Bayu's posts with tag: list
Posted by Bayu on Mar 4, '08 1:29 AM for everyone Catatan: Ini bukan soal dendam apalagi daftar korban, tapi list mengenai hal yang harus dipersiapkan dalam pengurusan kematian. Walaupun sudah terlibat mungkin puluhan kali dalam acara pemakaman, baru kali ini gw berada dalam posisi sangat dekat dengan jenazah, sampe ke ngebantuin untuk urusan pemandian dan pengkafanan. Semua ini terjadi karena yang meninggal adalah ayah mertua, alias bokapnya isteri. Kalo sekedar gotong keranda, nganter ke kuburan dan bantu nurunin jenazah ke liang lahat sih udah lumayan resume nya. Akibat kedekatan ini pula maka banyak hal dibalik layar yang baru gw tau keberadaannya, yang harus diurus. Bukannya nggak tau juga sih, tapi lebih ke nggak terlalu ngerti, karena biasanya udah ada orang yang ngurusin. Ternyata, banyak hal yang bikin nyesek kala harus berhadapan dengan birokrasi, termasuk dalam hal pengurusan jenazah ini. Soalnya walaupun dalam keadaan duka, seringkali business is business. Tapi ya sudahlah, biar jadi bahan pembelajaran dan persiapan, kalo kelak kita yang jadi jenazah nanti, nggak sampe ngerepotin keluarga yang ditinggal. List hal-hal yang harus disiapin dalam acara kematian, Islamic way: - Ruang melayat; tempat jenazah disemayamkan sebelum diproses lebih lanjut.
Ini penting keberadaannya kalau di Indonesia, secara bakalan banyak tetangga dan kerabat yang datang berkunjung melayat ahli musibah (keluarga yang ditinggalkan). Ruang melayat ini in most cases, berarti ruangan terbesar di rumah, dan biasanya settingnya adalah duduk di lantai, jadi siapin alas duduk yang memadai. Karpet atau tiker sudah cukup.
Biaya: 0 (nol), karena biasanya bisa minjem tetangga secara gratis.
- Pelaporan ke pemerintah setempat (RT/RW), mengenai berita kematiannya dulu, masalah ngurus perubahan KK dll sih belakangan.
Biaya: harusnya sih 0 (nol)
- Lahan Kuburan; tempat peristirahatan terakhir jenazah. Untuk hal yang satu ini, koordinasikan dengan masyarakat setempat, RT, atau Masjid. Karena biasanya mereka punya informasi mengenai hal ini. Cari contact-person nya siapa, liat lokasinya, dan negosiasi harga. Disini maksud gw business is business; ketersediaan lahan akan sangat terkait dengan ketersediaan dana. Pengurusannya harus a.s.a.p., karena berdasarkan aturan Islam, jenazah harus se-segera mungkin dikebumikan. Nggak ada istilahnya disemayamkan sampai dua atau tiga hari kecuali dalam keadaan darurat. Selekasnya, itu lebih baik.
Biaya: Sangat bervariasi, kami yang daerahnya agak "minggir" kena tarif IDR 3JT untuk pemakaman umum di daerah Regency Bintaro - Ciledug. Dan ini sudah termasuk ongkos gali kubur.
- Kain Kafan; secukupnya sesuai aturan Islam; untuk wanita biasanya membutuhkan lebih banyak dibanding untuk pria.
Biaya: Sekitar IDR 300K untuk pria dewasa, 400K untuk wanita dewasa, 250K untuk anak-anak.
- Memandikan dan mengkafani jenazah; biasanya dilakukan oleh sanak-saudara, dan dibantu oleh warga / DKM yang ahli memandikan jenazah.
Biaya: Sekitar 50K - 100K per orang yang membantu, 50K untuk belanja keperluan extra dalam memandikan dan mengkafani; kembang, air kembang, kapur barus, dll.
- Mensholatkan jenazah; kadang di rumah, atau kadang di masjid supaya lebih banyak orang yang mensholatkan.
Biaya: 0 (nol)
- Tenda & Kursi; untuk mengatasi jumlah pelayat yang membludak, tenda membantu memberikan extra space bagi pelayat berteduh dan duduk.
Biaya: Sekitar IDR 300K untuk tenda 3x4m, dengan 50an kursi, pemakaian dua-tiga hari
- Angkutan jenazah; either ambulance atau menyewa kendaraan bak, dua-duanya butuh biaya
Biaya: Sekitar 300K - 450K untuk mobil bak. Mobil Jenazah nggak tau.
- Angkutan pelayat; untuk membawa keluarga ke pekuburan. Biasanya sih ter-cover dengan kendaraan pribadi plus numpang pada mobil2 pelayat. Tapi seandainya perlu lebih, maka bisa sewa mobil sendiri.
