-sini, rebutan jalan disana-sini, dan perjalananpun jadi sangat lambat... Kalau sudah begini, pake taksi juga nggakan nolong, selain dari ongkos yang antara 400% - 600% lebih mahal. Anyway, buat mereka yang baru turun dari pesawat, dan sama-sama satu bis di perjalanan tersebut, welcome (back) to Jakarta! Mother city of the traffic jam! (bay)

image dari http://bismania.com/


Posted by Bayu on Dec 7, '07 2:13 AM for everyone
Sore jam 3an gw pamit dari kantor, ngantisipasi jalanan Tebet - Gatsu yang mungkin bakalan macet. Setelah batal naek ojek karena mintanya lumayan edun "jigow ya pak?", gw pake transport regular aja ah... Pake taksi mungkin cuma 15-20K tapi nginget pertimbangan pertama tadi (khawatir macet) maka gwpun miih pake 602 aja jurusan Kp. Melayu - Cilandak yang lewat Jl. Tebet Raya.

Cuaca mendung... pas turun dan switch ke bis jurusan Grogol dibawah overpass Trans-TV pun keadaan udah lumayan mengkhawatirkan. Semoga nggak ujan dulu ya Alloh...

Apesnya si bus masuk tol. Untungnya, gerbang tol nya pas didepan tujuan gw; Wisma Mulia, dimana GraPari nya Telkomsel untuk wilayah Jakarta Selatan berada. Gwpun berlari-lari kecil sambil nyebrang jalan yang lumayan rame dan motor-mobilnya pada kenceng ini. Kembali gw inget-inget pembicaraan dengan operator call-centernya 116 beberapa waktu lalu.

"Mbak, saya mau lapor kehilangan kartu, bisa diblokir?"
"Nomornya pak?"
"0813 1778 64xx"
"Saya samakan dulu data-data pribadinya ya pak"
"Silakan mbak..."

(...)

"Kalau saya pengen dapet nomer ini lagi bisa mbak?"
"Bisa pak, silakan datang ke GraPari untuk pengurusannya, dengan membayar biaya ganti kartu 15 ribu rupiah"
"Persyaratannya mbak?"
"Cukup tunjukkan KTP pak"
"Hmm... kan ikut ilang mbak... kalau surat keterangan kepolisian gimana?"
"Tidak perlu pak, kan bapak sudah ikut SimpatiZone jadi cukup KTP saja"
"Iya tapi KTP nya ikutan ilang mbak, satu paket sama henpun saya yang ilang juga"
"Kalau begitu bisa diganti dengan surat keterangan RT/RW tempat KTP dibuat"
"Walah... sulit mbak, KTP Bandung..."
"Maaf pak, tapi peraturannya memang begitu"
"Kalau... fotokopinya aja ngga apa-apa?"
"Nggak apa-apa pak, boleh"
"Oh ya sudah kalau begitu, jadi cukup fotokopi KTP saja ya mbak?"
"Iya pak, betul"
"Oke mbak, terimakasih"
"Terimakasih sudah menghubungi kami, selamat sore"
[click]

Fotokopi KTP, plus duit 15 rebu... inget gw, dan gwpun melangkah masuk ke GraPari yang luas dan nyaman ini. Kebetulan sedang tidak banyak pelanggan yang datang, jadi suasana cukup lengang.

"Selamat sore pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Satpam
"Mau ganti kartu pak"
"Halo atau Simpati?"
"Simpati"
"Hilang atau dicuri?"
"Dicuri pak"
"Bawa surat keterangan Kepolisian?"
[tuh kan]
"Ada pak"
"Oke, silakan masukkan nomor telepon anda", lanjut pak Satpam sambil menunjuk ke LCD touch-screen disamping kami.

0 8 1 3 1 7 7 8 6 4 ...

Dan keluarlah nomor tunggu, lalu pak Satpam mempersilakan gw buat duduk. Cuma menunggu semenit, nomor gw pun dipanggil. Setelah menjelaskan maksud kedatangan pada mas CS, iapun meneliti data yang muncul di layar monitornya, sementara gw mengeluarkan persyaratan yang diperlukan: Fotokopi KTP, plus Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian. Untung gw cerdas*! =P

[*well-prepared maksudnya]

Mas yang bertugas lalu menerima berkas-berkas tersebut (tanpa menanyakan KTP aslinya), mencocokkan dengan data di komputernya, lalu meminta gw untuk mengisi form standar untuk penggantian kartu. Sementara itu, ia menghilang sejenak untuk mengurus unit pengganti kartu gw tersebut.

