Bayu's posts with tag: contradiction

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag contradiction
Posted by Bayu on Apr 28, '08 5:23 PM for everyone
Global TV, 3:45 a.m.

"Kalaripayat dibawa dan diajarkan oleh para pendeta Jepang ratusan tahun lampau".

Lah Loh?! Bukannya Kalaripayat justru dianggap sebagai salahsatu bentuk martial arts tertua dunia? Dan asli India?

Yang ada juga adalah para biksu India pengembara yang kemudian mengajarkan Shaolin beladiri khas nya, dan kemudian menyebar ke Jepang jadi beladiri tangan kosong, diantaranya Shorinji Kempo yang ngetop itu.

Selama ini gw salah ngerti? (bay)

Posted by Bayu on Apr 28, '08 12:37 AM for everyone
Heart (English | by WordWeb 5.0):
  • A positive feeling of liking. i.e.: "the child won everyone's heart"
  • The hollow muscular organ located behind the sternum and between the lungs; its rhythmic contractions move the blood through the body. i.e.:"he stood still, his heart thumping wildly"
Memang secara terminologi kedokteran, heart akan diartikan sebagai "Jantung" dalam Bahasa Indonesia. Tapi kenapa padanan dalam bahasa pergaulannya malah di-Indonesiakan menjadi "Hati" ya? Lengkap dengan simbol yang berupa simplifikasi dari bentuk fisik jantung, bukan dari hati.

Broken heart = Patah hati
Big hearted = Berbesar hati
Love in my heart = Cinta di hatiku
dst...

Kira-kira karena memang beda konstelasi pemikiran atau sekedar kesalahan generasi pendahulu kita dalam penterjemahan? =) (bay)

Posted by Bayu on Oct 15, '07 6:56 PM for everyone
Sehabis nonton filmnya Michael Moore; Sicko, mau nggak mau pikiran gw melayang juga ke hal-hal kontemporer dan lokal yang gw alami sehari-hari terkait film tersebut. Terutama soal Asuransi.

"Asuransi" bagi para pembelinya, dianggap sebagai suatu jaminan yang handal terhadap masalah-masalah yang mungkin mereka akan hadapi. Sebutlah asuransi jiwa, asuransi ranmor, asuransi pendidikan, dan asuransi kesehatan. Namun sedikit yang masyarakat sadari, untuk produk yang sama, tapi dari sudut pandang berbeda, asuransi tak lain tak bukan adalah produk komersil untuk mendatangkan laba.

Berbekal kekuatan statistik, para penyelenggara asuransi dengan cermat bisa berhitung berapa jumlah premi yang harus disetorkan, bagaimana bentuk kompensasi yang harus dikeluarkan, serta apa saja prasyarat yang harus disertakan, sehingga mereka bisa beroleh keuntungan yang pasti. Dalam hal bentuk, maka para penyelenggara asuransi bebas untuk menuangkan kreativitas mereka; apa yang hendak dijamin, kondisinya seperti apa, kompensasinya gimana. Sayangnya, mungkin karena nature-nya sebagai produk komersil tadi, seringkali mengandung bias dalam pesannya sehingga cenderung menyesatkan buat masyarakat awam...

Ambil contohnya, penawaran program asuransi dari Carrefour bekerjasama dengan GE Finance dan Cigna; "Bebas Belanja Bulanan". Dari judulnya, kira-kira menarik nggak kita bisa belanja gratis tiap bulan? Tentu saja! Namun kalau anda telaah lebih teliti, ternyata belanja gratis ini tidak akan dinikmati anda melainkan oleh ahli waris anda. Itupun kalau anda meninggal karena kecelakaan. Valid kah mengadakan program seperti ini? Ya, tentu saja, karena pada intinya apa yang ditawarkan adalah asuransi jiwa untuk sebab meninggal karena kecelakaan, dengan bentuk pembayaran berupa uang belanja bulanan selama kurun waktu tertentu. Hanya saja cara mengemasnya yang tidak secara langsung menyiratkan demikian...

