Sekitar jam 15:15 tanggal 17 Juli 06, di lantai delapan dari bangunan 20 tingkat ini kerasa ada yang aneh... selang beberapa detik, mulai kedenger langit-langit gypsum board di kantor gw berderit-derit... Tuduhan awal gw adalah orang dari lantai atas lagi do something hard... soalnya dulu-dulu juga sering bisa denger kalo mereka lagi lari-lari, atau jatuhin barang... cuma anehnya, derit yang kedengeran itu ternyata berasal dari
seluruh bagian langit-langit gw... o owww...
"Eh.. eh.. Gempa! Gempa!", begitu kurang lebih teriakan gw memecah rutinitas kantor, yang cuma berhasil mendapat lirikan bingung dari teman kerja dari sebelah sekat, dan total ignorance dari colleague yang lagi nelepon. Derit sudah berhenti... jadi gak sempet ada kepanikan karena toh intensitasnya juga gak heboh. Sayangnya gak ada obyek menggantung di kantor gw, yang bisa jadi indikator terjadinya gempa atau nggak.
Gak lama kemudian terdengar ada derit-derit lain... kali ini gak sehebat yang pertama tapi cukup meyakinkan dan seakan re-confirming kalo gw nggak sekedar paranoidal.
Gak lama kemudian
Fabee dari gedung se-RT ngirim sms untuk ngasi tau kalo barusan ada gempa. Ketika cek di MP message board, ternyata
cak Uding melaporkan hal yang sama. Bahkan dari laporannya, temen-temennya di lantai 31 sempet panik karena getaran terasa kuat sampe bikin mual.
Ida yang lagi di rumah juga sempet panik... eh atau
Agung yang paniknya ya? Beralasan sih, mengingat bu isteri sedang hamil, dan sang ibunda sedang sakit dan harus bed-rest.
Yang cukup bikin suprpise, adalah ketika
Winda melaporkan adanya gempa juga kerasa di Bandung. Hmm... gempa yang sama di Jakarta, kerasa juga di Bandung? Lumayan gede dong intensitasnya? Namun karena ngerasa
that's all that, gempa ini gak dipikirin lebih lanjut, juga sewaktu Ade bilang kalau dari tempatnya gak kerasa apa-apa... which is no wonder, karena Ade ngantor di lantai dasar, dipinggiran jalan gede dengan bus-bus overloaded secara rutin melintas. Sore itupun berlalu tanpa pembicaraan lanjutan mengenai gempa tadi.
Malam hari sekitar pukul 23:15, masuk sms dari Ade yang mengabarkan kalau
innalillahiwainnailaihi rojiun,
ternyata gempa sore itu menimbulkan tsunami di Pameungpeuk, near where my parents live! Lho?! Koq tsunaminya di Selatan?? Ade khawatir dan nanya gimana keadaan bokap & nyokap. Untungnya, gw tau mereka lagi ada di Bandung dan bukan di Cikajang (approx 60km from
Pameungpeuk) jadi gak perlu worried lebih lanjut. Karena penasaran, lantas gw stop nonton West Wing season 6 dan tune-in ke Metro TV's running text.
Ternyata, bukannya gempa menjalar dari Jakarta ke Selatan, tapi sebaliknya.... Pusat gempa dikabarkan berasal dari selatan pantai Pangandaran, menimbulkan tsunami yang menyapu pantai-pantai Selatan Jawa (Pangandaran, Cilacap, dll), dengan getaran gempa yang terasa hingga Surabaya! Kekuatan gempa sendiri diduga sekitar 5.5 richter, dengan sumber gempa berada pada kedalaman lebih dari 30km.
Sedangkan dari blognya
mas Pujo, USGS memetakan sumber gempa sebagai berasal dari selatan Pangandaran, Timur Laut dari Christmas Island, dari kedalaman 10km dan kekuatan gempa 7.7 richter. Perkiraan gelombang tsunami yang menyapu Pangandaran dan sekitarnya "hanya" sekitar 2 meter, sedangkan di Christmas Island lebih rendah lagi: 60cm.
Kabar TV mengenai tinggi gelombang tsunami masih cukup rancu... ada yang bilang satu meter, ada juga yang bilang sepuluh meter. Sedangkan jangkauan dari sapuan tsunami ini juga bervariasi, antara 400m hingga 1500m ke daratan.
Korban jiwa per siang hari tanggal 18 Juli ini adalah sekitar 210 meninggal... and still counting... Mostly dari korban ini adalah lansia dan anak-anak, yang diperkirakan tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Beberapa dari korban ditemukan tersangkut di pohon...
Mari kita berdo'a semoga mereka yang meninggal diberikan tempat yang baik disisi-Nya, dan kita semua terhindar dari bencana yang lebih besar.
Setelah Aceh, Nias, dan Yogya, seharusnya kita sudah lebih siap dalam menghadapi bencana serupa....
p.s.: ada
informasi menarik dari theovilla
foto dari: http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2006/eq_060717_qgaf/neic_qgaf_l.html