Bayu's posts with tag: condolence
Posted by Bayu on Mar 4, '08 1:29 AM for everyone Catatan: Ini bukan soal dendam apalagi daftar korban, tapi list mengenai hal yang harus dipersiapkan dalam pengurusan kematian. Walaupun sudah terlibat mungkin puluhan kali dalam acara pemakaman, baru kali ini gw berada dalam posisi sangat dekat dengan jenazah, sampe ke ngebantuin untuk urusan pemandian dan pengkafanan. Semua ini terjadi karena yang meninggal adalah ayah mertua, alias bokapnya isteri. Kalo sekedar gotong keranda, nganter ke kuburan dan bantu nurunin jenazah ke liang lahat sih udah lumayan resume nya. Akibat kedekatan ini pula maka banyak hal dibalik layar yang baru gw tau keberadaannya, yang harus diurus. Bukannya nggak tau juga sih, tapi lebih ke nggak terlalu ngerti, karena biasanya udah ada orang yang ngurusin. Ternyata, banyak hal yang bikin nyesek kala harus berhadapan dengan birokrasi, termasuk dalam hal pengurusan jenazah ini. Soalnya walaupun dalam keadaan duka, seringkali business is business. Tapi ya sudahlah, biar jadi bahan pembelajaran dan persiapan, kalo kelak kita yang jadi jenazah nanti, nggak sampe ngerepotin keluarga yang ditinggal. List hal-hal yang harus disiapin dalam acara kematian, Islamic way: - Ruang melayat; tempat jenazah disemayamkan sebelum diproses lebih lanjut.
Ini penting keberadaannya kalau di Indonesia, secara bakalan banyak tetangga dan kerabat yang datang berkunjung melayat ahli musibah (keluarga yang ditinggalkan). Ruang melayat ini in most cases, berarti ruangan terbesar di rumah, dan biasanya settingnya adalah duduk di lantai, jadi siapin alas duduk yang memadai. Karpet atau tiker sudah cukup.
Biaya: 0 (nol), karena biasanya bisa minjem tetangga secara gratis.
- Pelaporan ke pemerintah setempat (RT/RW), mengenai berita kematiannya dulu, masalah ngurus perubahan KK dll sih belakangan.
Biaya: harusnya sih 0 (nol)
- Lahan Kuburan; tempat peristirahatan terakhir jenazah. Untuk hal yang satu ini, koordinasikan dengan masyarakat setempat, RT, atau Masjid. Karena biasanya mereka punya informasi mengenai hal ini. Cari contact-person nya siapa, liat lokasinya, dan negosiasi harga. Disini maksud gw business is business; ketersediaan lahan akan sangat terkait dengan ketersediaan dana. Pengurusannya harus a.s.a.p., karena berdasarkan aturan Islam, jenazah harus se-segera mungkin dikebumikan. Nggak ada istilahnya disemayamkan sampai dua atau tiga hari kecuali dalam keadaan darurat. Selekasnya, itu lebih baik.
Biaya: Sangat bervariasi, kami yang daerahnya agak "minggir" kena tarif IDR 3JT untuk pemakaman umum di daerah Regency Bintaro - Ciledug. Dan ini sudah termasuk ongkos gali kubur.
- Kain Kafan; secukupnya sesuai aturan Islam; untuk wanita biasanya membutuhkan lebih banyak dibanding untuk pria.
Biaya: Sekitar IDR 300K untuk pria dewasa, 400K untuk wanita dewasa, 250K untuk anak-anak.
- Memandikan dan mengkafani jenazah; biasanya dilakukan oleh sanak-saudara, dan dibantu oleh warga / DKM yang ahli memandikan jenazah.
Biaya: Sekitar 50K - 100K per orang yang membantu, 50K untuk belanja keperluan extra dalam memandikan dan mengkafani; kembang, air kembang, kapur barus, dll.
- Mensholatkan jenazah; kadang di rumah, atau kadang di masjid supaya lebih banyak orang yang mensholatkan.
Biaya: 0 (nol)
- Tenda & Kursi; untuk mengatasi jumlah pelayat yang membludak, tenda membantu memberikan extra space bagi pelayat berteduh dan duduk.
Biaya: Sekitar IDR 300K untuk tenda 3x4m, dengan 50an kursi, pemakaian dua-tiga hari
- Angkutan jenazah; either ambulance atau menyewa kendaraan bak, dua-duanya butuh biaya
Biaya: Sekitar 300K - 450K untuk mobil bak. Mobil Jenazah nggak tau.
