Bayu's posts with tag: commercials

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag commercials
Posted by Bayu on Mar 18, '08 7:17 AM for everyone
Dua orang sahabat dikisahkan sedang melakukan perjalanan keluar kota melewati daerah perbukitan yang meliuk-liuk dengan jurang disana-sini. Waktu berenti di toko, salahseorang mereka sempet beli minuman buat nemenin jalan dan temennya yang nyopir inipun dibagi.

Si temen yang nyupir inipun lantas berterimakasih sama temennya dah ngebagi Coca-Colanya. Temennya menampik, lha yang elo minum tuh bukan Coca-Cola broer. Si supir balik nanya dengan heran, koq bisa? Soalnya rasanya mirip banget Coca-Cola. Dijawab ama temennya"

"It tastes like Coca-Cola but it has zero sugar"

Denger jawaban begini si supir kaget

"What? Zero sugar? No way!"

...dan mengalihkan perhatian dari jalan sehingga mobil pun masuk jurang!

Didasar jurang, dalam keadaan terbalik, si temen akhirnya bilang kalau itu emang Coca-Cola dan dijawab dengan sebal oleh temannya yang nyupir tadi.

Pengenalan fitur "zero sugar but still tastes like original Cola" nya sih dah kena. Cuma yang rada bikin gw bingung... Emang pemuda-pemuda jaman sekarang segitu concern nya sama kandungan gula? Secara yang ditampilkan adalah dua pemuda biasa yang (walaupun bule) adalah pemuda yang bisa ditemui sehari-hari sebagai ordinary guys, yang lazimnya setau gw gak gitu peduli sama fitur beginian. Contohnya aja, rata-rata temen gw kalo disuruh milih antara Coke klasik dengan Diet Coke aja pasti milih yang klasik karena pertimbangan utamanya bukan health-concern tapi flavour-concern. Beda kasusnya kalau yang heran tersebut adalah mereka yang diet-ers, body-buildingers, atau specialized community lainnya.

Makanya walaupun iklannya ini asik-asik aja, tapi konsep dasarnya malah ngga kena menurut gw... terhadap dunia yang gw kenal, setidaknya. (bay)

Posted by Bayu on Mar 18, '08 7:04 AM for everyone
Waktu ngeliat pertama kali, iklan ini nggak terlalu spesial karena memuat elemen yang lazim terdapat dalam suatu iklan produk kecantikan; wanita cantik, setting perkotaan, dan adegan cuci muka pake air yang nyiprat.

Namun setelah ditonton lebih serius, ternyata iklan ini memuat suatu konsep yang sebenernya catchy: Reverse Play! Alias si iklan diputer dari akhir ke awal, bukannya secara standar diputer dari awal ke akhir. Cuma sayangnya, eksekusi dari iklan ini nggak terlalu berhasil memunculkan konsep tersebut, ini karena nggak adanya adegan-adegan yang cukup mencolok untuk menampilkan keberadaan dari konsep reverse play ini.

Bandingkan misalnya, dengan Madonna yang melakukan reverse play ini dengan mengibas-ngibaskan selendang dalam video Frozen, sehingga akibatnya, muncul tampilan yang surealis kala si selendang meliuk-liuk dengan mengabaikan hukum aerodinamika dan fisika. Konsep sama pernah dipakai juga di video musiknya RHCP, sehingga Flea (gitaris) berhasil menampilkan gerakan-gerakan tarian yang aneh, tapi menarik.

Mungkin karena segmen pasarnya adalah kaum wanita yang lebih menyukai kelembutan dibanding sensasi visual? Gw bilang sih masih tetep bisa diupayakan dalam batas-batas yang kompromistis koq... tapi tetep menunjukkan keunikan dari konsep ini. Misalnya? Letusan confetti keq, atau glitters yang jatuh vertikal, atau apapun yang lebih dengan jelas nunjukin soal gravity/physic/aerodynamic law violationnya...

Soalnya sayang aja konsepnya dah unik, tapi eksekusinya kurang nendang. (bay)

Posted by Bayu on Mar 18, '08 6:42 AM for everyone
Seger sih liat yang manis-manis di iklan TV, seperti halnya di iklan Ponds yang satu ini. Dibawakan dengan gaya confession / pengakuan / sharing, seorang remaja wanita (keliatannya sih usia ABG) menceritakan mengenai pengalaman mengesalkan yang dialaminya kala harus berhadapan dengan jerawat yang tanpa ijin numpang menclok di bagian mukanya yang mulus tersebut. Nasibnya kemudian berubah setelah pada suatu ketika ia menemukan Ponds Anti-Bacterial di salahsatu gerai Ponds di mall, hingga akhirnya iapun terbebas dari masalah jerawat!