Biaya: Sekitar 300K - ... untuk sewa kendaraan pribadi. Kalau angkot atau Metromini, silakan nego tergantung jarak.
- Sajian pelayat; pengisi perut bagi para pelayat.
Biaya: Antara IDR 500/orang (Air minum cup), atau 5K/orang (snack+minum), atau >10K/orang (makan besar).
- Konsumsi untuk acara Pengajian; buat yang merasa perlu menyelenggarakan. Di beberapa daerah, adat menganjurkan pelayat untuk menyumbang bahan makanan kepada tuan rumah, sehingga tidak memberatkan mereka. Good custom.
Biaya: 5K/orang (snack+minum), atau >10K/orang (besek; take-home dishes)
Kalau di-total jenderal, untuk pemakaman sederhana saja maka biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga yang berduka adalah sekitar IDR 5.000.000,00 ! Bukan jumlah yang sedikit buat rata-rata masyarakat, apalagi pada saat berkabung. Dalam hal ini, sabda Rasululloh SAW yang dalam hadistnya MELARANG para pelayat untuk makan dan minum ketika menghadiri/melayat mereka yang terkena musibah, adalah suatu hal yang tepat. Sungguh, selain dari duka, biaya pengurusan jenazah itu nggak dikit (as u see), apalagi kalau sampai harus nyediain suguhan buat tamu juga. Memang dalam pelaksanaannya sih sulit, karena keluarga yang berduka seringkali ngerasa nggak enak sama pelayat, kalau nggak menyuguhkan hidangan apa-apa... tapi kalaupun sampai nggak menghidangkan juga sebenarnya nggak apa-apa, malu dimata manusia, benar dimata Alloh. Mending mana? Satu hal yang pasti, walaupun kewajiban pengurusan jenazah ini sifatnya Fardhu Kifayah (kalau ada yang sudah menguruskan maka gugur kewajiban pribadi -- kalau tidak ada yang bantu menguruskan terkutuk masyarakat sekitarnya), sebisa mungkin bantu deh apapun yang kita bisa, sukur-sukur nyumbang dana dan tenaga. Memang ada daerah-daerah dimana komunitas masyarakatnya solid dan bahkan sudah punya SOP untuk pengurusan masalah ini (termasuk dananya), sehingga keluarga yang berkabung tidak perlu repot-repot mengurus segala sesuatunya sendiri. Ada juga keluarga yang telah secara sadar ikutan yayasan pengurusan kematian jadi dari segi kerepotan juga sangat terkurangi. Tapi buat mereka yang nggak ikutan apa-apa, jangan lupa buat bersiap-siap yah, kasian yang ditinggalin... Dan untuk keluarga serta temen, jangan lupa buat saling bantu ya, karena pertolongan anda akan sangat berguna bagi si ahli musibah. (bay) image dari: http://luqies.blogspot.com/
Posted by Bayu on Aug 18, '07 8:47 AM for everyone  Buntut dari kekecewaan gw terhadap Energizer, adalah munculnya niatan kuat buat nyari "the best rechargable battery in the world!". Sayangnya, pilihan merk kita terbatas. Jadi untuk standarisasi pun nggak bisa ngikut mentah-mentah dari luar negeri. Setelah dapet input sana-sini, plus browsing around internet, ternyata untuk urusan satu ini nggak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Tapi satu hal yang menarik dan penting, adalah ternyata rechargable batteries ini punya beberapa karakteristik mendasar yang bisa dijadikan patokan performance: 1. Maximum Capacity (Strength) 2. Power burst (Power) 3. Self discharge time (Endurance) [istilah ngarang ndiri, istilah benar nya menyusul =P] Maximum capacity tentu terkait dengan kapasitas maksimal daya yang bisa dihasilkan si baterai. Power burst terkait kemampuan si baterai menyuplai daya maksimal secara terus-menerus, sedangkan self discharge time berhubungan dengan kemampuan si baterai untuk menyimpan daya. Terkait butir ketiga, semua macam baterai, secara otomatis akan mengalami kehilangan daya. Itu sebabnya baterai konvensional memiliki apa yang dinamakan sebagai "shelf-time", yang bisa disamakan dengan masa prima si baterai sebelum "kadaluarsa" (jumlah daya dibawah batas normal). Jika shelf-time baterai alkaline bisa mencapai 2 tahun, maka pada baterai rechargable masa ini bisa sangat pendek; biasanya dalam hitungan beberapa minggu atau malah hari. Jadi, apakah maximum capacity suatu baterai rechargable otomatis berarti daya tahan lebih lama? TIDAK! Bahkan pada