Dari sisi penyelenggara, asuransi tak lain adalah produk komersil, sarana mereka mencari laba. Hal ini memang tidak secara otomatis berarti setiap asuransi hanya menguntungkan penyelenggara saja, karena benefits untuk peserta pun ada, namun jangan sampai lupa bahwa pada dasarnya, sekali lagi, dari sisi penyelenggara, asuransi adalah produk komersil.

Implikasinya, pada saat peserta suransi mengajukan klaim, tahap pertama yang dimunculkan oleh penyelenggara adalah menyelidiki, apakah klaim yang diajukan sudah sesuai persyaratan? Adakah pelanggaran dari pihak peng-klaim? Adakah hal-hal yang bisa membatalkan klaim? Jika salahsatu dari pertanyaan tersebut adalah "Ya", maka tidak menutup kemungkinan pengajuan klaim akan ditolak. Pada kasus-kasus ekstrim, bahkan klaim yang sah pun bisa berusaha digagalkan oleh perusahaan penyelenggara! Kenapa hal demikian terjadi? Karena pada dasarnya, sekali lagi, dari sisi penyelenggara, asuransi adalah produk komersil. Karena statusnya ini, sudah selayaknyalah kalau pertimbangan untung-rugi menjadi suatu hal yang bersifat prioritas.

Tanpa bermasuk untuk perjudice atau berprasangka buruk, bagi anda yang sedang tertarik untuk membeli suatu program asuransi, pelajari dengan detail persyaratan, batasan, aturan, serta keuntungan yang ditawarkan. Jangan keburu tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Jangan juga ragu untuk cross-check terhadap sumber informasi lain, karena banyak kasus penipuan asuransi terjadi justru oleh agen asuransi itu sendiri. Jangan ragu pula untuk melakukan perbandingan terhadap produk sejenis dari perusahaan lain untuk melihat mana yang paling menguntungkan bagi anda. Kredibilitas perusahaan penyelenggara asuransi juga sangat penting, jangan tergiur proyeksi keuntungan berlimpah tapi perusahaan penyelenggaranya baru, atau tidak terpercaya, atau malah memiliki sejarah yang buruk.

Terakhir, jangan takut dianggap bodoh karena banyak bertanya. Bodoh itu justru kalau merasa nggak tau, tapi nggak mau nyari tau. Kalau anda punya koneksi internet, langsung manfaatkan fasilitas internet search serupa Google untuk mencari data-data tambahan mengenai produk yang sedang anda pelajari, kredibilitas perusahaan penyelenggaranya, serta yang paling penting; komentar negatif dari mereka yang sudah bergabung (kalau ada). Punya temen yang ngerti soal asuransi? Lebih baik lagi! (bay)

ilustrasi dari: jupiterimages.com

Posted by Bayu on Jun 6, '07 1:16 AM for everyone
Link: http://www.thewvsr.com/adsvsreality.htm

Udah jadi rahasia umum kalo iklan promosi makanan cepat saji itu nggak ada yang bener, paling banter, mendekati lah... tapi inipun keliatannya nggak jadi common practice. Di salahsatu film thriller taun 90an juga pernah diangkat kisah tentang seorang pekerja yang stress yang lantas "meledak" di salahsatu kedai burger gara-gara burger yang dia terima nggak sama dengan yang ditampilin di foto. Yah kembali kalo mengutip kata den darto, iklan itu drama. Tapi jangan lupa, iklan juga harus punya nilai kebenaran, soalnya kalo nggak, namanya penipuan.

Situs yang di-link ini muncul sebagai salahsatu pelengkap bukti visual akan ketidak-jujuran para pengusaha makanan cepat saji tersebut. Iya memang banyak faktor terlibat, yang mungkin menyebabkan seorang produsen secara sengaja atau terpaksa harus menyajikan bi-realita antara usahanya dalam tampilan iklan vs usahanya di dunia nyata. Tapi yang pasti, disini justru para konsumen lah yang keliatannya lantas "beradaptasi" terhadap bi-realita yang ada dan terima-terima aja kalau ternyata servis in real nggak sebagus servis in iklan.

Mungkin kalo makan sambil merem aja ya, atau mantengin iklannya biar tetep bayangin yang asik-asik... hehehe. Anyway, enjoy. (bay)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help