Yang dominan dari iklan ini, seperti lazimnya iklan jenis confession lainnya, adalah dalam hal flow suara si model iklan akibat speech editing. Karena memang banyak material yang diedit, maka kalau didengarkan seksama akan terdengar dimana-mana saja cut n' paste ini terjadi. Kadang smooth, kadang kerasa banget nggak satu lafalnya. Tapi kalau mau di-refer ke genre iklannya sendiri, yah mau gimana lagi.

Sedangkan yang lebih menonjol lagi, sebenernya suatu hal yang bikin gw curiga, jangan-jangan pemakaian produk ini bisa berakibat buruk buat kesehatan (terutama kelenturan) =), tak lain dan tak bukan karena si model iklan sepanjang shooting ini nyaris nggak menggerakkan batang lehernya barang 1 cm pun! Termasuk ketika si model menunjukkan rasa kesal!

Posturnya duduknya ini mungkin ideal menurut standar Royal Academy of Ballet, tapi secara subyektif gw suka ikutan pegel leher kalau ngeliat iklan yang satu ini. Sekaligus kagum, koq bisaaa cerita sedemikian lama dengan pose sempurna seperti itu... Makanya gw suka bercanda ma isteri, jangan-jangan si model manis ini sebenernya punya leher... yang terbuat dari beton =).

(bay)

Posted by Bayu on Feb 23, '08 11:44 PM for everyone
Ada-ada aja cara para marketing untuk jualan dengan cara yang nyeleneh. Entah darimana asal-muasalnya, mungkin berawal dari riset bahwa minyak goreng yang baik memiliki karakter yang "tipis" seperti air, maka SunCo dengan beraninya menganjurkan cara lain daripada yang lain dalam mengetes kualitas minyak gorengnya; diminum!

Kecuali kalau anda nggak sengaja nelen permen karet, seperti yang isteri lakukan kala masih kecil dulu, maka sebaik apapun minyak goreng, efeknya buat badan tetaplah buruk karena memiliki kandungan lemak yang tinggi. Jadi dikala kita harus mengetes kualitas suatu minyak goreng dengan cara meminumnya, maka tubuh akan terkena penalti yang cukup berat dari si minyak. Lantas gimana kalau bukan cuma satu, tapi ada sepuluh merk yang mau dites? Kenapa nganjurin cara yang nggak sehat, kalau untuk menguji kualitas ini masih bisa dilakukan dengan cara lain yang lebih sehat?

Secara EYD, mungkin yang harusnya disuarakan si iklan ini adalah lebih ke "membuktikan" kualitas, dan bukannya "mengetes" kualitas. "Membuktikan" terkait pada kegiatan verifikasi kebenaran dari suatu klaim yang dibuat (seperti minta seorang sarjana nunjukin ijazah), sedangkan "mengetes", terkait dengan kegiatan pengujian kualitas dari suatu obyek (seperti menyidang seorang mahasiswa pantas lulus atau nggak).

Tadinya mau diem aja nggak ngebahas iklan ini karena serasa terlalu obvious salahnya, toh sudah jarang muncul di TV juga sebelum sempet dicela-cela. Sampai ternyata... lho koq di TV ada iklan versi barunya? Dan tetap dengan tagline yang sama pula! Ya sud... jadi ditulis juga deh...

Satu fakta rada gak nyambung yang tak kalah mengejutkan, ternyata sekomplit apapun kandungan vitamin, asam omega dan tetek-bengek lainnya dari suatu minyak goreng, kala digunakan untuk menggoreng, semua manfaat tersebut akan hilang! Karena baik vitamin maupun asam omega, keduanya akan rusak ketika dipanaskan pada suhu tinggi, sedangkan suhu penggorengan dengan minyak rata-rata adalah diatas 175°C. Ini sama kasusnya dengan klaim produk-produk kecantikan kulit dengan kandungan Vitamin E sebagai bermanfaat buat kulit, padahal Vitamin E tidak diserap oleh kulit.

Memang ada beberapa jenis minyak yang dianggap baik untuk kesehatan karena kandungan vitamin dan asam omega yang tinggi, misalnya minyak biji Canola*, dan minyak Zaitun. Namun tetap saja, keduanyapun akan hilang manfaatnya kala dimasak, maka dari itu penambahan kedua jenis minyak ini (misalnya pada salad) biasanya dilakukan pada saat penghidangan (saus), bukan pemasakan.

*Canola oil has been claimed to be healthy due to its low, or even zero, saturated fat and high—almost 60%—monounsaturated oil content and beneficial omega-3 fatty acids profile. The Canola Council of Canada states that it is completely safe and is the healthiest of all commonly used cooking oils - Wikipedia.