merk yang sama pun, baterai dengan kapasitas berbeda memiliki tingkat self discharge yang berbeda pula. Misalnya Sanyo 2700 mAH, memiliki tingkat self discharge yang lebih besar dibandingkan yang berukuran 2000 mAH. Walhasil, dalam keadaan terisi penuh, baterai 2700 mAH nya justru akan habis lebih cepat dibandingkan yang 2000 mAH Di kalangan fotografer, merk Powerex cukup dikenal baik sebagai baterai yang "kuat", karena kemampuannya power burst nya yang tinggi, cocok untuk sesi pemotretan yang intense. Namun, kebutuhan daya yang sama tidaklah berlaku untuk pemakaian kamera yang casual; jepret sana-sini, istirahat lama, jepret lagi dikit, istirahat lama lagi, dst.. Pada pemakaian jenis ini, yang dibutuhkan adalah self discharge time yang rendah, alias baterai akan tetep idup dalam jangka waktu simpan yang lama dalam pemakaian yang normal (asal daya nya emang gak dipake abis yah). Untuk karakteristik ini, maka satu produk dari Sanyo batteries muncul menjawab tantangan: Eneloop.  Dalam keadaan idle selama enam bulan, Eneloop terhitung mampu mempertahankan hingga 90% muatan daya nya! Dan 85% dalam jangka waktu 12 bulan! Prestasi yang luar biasa, mengingat rata-rata baterai rechargable akan kehilangan daya total dalam hitungan minggu atau hari! Kelebihan lainnya, Eneloop bisa di-charge ulang sampai 1000x, dibanding 500x pada baterai rechargable biasa. Inilah sebabnya, Eneloop berani melabel dirinya sebagai baterai rechargable yang ramah lingkungan. Karena dalam hitungan kasarnya, satu unit baterai Eneloop mampu menggantikan fungsi dari 1000 baterai konvensional! Ditambah lagi, setelah habis masa pakainya, Eneloop dapat di daur-ulang secara ramah lingkungan. Suatu minimalisasi sampah yang luar biasa. Masalahnya, setelah hampir ngigo karena ngebet pengen dapetin baterai ini, si Eneloop ini ternyata licin bak belut! Browse internet sana-sini, dapetnya cuma dua tempat yang melayani penjualan online. Males transfer, gw milih browse around sekalian buat ngeliat situasi pasar... Namun setelah ngubek-ngubek toko digicam dan electronik se-Ambas dan ITC Kuningan, ternyata cuma ada dua toko yang jual si Eneloop ini; satu di ITC lt. 4; itupun out of stock untuk ukuran AA, dan satu lagi di toko kamera di lantai dasar Ambas, dengan status sama... Satu atau dua toko lainnya menjual Eneloop, tapi yang starter package alias harus dengan charger nya Oh Eneloop... langka sekali dikau! Hari sebelumnya di Senayan City's Best, sebenernya gw sempet nemu Eneloop ini, namun dengan harga yang asoy geboy, sekitar 50% up harga pasaran, males ah. Tadi siang, akhirnya, setelah putus harapan dan memikirkan buat transfer aja dan beli via internet, iseng-iseng on the way to the parking lot gw liat ada toko digicam Olympus yang letaknya rada nyempil diantara toko2 jualan henpun di lantai 2 (wing baru tuh). Dengan niat iseng doang gw pun mampir kesana menyeret-nyeret isteri yang setia menemani hunting yang telah berlangsung sekitar dua jam tersebut... "Mas... ada batere rechargable?" "Ada" jawabnya santai "Ada... yang merknya Eneloop?" sambung gw siap-siap kecewa "Ada", tetep santai "HAH?! Tapi... yang nggak sama chargernya ada?" "Iya ada, yang ukuran apa?" jawab si mas mulai gak sabaran "...AA" Si mas lantas ngambil sebungkus eneloop ukuran AA dari gantungan display
BINGO!Dengan perasaan terharu, gw periksa si baterai impian ini... dan tanya berapa harganya... "limapuluh ribu", jawab si mas. "BUNGKUS!" Merasa sesuai budget, lupa nawar deh =P Ah gapapa lah cuma 2000mAH juga, yang penting gw dapet ENELOOP!!! Goodbye sadness! Goodbye sorrow! Here come the new hope! PLAK! Ah ya intinya gw bisa balik motret lagi. Let's see apa baterai ini emang semulus yang di gembar-gemborkan! (bay) Catatan akhir: Batteries, capacities, prices & locationEneloop 2,000 mAH ada di: + XCom ITC Kuningan lt.4 -- (abis) + Toko camera lt dasar Ambas deket ATM BCA -- (abis) + Toko Olympus lt.2 Ambas area jualan henpun deket jembatan penghubung Ambas & ITC -- per 2 unit; