Bayu's posts with tag: comedy

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag comedy
Posted by Bayu on May 9, '08 6:50 AM for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Sitcom terbitan CBC Canada ini masih tergolong baru dalam penayangan, namun sudah dianggap gebrakan di negeri asalnya dengan sekitar 2 jutaan pemirsa. Sebagai perbandingan, suatu serial tv dianggap mencetak hit di Canada jika disaksikan oleh 1 juta pemirsa, sedangkan pada penayangan pilot dari serial drama komedi bertema Islami ini, CBC memperkirakan jumlah 1.2 juta pemirsa TV.

Mengapa serial ini menjadi hit? Hal ini tak lepas dari tema cerita yang sangat langka di dunia Barat: dinamika hidup keluarga dan komunitas Islam, ditengah lingkungan masyarakat Barat dengan segala paranoid dan stereotyping yang ada. Dibawakan dengan gaya komedi pula! Suatu hal yang dunia barat nyaris tak pernah terdengar dari dunia Islam; guyon.

Berawal dari menyewa salahsatu bangunan milik Gereja, Yasir dengan usaha konstruksinya kemudian menyisihkan sebagian ruangan yang ia sewa untuk dijadikan mesjid. Bertindak sebagai imam adalah Baber, seorang penganut Islam yang cenderung 'orthodox' dalam pola pikir dan menjalankan hidup secara Islam. Sifat Baber yang cenderung keras dan extrim, membuat kaum muslimin kota kecil Mercy ini, memutuskan untuk mendatangkan imam dengan pandangan yang progresif dan modern, dan dimuatlah iklan di koran. Menyambut iklan ini, adalah Amaar, seorang ustad muda ganteng asal Toronto yang sebelumnya memilih profesi sebagai pengacara. Amaar pun kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan ummat Islam di Mercy, dimana selain menjadi imam mesjid, Amaar harus mampu pula menyelesaikan masalah-masalah domestik antara warganya, membentuk persepsi penduduk kota, termasuk menangani pertikaian rutin antara Baber yang keras dan kolot, dengan Dr. Rayaan yang muda, berpikiran modern dan tukang protes.

Kelucuan-kelucuan dalam serial ini sendiri ditampilkan dengan subtle; halus dan sopan. Sedangkan isyu2 yang diangkat, tak lain tak bukan adalah isyu kontemporer yang dihadapi sehari-hari oleh ummat muslimin di dunia barat akibat adanya Islamophobia. Mesjid yang baru dibuat ini saja di hari pertamanya sudah mengundang kecurigaan warga yang kemudian mendesak pendeta Magee untuk mencabut ijin sewa perusahaan Yasir di tempat tersebut. Radio setempat yang beraliran kanan pun tak henti-hentinya mencari isyu terkait bahaya laten Islam untuk diangkat menjadi topik pembicaraan. Imam Amaar sendiri sempat harus berhadapan dengan sekuriti bandara udara ketika seorang penumpang tak sengaja menguping pembicaraan Amaar di telepon yang menyangkut kata-kata "jihad", dan "suicide", padahal yang dibicarakan adalah mengenai keputusannya meninggalkan dunia hukum (career suicide) demi tujuan mulia di jalan-Nya (jihad).

Selain dari diangkatnya isyu-isyu yang menarik dan aktual, serial ini juga seringkali memilih untuk menyajikan jalan keluar yang 'aman' dan liberal, dalam mengatasi permasalah yang dihadapi ummat Islam di kota tersebut. Sayangnya, hal ini pulalah yang kemudian menuai protes dari dari banyak kelompok Islam internasional, yang merasa penyelesaian masalah dalam serial ini kurang atau malah tidak Islami sama sekali. Tapi seperti dikutip dari sindiran imam Amaar dalam salahsatu penyelesaian masalah di mesjidnya itu; "allright, nobody happy, that's a perfect Islamic solution". hehehehehe

Namun terlepas dari kaidah fikih (hukum Islam), serial LMOTP ini menawarkan kesegaran, dan gebrakan terhadap image Islam yang selama ini sudah terlanjur sangat miring di dunia Barat. Suatu sajian yang menarik untuk diikuti. (bay)


Posted by Bayu on May 5, '08 3:16 AM for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Ini film Indonesia ke-2 yang gw nekad tonton di bioskop. Bukan ke-bule-bulean, tapi rata-rata film lokal seringkali berakhir mengecewakan. Entah itu karena over hype dari media, penggarapan yang terkesan asal-asalan, sampe ke (kasus standar), cerita yang kurang menarik.

The Tarix Jabrix muncul dengan gaung yang cukup besar. Bukan dari media, tapi dari kalangan para pemerhati film sendiri. Makanya penasaran pengen nonton a.s.a.p. Ditambah dengan ajakan dari teman seperjuangan dan isterinya, plus baru gajian, maka kepenasaran + kesempatan = kejadian. Tertontonlah film ini, walau cuma di layar mungil nya TIM-21. Soale dah berminggu2 tayang bo'

The Tarix Jabrix adalah nama yang dipakai oleh Cacing dan kawan-kawan (diperankan oleh pemain musik dari grup The Changcuters), untuk nama geng motor yang mereka dirikan. Merasa bahwa perilaku geng motor sekarang sudah menyimpang terlalu jauh dari norma (melanggar hukum, melawan orang-tua, kejam), Cacing bermaksud untuk mendirikan geng motor teladan yang baik; hormat kepada orang-tua, patuh hukum, dan peduli sesama.

Walau berbekal hanya motor-motor tua dan seadanya (yang satu malah motor pinjeman dan satu lagi berniat ikutan tapi pake sepedah), didirikanlah geng motor Tarix Jabrix ini diantara menjamurnya geng-geng motor Bandung yang rata-rata anggotanya puluhan, dengan "persenjataan" motor balap 500cc atau motor-motor tangguh lainnya.

Sayangnya, walaupun bertujuan damai, namun karena masalah pribadi, The Tarix Jabrix terpaksa terlibat perseteruan dengan geng motor (beneran) Smokers, yang dalam cerita ini baru saja menjadi geng motor nomor satu di Bandung. Disinilah konflik cerita mengerucut.

Openingnya sendiri cukup dahsyat; potongan-potongan adegan saat ujian masuk geng motor, dan gimana Cacing selalu terngiang-ngiang ucapan ibunda tercintanya... bener-bener kocak! Sayangnya, hal seperti ini nggak lantas diexplore lebih lanjut di film. Jadinya motto geng yang unik tersebut muncul hanya sekilas dan selebihnya adalah roman remaja biasa.

Setelah bagian introduksi berlangsung dengan aneka kelucuannya, bagian konflik malah menjadi awal dari kedodorannya cerita... dari yang tadinya realistis walau rada hiperbolis, menjadi rada absurd ketika harus terjadi adegan penyerbuan markas plus penculikan. Tapi ini memang bukan film serius walau menyertakan Candil Seurious, hanya saja jalannya cerita jadi cenderung monoton pada tahap-tahap konflik tersebut.

Permainan The Changcuters sendiri dalam memerankan tokoh-tokoh The Tarix Jabrix cukup lumayan. Banyak adegan menegangkan tampil cukup realistis, sedangkan adegan-adegan humornya sendiri banyak yang lucu. Rata-rata kelucuan yang terjadi tampil dengan gaya khas anak-anak sekolah; bergaya saat naksir, bercanda kelewatan, serta celotehan antar mereka sesama teman yang ringan tapi menghibur.

Kalau disetarakan, nonton film ini bagai nonton film-filmnya Warkop jaman dulu; penuh celetukan-celetukan dan kelucuan yang segar dan nggak perlu nyambung sama cerita, atau memiliki plot yang kuat, tapi sangat menghibur. Bedanya, Tarix Jabrix belum nyampe sana, tapi sudah berada di jalan yang benar. Good work!

Salut buat StarVision setelah sebelumnya menelorkan juga "Get Married". (bay)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help