Nggak sampe lima menit, si mas udah kembali dan kemudian meneliti form yang gw isi. Selanjutnya si mas membuatkan slip pembayaran, dan mempersilakan gw untuk bayar di kasir. Biayanya? Ternyata cuma 5 ribu rupiah saja, dikorting 10 ribu dari biaya standar 15 ribu. Why? Dunno... seldom ask on discounts =P

Setelah selesai bayar, gw kembali ke counter CS untuk menyerahkan bukti pembayaran dan menerima amplop berisi satu unit SIM card Simpati baru (tapi nomer lama), dengan kapasitas 32MB (200 entries address book), beserta berkas form administrasi.

Done, all under 30 mins! Nomer gw yang lama bisa kembali, plus sisa pulsa yang ada yang nggak kepake sama si maling.

Lessons learned:

1. Always ask for details.
Tanya mengenai persyaratan sampe hal mendetail, this will covers 80-100% accuracy.

2. Always be prepared
.
Commonly, kalo kasus kehilangan butuh Surat Kehilangan dari Kepolisian, siapin!

3. Always anticipating ahead
, terutama terhadap kasus kehilangan. Lucky me, seminggu sebelum dompet gw raib, gw dah scan semua kartu gw termasuk KTP. Jadi pas needed tinggal print aja hasil scan nya, helps both you and your banks/card issuers.

Jadi walaupun ada kesalahan informasi seperti kasus gw ngurus kartu Simpati ini (ternyata harus pake surat kehilangan), you'll be prepared. (bay)

image dari: http://www.phmnetwork.com

Posted by Bayu on Nov 29, '07 5:21 PM for everyone
Beberapa hari lalu kami mampir ke "Ambas" (Mall Ambassador di Jl. Casablanca) buat mengunjungi Carrefour. Setelah makan di Pizza Hut yang baru buka, maka kamipun berkeliling ke aneka kios yang berada disekitar sana... Mampir ke kios baju, DVD, dan... peralatan elektronik.

Kebetulan ada salahsatu item yang sedang kami cari dan kamipun tertarik buat sedikit bertanya-tanya...

(...)

Nyaris duapuluh menit kemudian, tanya ini-itu, ambil sana, tulis sini, pilih sana, gosok sini, sebuah telepon dari management, dan aneka komentar dari para pramuniaga, maka bukan hanya informasi yang kami dapatkan tapi juga kesempatan memenangkan aneka perangkat elektronis termasuk fan with cooler, deep fryer, microwave oven, foot massager, water filter,

Dengan harga HANYA Rp. 3.990.000!

Wiiiii!

Dan ditelorkanlah satu lagi tulisan di Metrovert, yang ini nih: "Trend Jualan: Anda Beruntung!" (bay)
 
p.s.: Nggak, kami nggak ngeluarin uang sepeserpun, cuma sedikit waktu untuk apa yang kami anggap sebagai riset.

Posted by Bayu on Nov 22, '07 5:59 AM for everyone
Akhir-akhir ini di TV sedang marak diangkat mengenai fenomena merebaknya geng motor di kalangan anak muda SMA. Di Jakarta, kasus ini merebak setelah dilaporkannya kasus penganiayaan fisik terhadap seorang murid kelas 1 SMA oleh kakak-kakak kelasnya yang tergabung dalam geng motor sekolah tersebut. Sebagai buntutnya, lima orang penganiaya tersebut dikeluarkan dari sekolah dan sekarang sedang dalam tahap pemrosesan secara hukum.

Tak kalah marak pula, beredarnya video rekaman acara "inisiasi" salahsatu geng motor terkenal di Bandung; Brigez, yang sampai ke tangan Polisi. Pihak kepolisian lantas bermaksud memperkarakan para pelaku penganiayaan di video tersebut, walaupun kejadian yang terekam berasal dari dua-tiga tahun silam. Hal lain yang cukup mengejutkan adalah rekaman video kamera pengawas di suatu toserba Bandung yang merekam kejadian bagaimana toko tersebut diserang oleh sekawanan geng motor. Rupanya toserba tersebut adalah tempat nangkring salahsatu geng, dan malam itu kebetulan saja diadakan "kunjungan balasan" dari geng motor rival.

Pada segmen acara lain, ditampilkan pula profil-profil anggota geng motor dari kota-kota lainnya, yang sengaja atau tidak, terlibat dengan kegiatan kriminal. Baik itu perampokan, curanmor, hingga tindakan-tindakan yang berujung fatal, semisal pengeroyokan hingga pembunuhan. Salahseorang korban yang masih duduk di bangku SMA, mengaku sebagai korban "salah sasaran" dari anggota salahsatu geng motor yang menduga ia dari geng rival. Argumen yang sia-sia, berujung kepada ditusuknya si korban di bagian perut samping dan mengakibatkan harus diangkatnya limpa si korban. Korban lainnya yang ditampilkan adalah seorang bapak yang semenjak kehilangan tangan kanannya akibat penganiayaan anggota geng motor, hingga kini kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Yang juga mengejutkan, adalah kenyataan bahwa geng motor taun 80-an "Moonraker" masih hidup dan aktif di Bandung. Gitu juga dengan "GBR" yang marak jaman gw SMA dulu. Sedangkan "Brigez" yang muncul belakangan, memang sejak dulu dicurigai sebagai geng motor bertendensi kriminal. Yang agak berbeda, geng "Hell Angels" nya Bandung; "Biker's Brotherhood" sama sekali nggak dibahas. Mungkin karena basisnya sendiri adalah solidaritas antar penggemar motor tua.

Tapi dari keseluruhan hal tersebut, yang paling mengejutkan sebenarnya adalah bagaimana pihak pendidik tidak pernah berhasil menemukan solusi yang efektif terhadap kecenderungan kenakalan remaja ini. Apa kabar Diknas? Masa sejak saya sekolah di SD dulu hingga sekarang nyaris 30 tahun berlalu, tools yang anda ciptakan cuma Ekskul dan Guru BP? Padahal salahsatu elemen dari pendidikan, saya yakin, adalah mencakup juga pendidikan non-formal terhadap para siswa nya diluar jejalan-jejalan materi kurikulum. Termasuk dalam berperan aktif menciptakan kondisi yang kondusif untuk menahan gempuran pengaruh buruk baik dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah... Termasuk dalam hal ini, Narkoba dan Geng motor. Hayo dong jangan ribut ngotak-ngatik kurikulum melulu tiap ganti menteri... (bay)

image dari: pikiran-rakyat.com

Posted by Bayu on Nov 16, '07 4:49 PM for everyone
Berhubung trotoar tempat gw biasa jalan kaki ketutup rapat sama runtuhan ranting pohon sisa hujan badai beberapa hari lalu, maka pagi itu gwpun memutuskan untuk numpang jalan lewat halaman showroom Mitsubishi di Jl. Saharjo ini buat belok kearah Tebet. Ada pak Satpam yang berjaga.

Gw: "Permisi numpang lewat ya pak..." ujar gw sambil tersenyum ramah
Satpam: "Lewat sana aja mas!" sahut si Satpam tanpa berkedip, nunjuk ke trotoar yang jelas nggak bisa dilewatin manusia.

Najis.(bay)

Posted by Bayu on Aug 14, '07 10:30 PM for everyone
Sambil sesekali ngeliat siaran TV yang mulai gak seru, gwpun berkali-kali merubah posisi badan mengantisipasi udara malam itu yang lebih panas dari biasanya. Kipas gak nolong, buka jendela juga gak nolong. Walhasil rebahan di lantai aja, sambil maksain buat tidur soalnya dah jam 2 pagi...

Dalam keadaan setengah tidur itu, gw liat pintu kamar terbuka. Heh? Jam berapa ini? Gw liat jam diatas kulkas, baru sekitar jam empat pagi... isteri ke kamar mandi kah? Cepet-cepet gw lirik kearah tempat tidur, dan ternyata isteri masih tidur lelap disana! Lantas kenapa pintu gw kebuka?

Mendadak ada bayangan hitam berkelebat di lorong depan pintu kamar, diiringi dengan suara langkah kaki tergesa-gesa.

DAMN!

Secara reflek gw pun bangun dan mengejar keluar kamar!

Sayangnya nggak keliatan lagi bayangan misterius yang lantas gw duga sebagai uninvited guest di pagi hari itu. Begitu gw buka pintu depan pun, sambil siap-siap kalau-kalau si intruder masih ada, ternyata suasananya lengang. Pintu pagar ke lantai atas masih tertutup, begitu juga pintu pagar halaman kost. Aneh... cepet-cepet gw melongok kearah jalanan, nggak ada bekas apapun kecuali Dede dan temannya yang tidur di halaman luar, terbangun.

