Bayu's posts with tag: driving

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag driving
Posted by Bayu on Jun 4, '07 12:44 AM for everyone
Akhirnya, setelah penasaran abiss dengan informasi rekan epicurean soal salahsatu restoran baru, gw dan isteri berhasil menyempatkan diri mampir ke tempat ini, mengakhiri long weekend warga Jakarta di Minggu sore. Walaupun dengan "catch"nya... terpaksa muter kesana-kemari nyari tempat yang nyempil tapi nggak ini.

Masalahnya? Kebetulan yang gw inget hanyalah sekedar tempat baru ini berada di Jl. Panglima Polim, alias satu lokasi dengan salahsatu tempat fave tempo doeloe; Galeri-J, dan resto Manadonese Chamoe-Chamoe. Nama resto nya? Hell I don't even remember it! Cuma dengan janji pada isteri bahwa "pokonya ntar kalo ketemu tempatnya aku bisa confirm deh, tempatnya itu atau bukan". Hehehehehe

Namun setelah berkali-kali lewat daerah tersebut dan bingung koq nggak ada tempat yang dimaksud, akhirnya gwpun mencoba buat merunut informasi yang gw punya dengan lebih objektif... hmm... Panglima Polim kan nggak cuma jalan ini doang? Apalagi ternyata daerah yang gw maksud bukanlah jalan utama dari keluarga jalan dengan nama Panglima Polim.

Tapi setelah ngubek-ngubek kesana-kemari dan tetep nggak ketemu, termasuk setelah menelusur sampe ke Jl. Fatmawati, maka dengan berat hati gw pun memutar balik menuju Blok-M. Sambil tetep bingung sih mau nyari alternatifnya apa, secara target dah kadung di-set buat jajal ni tempat. Semua jenis Panglima Polim dah gw lewati, beberapa dua-tiga kali...

Akhirul kata setelah diputuskan mau bergerilya ke Kemang aja, gw nekad lewat untuk terakhir kalinya ke Panglima Polim, daerah yang gw tau sebagai restaurant area, sekalian motong jalan ke Kemang. Berhubung langit mulai gelap, adzan Maghrib baru saja berkumandang, maka suasana kali ini agak berbeda dari dua - tiga kali lewat sini sebelumnya; neon sign dari para restoran ini mulai menyala!

Dan di keremangan sore, plus harapan yang nyaris nol, sekilas gw pun melihat satu restoran di sisi Selatan jalan tersebut, sejajar dengan Galeri-J, dan dengan ciri-ciri yang menjanjikan: looks cozy, sepi, dan ada papan nama dengan tulisan sekilas mirip "barbeque"... hmm...

Muter balik, dan merhatiin papan namanya dengan lebih seksama...

"Q Smokehouse Factory"


Oh Mi God!... ini dia tempat yang gw cari-cari! Padahal dah kelewatan berkali-kali dari 3-4 trip gw lewat jalan ini tadi... hiks... akhirnya!!!

Dan begitu akhirnya kami turun dari mobil di tempat ini, tak lupa gw pun berpelukan bahagia dengan sang isteri di depan tempat parkir*...

Moral of the story:
+ Catet alamat lengkap si resto tujuan, plus nomer telponnya kalo ada.
+ catet nomer telepon informan/wati kalo-kalo butuh guidance.

Trus berhubung prolognya dah cukup buat jadi tulisan sendiri, maka reviewnya baca aja disini yah: http://epicurina.multiply.com/reviews/item/115

*Btw, gimane, endingnya cukup sinetron nggak?
foto dari: ah kebaca kan?

Posted by Bayu on May 25, '07 6:06 AM for everyone
Menyambung postingan sebelumnya soal motor, salahsatu akibat dari rutinnya dengerin Suara Metro, adalah gw jadi tau kejadian-kejadian seputar per lalu-lintas an di ibu kota ini. Namun satu informasi yang gw anggap cukup menarik baru-baru ini bukanlah soal kemacetan, tapi soal motor.

Sudah bukan hal langka lagi kalau denger cerita pengemudi mobil jengkel terhadap pengendara motor, terlebih, saat terjadi serempetan / senggolan yang mengakibatkan kerusakan mobil, tapi si pengendara motor (lepas benar atau salah) memilih untuk kabur meninggalkan lokasi. Tinggallah para pengemudi yang jengkel namun tidak tahu mau ngapain... lha gimana caranya  di kemacetan Jakarta ini mobil bisa ngejar motor?

Namun informasi yang gw dengar dari salahsatu siaran Suara Metro itu mungkin bisa sedikit mengurangi kadar kekesalan korban. Pertama, serempetan hingga terjadi kerusakan, sudah termasuk tindakan kriminal! Dampaknya, bila kejadian ini sampai dilaporkan ke Polisi, maka si pengemudi motor walaupun tidak bisa dikejar, tetap akan terkena sanksi. Kapan? Saat perpanjangan STNK.

Nggak tau gimana perwujudannya di lapangan, tapi karena informasi dateng dari radio nya Kepolisian, maka informasi ini bisa dianggap valid. Jadi, kalau anda menderita kesewenangan sedemikian dimana si pelaku melarikan diri, jangan lupa catat nomor kendaraan si pelaku.

Sistem ini fail-proof? Nggak juga. Masalah akan muncul kalau ada yang bertujuan memfitnah. Tanpa kehadiran si tersangka, gimana caranya polisi bisa memastikan si korban bercerita jujur? Wah nggak tau juga kalau soal detail nya... ada yang bisa bantu jelasin?

Tapi terkait hal ini, jadi kepikiran satu hal yang mungkin bila diberlakukan sama, maka hasilnya akan super-ciamik. Yaitu mengenai pelanggaran tilang. Skenarionya, jika terjadi pelanggaran, maka si pelaku cukup melakukan pembayaran via Bank pilihannya, ke nomor rekening terpusat Polri. Di sisi lain, Polri tinggal melakukan regular data update terhadap rekening tersebut dan dibandingkan dengan database pelanggaran Tilang untuk mengecek apakah denda sudah dibayarkan pelaku atau belum. Bila pelaku mangkir, maka retribusi atau sanksi bisa dijatuhkan pada saat pelaku memperpanjang SIM. Bukankah sistem tilang di negara maju sudah seperti ini? Tidak perlu ada penahanan SIM, atau STNK sehingga mengeliminir kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan atau pe-ribet-an prosedur oleh aparat.

Tapi kembali, sistem pendataannya memang harus mampu dulu untuk memastikan keabsahan identitas para pengemudi... Jangan sampe pelanggar berat bisa lepas tangan gara-gara mampu beli KTP palsu dan buat SIM baru. Wah... masih belum bisa diterapin hari-hari gini kayaknya... too bad. (bay)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help