- Angkutan pelayat; untuk membawa keluarga ke pekuburan. Biasanya sih ter-cover dengan kendaraan pribadi plus numpang pada mobil2 pelayat. Tapi seandainya perlu lebih, maka bisa sewa mobil sendiri.
Biaya: Sekitar 300K - ... untuk sewa kendaraan pribadi. Kalau angkot atau Metromini, silakan nego tergantung jarak.
- Sajian pelayat; pengisi perut bagi para pelayat.
Biaya: Antara IDR 500/orang (Air minum cup), atau 5K/orang (snack+minum), atau >10K/orang (makan besar).
- Konsumsi untuk acara Pengajian; buat yang merasa perlu menyelenggarakan. Di beberapa daerah, adat menganjurkan pelayat untuk menyumbang bahan makanan kepada tuan rumah, sehingga tidak memberatkan mereka. Good custom.
Biaya: 5K/orang (snack+minum), atau >10K/orang (besek; take-home dishes)
Kalau di-total jenderal, untuk pemakaman sederhana saja maka biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga yang berduka adalah sekitar IDR 5.000.000,00 ! Bukan jumlah yang sedikit buat rata-rata masyarakat, apalagi pada saat berkabung. Dalam hal ini, sabda Rasululloh SAW yang dalam hadistnya MELARANG para pelayat untuk makan dan minum ketika menghadiri/melayat mereka yang terkena musibah, adalah suatu hal yang tepat. Sungguh, selain dari duka, biaya pengurusan jenazah itu nggak dikit (as u see), apalagi kalau sampai harus nyediain suguhan buat tamu juga. Memang dalam pelaksanaannya sih sulit, karena keluarga yang berduka seringkali ngerasa nggak enak sama pelayat, kalau nggak menyuguhkan hidangan apa-apa... tapi kalaupun sampai nggak menghidangkan juga sebenarnya nggak apa-apa, malu dimata manusia, benar dimata Alloh. Mending mana? Satu hal yang pasti, walaupun kewajiban pengurusan jenazah ini sifatnya Fardhu Kifayah (kalau ada yang sudah menguruskan maka gugur kewajiban pribadi -- kalau tidak ada yang bantu menguruskan terkutuk masyarakat sekitarnya), sebisa mungkin bantu deh apapun yang kita bisa, sukur-sukur nyumbang dana dan tenaga. Memang ada daerah-daerah dimana komunitas masyarakatnya solid dan bahkan sudah punya SOP untuk pengurusan masalah ini (termasuk dananya), sehingga keluarga yang berkabung tidak perlu repot-repot mengurus segala sesuatunya sendiri. Ada juga keluarga yang telah secara sadar ikutan yayasan pengurusan kematian jadi dari segi kerepotan juga sangat terkurangi. Tapi buat mereka yang nggak ikutan apa-apa, jangan lupa buat bersiap-siap yah, kasian yang ditinggalin... Dan untuk keluarga serta temen, jangan lupa buat saling bantu ya, karena pertolongan anda akan sangat berguna bagi si ahli musibah. (bay) image dari: http://luqies.blogspot.com/
Posted by Bayu on Feb 27, '08 9:51 AM for everyone  Innalillahi wa inna illaihi rodji'un Telah berpulang ke rahmatullah, Darmawan Sidi Bagindo, ayahanda dari Ade Rahmawati, pada hari Rabu 27 Februari 2008 sekitar pukul 21.00 WIB di kediamannya, Ciledug, Tangerang, Banten. Beliau meninggal dunia karena sakit, pada usia 65 tahun. Jenazah akan dikebumikan insyaalloh esok hari (Kamis 28 Februari 2008) sekitar Duhur, berangkat dari kediaman di Jl. Pepabri Raya Blok CII No. 5, Kunciran, Pinang, Ciledug, Tangerang. Bagi rekan dan saudara, Ade bisa dihubungi di 021 9211 9532, Bayu di 021 986 11 068. Mohon do'anya untuk kelancaran pengurusan jenazah, dan mohon dimaafkan jika ada kesalahan baik disengaja maupun tidak selama beliau masih hidup. a.n. keluarga besar Darmawan Sidi Bagindo dan Fahmidar Gani, Ade & Bayu
Posted by Bayu on Jan 27, '08 1:46 AM for everyone  Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, Selamat jalan, selamat berpulang ke rahmatullah pak, terimakasih atas segala jasa yang telah pernah disumbangkan, prestasi harum bangsa yang pernah anda bantu ciptakan, dan semoga diampuni Alloh, dimaafkan bangsa, atas segala kekeliruan yang dilakukan dan dibiarkan terjadi semasa anda menjabat. Semoga dengan ini pula, para kroni terkait beliau bisa lebih mudah diadili, warisan keroposisasi peninggalan pemerintahan beliau juga bisa dibersihkan. Amiiin. Jakarta, 27 Januari 08, 13:10 WIB
Posted by Bayu on Jun 26, '07 12:04 AM for everyone |  | Tercetus kabar mengejutkan itu via telepon, passs sebelum buka pintu kamar untuk berangkat ke kantor... Ternyata kita kembali kehilangan salahsatu wanita perkasa panutan di pagi hari itu...