Mulai gaduh-gaduh, diduga si intruder masuk dari belakang, dan Dede diinstruksikan oleh bapak kost, yang juga sudah bangun, supaya meninjau ke belakang kalau-kalau ada yang hilang. Gw masuk kamar mendapati isteri yang lagi kebingungan. Gw bilang sama doi kalau tadi ada orang masuk kamar kita!

Cepat-cepat isteri bereaksi buat mengecek apa ada barang berharga yang hilang. Alhamdulillah nggak ada. Notbuk kantor terbungkus ama di tempatnya, henpun tetep di meja samping tempat tidur, dan barang2 gede macem TV dan DVD player masih di tempatnya. Notbuk mungkin aman karena posisinya pas di sebelah lokasi gw tidur. Selain dari itu, everything looks fine...

Kembali ke halaman depan buat mengamati suasana, gw dapati nggak ada satupun tetangga-tetangga kost kami yang terbangun. Kebluk! Sedangkan di sekitar rumah, para tetangga kelihatannya mulai terbangun dan beberapa melongokkan kepala dari jendela. Gw tanya sama yang jaga dibawah, kearah mana tu maling larinya? Tapi jawabannya nggak jelas.

Yang pasti, lantai atas tempat kamar kami berada, tingginya itu sekitar empat meter dari jalanan, dan posisi paling rendah buat seseorang bisa melewati pager adalah dengan loncat dari stair landing yang tingginya sekitar 2.5 meter dari jalanan. No normal people would survive that jump without serious injuries.

Dede bilang kalau ia nemu sandal si maling yang rupanya ketinggalan. Tapi gimana caranya itu bisa di trace-back ke si pelaku? Sidik jempol kaki? Atau mungkin berusaha dapetin sidik jari di handle kamar gw? Ah keliatannya gak mungkin, apalagi nggak ada kehilangan atau korban.

Ngeliat perilaku si intruder yang nggak ngambil apa-apa, keliatannya ini sih dari tipe "penyusup", bukan "perampok". Soalnya kalau memang diniatkan, sangatlah mungkin kejadian tadi berujung nahas buat gw dan isteri... sedangkan pada kenyataannya, henpun gak ilang, digicam gak ilang, jam tangan isteri juga keliatannya gak ilang, padahal semuanya tergeletak diatas meja samping tempat tidur. Notbuk gak ilang, gitu juga heavy electronics nggak ada yang disentuh. Jadi maksudnya apa nih? Bukannya nggak bersyukur, tapi jadi tanda-tanya juga... maling koq kayak yang iseng? Nggak ada barang high value yang ilang?

Trus koq dia tau kamar kami malem itu nggak dikunci? Apa sekedar luck, atau belajar dari pengamatan? Orang dalam? Teman orang dalam? Wah jadi suudzon...

Tapi kami bersyukur nggak ada barang yang ilang, dan gw terbangun saat si intruder masih sangat dekat... Somehow jadi keingetan salahsatu kepercayaan China, kalau orang dengan shio gw itu adalah perlindungan efektif terhadap tiga hal: kebakaran, maling, dan hantu. Bukti ramalan kah? Gw sendiri nggak terlalu ngerti apa yang buat gw terbangun tadi... secara perasaan nggak ada suara keras atau apapun... just tiba-tiba kebangun dan mendapati pintu kamar udah sedikit terbuka. Someone wake me up?

Setelah berusaha untuk kembali tidur, kamipun memulai kegiatan rutin di pagi harinya. Udah nggak terlalu kaget soal kejadian semalem, apalagi dibandingin dengan pengalaman temen yang sampe keilangan notbuk, henpun dll beberapa waktu sebelumnya. Kami masih bisa bersyukur...

Yang lucu, pas gw mau bayar sarapan di warung sebelah kantor, lha koq dompet gw nggak ada isinya??? Perasaan kemaren terakhir gw cek.... oww...

DAMN!

Ternyata ada korban, duit sekitar 250 rebu ilang dari dompet gw =| Kebetulan kemaren baru ngambil dari ATM buat beli charger notbuk, dan gak jadi dipake kecuali buat beli bensin doang.

