Bayu's posts with tag: culture

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag culture
Posted by Bayu on Feb 21, '08 2:28 AM for everyone
Setelah merhatiin gimana meriahnya warna-warna yang tumpah-ruah di nikahan adiknya Nade beberapa waktu lalu, somehow gw ngerasa koq seperti ada kaitannya ya, antara budaya visual dengan budaya kuliner? Apakah perwujudan budaya visual justru malah dipengaruhi budaya kuliner?

Seragam nikahan Sumatera, buat gw adalah sangat "nge-jreng"; kaya warna mencolok, berkilauan disana-sini, dengan kesan akhir yang "sangat meriah" dan "heboh". Bedakan dengan pakaian adat Sunda yang Kebaya Putih itu, atau pakaian adat Jawa yang Kemben Hitam itu, walau masih menyiratkan kemegahan namun dari segi warna yang dipakai, masih jauh lebih kalem dan tidak mencolok. Adapun perlak-perlik dan glitters hanya diterapkan pada sebagian kecil saja dari penampilan sang pengantin.

Kalau dibandingkan dengan budaya kulinernya, seragam nikahan Padang yang rame dan penuh warna ternyata klop juga dengan prinsip kuliner mereka yang seringkali memakai aneka-ragam bumbu dengan jumlah melimpah, dan cara memasak yang rumit. Ketika di Sunda, cabe merah keriting dipakai beberapa buah untuk menambahkan rasa hangat pada masakan, atau diulek sebagai sambal, maka di Padang, cabe merah keriting ini ditambahkan pada masakan dengan jumlah yang fantastis; satu kilo, atau dua kilo sekaligus! Setelah itu, masih ada sekitar lima atau enam macam rempah lainnya yang harus ikut ditambahkan untuk mendapatkan rasa akhir yang "benar" dan sesuai pakem. Hasil akhirnyapun benar-benar berupa suatu sajian yang kaya rasa sekaligus nendang.

Bedakan dengan kalau makan Pepes Ikan Mas, Tutug Oncom, Sayur Asem atau Gudeg Yogya. Walaupun mungkin sama-sama melibatkan bumbu yang tidak sedikit, tapi rata-rata nuansa rasa yang ditampilkan adalah subtle, "sopan".

Kembali ke budaya visual, sudah merupakan pengetahuan umum kalau baju-baju yang dijual di Pasar Tanah Abang banyak berakhir di negara-negara Afrika. Dan untuk kebutuhan yang satu ini, salahsatu ciri khas yang harus dipenuhi adalah pilihan warnanya, harus warna-warna mencolok dan meriah. Bedakan dengan pakaian-pakaian di FO yang sebenarnya banyak diperuntukkan untuk pasar Eropa; rata-rata warna yang dipakai adalah jenis dari warna-warna yang lembut dan tidak terlalu mencolok, sebut saja misalnya warna-warna pastel. Dan pada kenyataannya juga, ratusan jenis rempah yang terdapat di dataran Eropa, sangat jarang yang bisa memberikan nuansa rasa nendang selayaknya rempah-rempah yang terdapat di Asia. Majoram, Thyme, Oregano, Basil, semuanya tak lebih tak kurang sekedar menambahkan karakter rasa yang lembut, atau "saheab" kalau basa Sundanya.

Lantas gimana kasusnya dengan jenis-jenis masakan yang menggunakan aneka rempah dari daerah berbeda? Nah, berbeda dengan trend, apa yang kita kenal sebagai "kebudayaan daerah" semuanya terbentuk pada masa dimana komunikasi antar daerah yang jauh masih sulit dilakukan. Akibatnya, pembentukan suatu kebudayaan akan sangat terpengaruh oleh lingkungan dimana suatu kebudayaan berasal, termasuk diantaranya, keterbatasan dari sumber alam yang dapat mereka temukan disekitar tempat tinggalnya.

Jadi apakah betul gaya masakan berpengaruh pada gaya penampilan? Jika lebih meriah masakannya, maka lebih meriah juga budaya visualnya? Lebih kalem masakannya, lebih kalem juga penampilannya? I think so. Menurut anda?(bay)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help