Tante, ibu, teman, saudara tercinta...
Selamat jalan...
Terimakasih atas segala warna yang telah ditebarkan selama ini.
Teriring bela sungkawa untuk Ness, mas Lala, Nurman, Cica, dan segenap keluarga besar.
|
Posted by Bayu on Dec 18, '06 2:15 AM for everyone  Innalillahi wa inna ilaihi rodji'un... Kemaren siang, 17 Desember 06, dateng kabar dari nyokap, kalau anaknya mas Prie yang paling kecil, meninggal dunia kemarin pagi... hiks, jadi kebayang wajah lucu dan kriwil rambutnya si kecil... yang selalu ceria, selfless, dan manis...  Tapi nggak terlalu kagetnya juga adalah karena si kecil memang dinyatakan positif mengidap Thalasemia, dan harus hidup dari cuci darah ke cuci darah secara rutin, selama kurang lebih lima - enam tahun terakhir. Waktu akhirnya bisa ngobrol via telepon sama mas Prie nya, subhanalloh, pemikirannya ternyata (tetep) positif sekali dan tawakkal; bahwa segala sesuatunya pasti sudah dirancang oleh-Nya, tinggal gimana kita menyikapinya... masalah penyakit, atau apapun penyebabnya, itu cuma jalannya, tapi bukan esensinya. Kisah berlalunya si kecil memang rada aneh; dimulai dari demam-demam selama dua hari-an, lalu setelah dibawa ke rumah sakit dan dilaksanakan tes medis secara menyeluruh, ternyata nggak ketemu sebabnya kenapa... maka dari itu nggak turun perintah untuk rawat-inap, dan si kecil pun diperbolehkan untuk pulang, dengan kondisi demam yang juga sudah menurun. Besoknya, si kecil mengeluh pegal-pegal di beberapa bagian badannya, dan selagi ditunggui sama orang tuanya dalam kondisi ngobrol begini, tiba-tiba aja berlalu...  Innalillahi wa inna ilaihi rodji'un... Sangat tak terduga, dan begitu cepat. ... Mas Prie sendiri berbesar hatinya karena menganggap mungkin saja selama ini udah ada organ tubuh si kecil yang rusak akibat treatment Thalasemia nya itu, dan akhirnya dah gak mampu lagi beroperasi sama sekali... tapi yang lebih mendasar, kembali ke inti percakapan diawal, apapun sebabnya, itu hanyalah jalan... bukan hakekat. Dari dulu memang mas Prie ini termasuk model panutan di keluarga kami, baik dari segi pendidikan, intelektualitas, maupun dari pendalaman Islam nya. Awal ketemu dulu adalah ketika nyokap rutin siaran di salahsatu radio swasta Bandung, dan mas Prie jadi salahsatu manajernya disana (padahal masih kuliah). Sejak itu klop nyambung, sampe dah dianggap jadi keluarga sendiri. Gitu juga sama sodara2nya mas Prie, mungkin karena latar belakang prinsip dan pendidikan keluarga yang mirip... Alhamdulillah, didera bencana seperti inipun gak lantas bikin mas Prie dan keluarganya jadi goyah... Semoga dinda Annida mendapat tempat kembali yang baik disisi Alloh SWT, dan yang ditinggalkan diberikan hidayah, kelapangan hati dan kesabaran, amiiiin.
| |