Tapi anehnya lagi, kartu2 ATM dan CC gw nggak ada yang ilang. Duit yang gw selip2in di beberapa hidden pocketnya dompet juga gak ilang, even bon-bon yang disimpen barengan duitnya juga gak ilang! Ini artinya si maling sempet dengan leluasa ngambil dompet gw, ngutil cuma duitnya dan ngembaliin bon-bon serta kertas bukan uang lainnya, trus naroh lagi di tempat asal then cabut. Dan lupa nutup pintu. Kayaknya kalo dia sampe sempet nutup pintu, gw bakalan nggak ngeh sama sekali kalo malem itu ada bangsat masuk kamar kami...

Duit ilang ya udah... tinggal nyari lagi. Tapi gw tetep penasaran sama faktor "why" nya. Bukankah lebih mudah buat si maling bawa dompetnya aja sekalian? Daripada ningkatin resiko dia caught in action? Apa doi pake ajian sirep / bawa jin sehingga gw tetep tertidur lelap padahal pintu bunyinya kreat kreot plus ditempelin aneka kerincingan? Kalau ya dia bawa "sesuatu" sebagai pengawalnya, kenapa nggak bawa notbuk gw sekalian, dan score big dibanding sekedar ngutil sedikit duit di dompet?

Trus ngeliat damage nya is unseen at a glance, apa ada yang lain lagi yang ilang? Huh! Jadi score akhirnya tetep 1-0 buat si maling. Dia bisa bebas buka pintu kamar, masuk, ngambil dompet, milih isinya, ngembaliin dompet, lantas keluar kamar dengan tenang... dan kabur nggak ketangkep.

Eh... total 7-0 kalo gitu...

Dan ditambah lagi dengan gw harus ganti judul tulisan, dari something berbau "alhamdulillah, selamat", jadi ke tipe "bener, kemalingan".

Jadi kalo gitu 8-0 ding.... kalah telak! (bay)

image dari: http://www.tameside-owl.org.uk

Posted by Bayu on Aug 6, '07 7:42 AM for everyone
Seperti sudah diutarakan oleh baginda Rasulullah, keimanan seseorang itu ada pasang-surut nya, naik-turunnya. Rasulullah menyadari itu, dan barangkali kita sendiri juga pernah menyadari betapa banyaknya rutinitas kehidupan (tidak melulu harus berupa godaan!) yang membuat kita menjauh dari hal dan kegiatan Islami yang justru berfungsi untuk menjaga kualitas dan tingkat keimanan kita.

Kerja keras ngejar target, sementara karena merasa kagok nyelesaikan kerjaan, jadinya sholat ditunda-tunda... eh akhirnya kebablasan... Sekali-dua kali ngerasa gerah... eh lama-lama kebiasaan dan jadi tebal muka...

"Ah toh Alloh pasti maklum... iman saya nggak goyah koq..."

Terus menerus geser dikit-dikit sampe akhirnya nganggap sholat itu nggak penting, puasa itu nggak penting, zakat itu nggak penting, dan syahadat itu cukup diucapkan saja sudah sah. Tambah lagi, dengan embel-embel keyakinan bahwa keimanan kita pada Nya tidak berubah sedikitpun, walaupun kita tidak melaksanakan ibadah secara Islami...

"Ah, toh Alloh lebih tau apa yang ada dalam diri saya, tidak perlu lah ibadah ini-itu, toh pada esensinya saya seorang muslim".


Nyatanya keimanan seseorang itu tidak incorruptible... hanya saja yang tidak disadari, seringkali proses degradasi ini berlangsung secara lambat... dan akan semakin melemah manakala dibiarkan menyurut dan menipis...

Rasulullah yang sudah dijamin masuk Surga saja masih tekun beribadah. Dan dalam posisinya sebagai The Model (sang Teladan), beliau pun tidak pernah meninggalkan kewajiban melaksanakan ibadah-ibadah rutin dan ritual dari Islam. Kenapa??? Padahal sudah jelas kadar keimana beliau...

[Atau adakah muslim yang cukup tidak waras untuk meragukan tingkat keimanan Rasululloh?]

Segala contoh dan tindakan beliau tersebut secara konsisten dilakukan, karena baginda Rasulullah menganggap dengan cara-cara itulah iman akan selalu terbina dan terjaga. Aneka kewajiban, anjuran, dan larangan, semuanya dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu tatanan hidup yang insyaalloh akan menjaga dan meningkatkan kadar keimanan ummat Islam.

Jadi, kala anda dapati diri sudah (sangat) jauh dari praktik-praktik Islami tersebut, berarti sudah saatnya untuk "Recharging of Faith". Atau meminjam istilah populer dewasa ini "Isi ulang (pulsa) keimanan anda!"