Ngetes minyak goreng dengan meminumnya? Hmm... lebih aman baca reviewnya aja deh =). (bay)

Posted by Bayu on Nov 13, '07 9:01 PM for everyone
Ceritanya ada seorang adik yang sedang asik nyeduh susu coklat, ditongkrongi si kakak yang ngiler ngeliat segelas susu siap minum...

"Eh, de, ada balon udara tuh?!" Seru si kakak sambil menunjuk kearah belakang jendela si adik.
"Mana kak?" Sahut si adik sambil menengok.

Hap, si kakak pun menggondol segelas susu coklat siap minum hasil sang adik tersebut.

"Yaaaah... kakak", seru si adik ketika sadar kecolongan...

Lalu si adik dengan santainya kembali membuat segelas susu coklat sambil si kakak kembali mengincar kesempatan buat maling... (hehehe)

Lalu tampak beneran ada balon udara perlahan-lahan mengudara dari jendela belakang si adik, dengan pengedaranya seorang badut... dan monyet.

"D... d... dek, dek, ada balon udara!", seru si kakak panik
"Sekalian aja ada monyetnya", sahut si adik cuek
"Ada monyetnya juga!!!", si kakak menimpali

Tapi si adik tetep asik dengan kegiatan menyeduh segelas susu coklat kesukaannya itu. Lantas terdengarlah suara voice over membahana...

"... siapa rela berbagi kelezatannya?" (or something alike)

Iklan pun ditutup dengan si kakak jingkrak2 berusaha meyakinkan si adik kalau diluar jendela sana beneran ada balon udara, sedangkan si adik cuek dan asik minum segelas susu coklat yang edisi sebelumnya dicuri si kakak.

Pertanyaannya:
1. Si adik nggak melepas pandangan dari gelas susu keduanya karena emang nggak rela berbagi kelezatan, atau karena khawatir tertipu lagi si kakak? Beda lho, antara nggak rela berbagi, dengan takut kecele ulang. Kalau mau ngikut ke taglinenya, maka gambaran yang lebih cocok mungkin, setelah tau dia dikibulin, si adik nggak ba-bu langsung ngambil piso dapur dan ngejar si kakak keliling ruangan. Eh tapi itu sih horror ya.

2. Dimanakah kedua kakak beradik itu berada? Yang pasti bukan lantai dasar, karena digambarkan si balon udara mengudara perlahan-lahan dari arah bawah, yang mana berarti, mempertimbangkan tinggi balon yang bisa sampai 6 meter (in real), atau 3 meter (versi boongnya), berarti mereka sedang ada di (minimal) lantai atas dari bangunan rumah dua tingkat. Sementara... rata-rata rumah tinggal menempatkan ruang makan maupun pantry mereka di lantai dasar demi alasan kemudahan food preparation... Tapi oh, mungkin mereka memang tingal di apartemen lantai ke-sekian... walau setting yang ditampilkan lebih keliatan homy (read carefully) daripada apartemeny yang cenderung padat sesak itu.

Harusnya, kalau memang settingnya ruang makan biasa, si balon nggak usah dibuat muncul perlahan dari arah bawah, tapi justru descending dari arah atas, atau melintas dari samping ke samping sambil rada naek-turun. That's more correct dan real. (bay)

Posted by Bayu on Nov 13, '07 8:41 PM for everyone
"Mbak, sebenarnya ini ulangtahun ketigapuluh atau keempatpuluh?" tutur artis cantik Ira Wibowo di iklan tersebut.

Kesan pertama gw adalah bertanya-tanya... itu yang ngasi komentar ngajak perang gitu? Wong mbak Ira yang cakep dan fresh gitu dibilang looks older than she suppose to be? Sampe kemudian tersadar kalau indeed, mbak Ira usianya mungkin emang udah 40-an, secara doi dah jadi seleb sedari gw masih SMA dulu... Oh... jadi maksud ucapan yang dikutip mbak Ira tadi sebenernya compliment tooh... cuma susunannya yang rada bikin ambigue...

Yang mana menurut gw nih (catet, menurut gw), yang tepat adalah seharusnya posisi kata-katanya dituker, antara "tigapuluh" sama "empat puluh", sesuai kaidah "benar - salah"; sajikan dulu fakta baru ilusi, bukan kebalikannya.

Jadi yang benar harusnya:

"Mbak, sebenernya ini ulangtahun keempatpuluh atau ketigapuluh sih?" Karena maksudnya compliment: walaupun mbak Ira berusia 40, but she looks 30... bukan sebaliknya.

(bay)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help