Caranya sendiri beragam, mulai dari mengikuti majelis taklim, pengajian, baca buku-buku Islami, mendekatkan diri dengan mesjid, dengan orang-orang yang keimanannya lebih kuat, banyak cara...

Saya sendiri seringkali berhasil melakukan ROF ini dengan cara membaca pengalaman mereka-mereka yang... kembali ke Islam.

[Islam mengenal reverts, bukan converts, karena pada dasarnya seorang bayi yang baru lahir adalah Islam].

Membaca kisah-kisah para Muallaf yang baru memeluk Islam, dengan latar belakang yang sangat beragam, mau nggak mau buat saya menumbuhkan kembali bibit-bibit kecil keimanan yang telah mulai lesang. Mengetahui hal-hal yang mungkin sepele mengenai bagaimana mereka tertarik akan Islam (atau justru hal-hal luar biasa yang melibatkan kehendak-Nya dalam cara yang lebih megah), membantu saya untuk menilik kembali hal-hal mendasar dalam Islam, yang menjadikan mengapa para Muallaf itu tertarik dan rela melalui aneka rintangan berat dari keluarga dan lingkungannya... tak jarang berujung ancaman nyawa pula.

Hal-hal mendasar tersebut, seringkali sebenarnya (apalagi sebagai muslim dari lahir), telah kita pelajari berulangkali, telah kita anggap mengerti... dan akhirnya kita anggap enteng...

[Mungkin istilah "taken for granted" nya bule pas betul dalam konteks kejadian ini].

Dengan bantuan kisah para Muallaf yang kembali ke Islam, kita bisa menyadari kembali betapa berharganya apa yang sudah (atau pernah) kita miliki, dan menempatkannya kembali ke posisi yang tepat. Mau nggak mau hati kembali terbuka... kembali luluh... dan menyadari bahwa menjadi seorang muslim tidaklah seberat yang kita bayangkan akhir-akhir ini... Dan kitapun kembali siap untuk menerima pencerahan lebih lanjut dari Nya. Amiiiin...

Nah, bagaimana dengan para rekan? Apa yang anda lakukan untuk Recharging of Faith?

Dan terakhir, jangan lupa... insyaalloh jika Alloh berkenan, maka dalam satu bulan-an lagi, kita akan segera berjumpa kembali dengan sang Tamu Agung; bulan suci Ramadhan. Ayo cek ulang hitung-hitungan anda, apa masih ada kewajiban yang tertunda dari Ramadhan lalu? Apa sudah mulai persiapan-persiapan menyesuaikan diri untuk menyambut Ramadhan? Mari berbenah. Wassalam. (bay)

Posted by Bayu on Aug 4, '07 2:30 PM for everyone
Kabel di Notbuk kantor tu dah twisted di bagian koneksi ke adaptornya, dan akhirnya cuma bisa charging kalo kabelnya diputer ke posisi tertentu. Tanda-tanda pasti kabel aus.

Daripada reparasi ke tukang servis ngabisin waktu, gw lakuin apa yang bisa gw lakuin dalam hal ini: bedah darurat! Si kabel gw potong thn sambung ulang secara darurat aja. And it worked!

Mungkin si boss rada bingung ngeliat adaptor yang jadi keliatan berantakan gitu, tapi karena nature nya doi gak suka ngeributin hal kecil maka jadinya gak ada komentar.

Selama beberapa waktu lancar-lancar aja dipake, baik itu di kost, rumah, kantor, cafe, nggak ada masalah. Sampai di suatu ketika... eng ing eng...

Pada kunjungan dua minggu lalu ke salahsatu cafe di Menteng, gw secara rutin ngeluarin notbuk dan siap-siap nyolokin kabel ke steker listrik. Yang terjadi kemudian adalah, suara ledakan dan keluar kilatan cahaya dari steker, plus lampu yang juga konek ke steker tersebut mati! Waktu gw cek colokan kabel, ternyata salahsatu dari konektor logam nya sampe angus dan lapisan logam nya terkelupas! Damn $@%#@!

Waktu gw coba lagi di rumah, dengan posisi kuda-kuda siap-siap lari, eh ternyata si adaptor berfungsi baek-baek aja! Jadi kenapa malem itu sampe ngabeledug yah? Besoknya di kantor pun nggak ada masalah... Sampe di suatu ketika...

Balik lagi ke cafe yang sama, dan dengan waswas nyolokin lagi adapter ke steker listrik... dan kejadian beledug + kilatan cahaya + lampu mati kembali terjadi. Walah... maka walhasil malem itu gak buka notbuk karena khawatir ngerusakin steker lain di cafe tersebut.

Sekarang jadinya parno kalo mau back to that cafe lagi... sayangnya gw lon nemu tempat lain yang mudah dijangkau, cozy dan enak buat meeting sampe malem banget (around 11 p.m.). Masalah beledug nya nggak tau dimana, tapi aneh tapi nyata dugaan utama gw adanya di socket adaptor dari colokan 3 kaki (USA) ke socket dua kaki (Endonesah) yang baru gw ganti. Cuma seinget gw nothing fancy happening there deh, yang mungkin bisa nyebabin korsleting.

Ada yang tau gimana solusinya? Apa gw trial and error aja ganti socket adaptor dan coba (bikin korslet) lagi di cafe tersebut? Atau ada yang tau di seputaran menteng ada tempat nongkrong sampe malem buat informal meeting? (bay)

Posted by Bayu on Jul 5, '07 9:06 AM for everyone
Kemaren sore jalan-jalan ke Bogor, mau motret salahsatu client kantor tapi ternyata pas nyampe sana ditolak karena masalah persyaratan... duh.

Karena udah skip lunch, dan di depan kantor client ini ada mall cukup gede, maka gw pun bertandang kesana... tapi buat mampir ke ATM. Ngapain jauh-jauhke Bogor tapi makan KFC!

Setelah ngambil duit, rencananya gw cuma akan strolling down the road dan nyari kira-kira mana tempat makan di pinggir jalan yang rada asik.

Setelah nggak berhasil nemu yang dianggap asik, gw pun coba menelusuri kembali rute kuliner beberapa tahun silam... walau dah rada lupa jalannya kemana jadi muter-muter aja deh freely... hehe.

Yang bikin kagum, ternyata Bogor punya banyak sekali Cafe! Jadi mirip Bandung! Cuma yang bikin bingung, kenapa koq nyaris nggak ada yang pernah nge-review ya? Palingan Gumati lagi, Dedaunan lagi... Nggak ada tukang makan enak ya di Bogor? Atau tempat makan disini emang pada nggak enak? Too bad then...

Akhirnya gw nyempetin aja buat mampir di salahsatu eateries "spesial" di kota Botani ini... dan ngisi perut laper ini dengan satu-satunya menu yang tersisa di sore hari itu...

"Maaf mas, sudah pada habis tadi siang sama mahasiswa..."

hmm laris manis rupanya si Ayam Mafia ini. (bay)

Posted by Bayu on Jul 5, '07 8:35 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Walaupun diadakan di Erasmus Huis, acara ini sendiri sebenernya diselenggarakan oleh CCF. Sekalian nyoba kamera kantor... tapi karena tanpa persiapan jadinya setengah acara berkutat ke ngatur setting yang nggak ketemu-ketemu... kampungan... Sementara isteri dengan tenangnya bisa duduk dan menikmati suguhan unik ini.

Walaupun judulnya "sirkus", acaranya sendiri sebenernya berupa one man art performance, dengan muatan seni nya terletak pada koreografi dan kemampuan si artis buat meliuk-liuk keluar masuk lobang di papan gantung setinggi 3 meter an ini.

Well anyway, enjoy...

Posted by Bayu on Jun 28, '07 11:39 PM for everyone
21 Group: Khusus Transformers, advance ticket sale sampe seminggu penuh!
Blitz: Transformers ada jadwal tayang sampe 45 menit sekali! Sampe after midinght pula!

Gak tau nih advance ticket sale nya Blitz dah berlaku sampe seminggu juga atau masih buat sehari itu aja... Tapi gw ragu 21 ngantisipasi jadwal tayang Blitz yang sampe se-rapet itu.

Gak kebagian tiket? Gak usah muter-muter nyari bioskop laen, stay aja di satu tempat dan pesen buat jam berikutnya... 45 menit doang...

Let the war begin!

Posted by Bayu on Jun 8, '07 1:59 AM for everyone
Link: http://users.skynet.be/J.Beever/pave.htm

Pernah dikirimin gambar seperti ini via email? Gambar lukisan di bidang datar (biasanya trotoar) dengan tampilan seakan-akan memiliki massa 3D? Gambar jenis ini dibuat dengan memanipulasi indera penglihatan kita, karena dengan cara pengerjaan khusus, apa yang sebenarnya adalah lukisan flat (rata) bisa terlihat menjadi sedemikian hidup. Namun keterbatasannya, efek 3D dari gambar seperti ini hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berada pada posisi tertentu dari gambar. Nevertheless, very creative.

Jenis gambar seperti ini dikenal sebagai "anamorphic drawing" (anamorphic: Pertaining to a kind of distorting optical system -- wordweb 4.01), dan artis pembuat gambar-gambar tersebut adalah Julian Beever.

Di link yang termuat disini, anda bisa dapati juga karya-karya memukai lainnya dari Beever, termasuk juga karya-karya yang dibuat dengan gaya yang lebih "standar" alias lukisan dengan format konvensional.

Ada yang berminat coba-coba bikin gambar sejenis? (bay)


Posted by Bayu on Jun 4, '07 12:44 AM for everyone
Akhirnya, setelah penasaran abiss dengan informasi rekan epicurean soal salahsatu restoran baru, gw dan isteri berhasil menyempatkan diri mampir ke tempat ini, mengakhiri long weekend warga Jakarta di Minggu sore. Walaupun dengan "catch"nya... terpaksa muter kesana-kemari nyari tempat yang nyempil tapi nggak ini.

Masalahnya? Kebetulan yang gw inget hanyalah sekedar tempat baru ini berada di Jl. Panglima Polim, alias satu lokasi dengan salahsatu tempat fave tempo doeloe; Galeri-J, dan resto Manadonese Chamoe-Chamoe. Nama resto nya? Hell I don't even remember it! Cuma dengan janji pada isteri bahwa "pokonya ntar kalo ketemu tempatnya aku bisa confirm deh, tempatnya itu atau bukan". Hehehehehe

Namun setelah berkali-kali lewat daerah tersebut dan bingung koq nggak ada tempat yang dimaksud, akhirnya gwpun mencoba buat merunut informasi yang gw punya dengan lebih objektif... hmm... Panglima Polim kan nggak cuma jalan ini doang? Apalagi ternyata daerah yang gw maksud bukanlah jalan utama dari keluarga jalan dengan nama Panglima Polim.

Tapi setelah ngubek-ngubek kesana-kemari dan tetep nggak ketemu, termasuk setelah menelusur sampe ke Jl. Fatmawati, maka dengan berat hati gw pun memutar balik menuju Blok-M. Sambil tetep bingung sih mau nyari alternatifnya apa, secara target dah kadung di-set buat jajal ni tempat. Semua jenis Panglima Polim dah gw lewati, beberapa dua-tiga kali...

Akhirul kata setelah diputuskan mau bergerilya ke Kemang aja, gw nekad lewat untuk terakhir kalinya ke Panglima Polim, daerah yang gw tau sebagai restaurant area, sekalian motong jalan ke Kemang. Berhubung langit mulai gelap, adzan Maghrib baru saja berkumandang, maka suasana kali ini agak berbeda dari dua - tiga kali lewat sini sebelumnya; neon sign dari para restoran ini mulai menyala!

Dan di keremangan sore, plus harapan yang nyaris nol, sekilas gw pun melihat satu restoran di sisi Selatan jalan tersebut, sejajar dengan Galeri-J, dan dengan ciri-ciri yang menjanjikan: looks cozy, sepi, dan ada papan nama dengan tulisan sekilas mirip "barbeque"... hmm...

Muter balik, dan merhatiin papan namanya dengan lebih seksama...

"Q Smokehouse Factory"


Oh Mi God!... ini dia tempat yang gw cari-cari! Padahal dah kelewatan berkali-kali dari 3-4 trip gw lewat jalan ini tadi... hiks... akhirnya!!!

Dan begitu akhirnya kami turun dari mobil di tempat ini, tak lupa gw pun berpelukan bahagia dengan sang isteri di depan tempat parkir*...

Moral of the story:
+ Catet alamat lengkap si resto tujuan, plus nomer telponnya kalo ada.
+ catet nomer telepon informan/wati kalo-kalo butuh guidance.

Trus berhubung prolognya dah cukup buat jadi tulisan sendiri, maka reviewnya baca aja disini yah: http://epicurina.multiply.com/reviews/item/115

*Btw, gimane, endingnya cukup sinetron nggak?
foto dari: ah kebaca kan?

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help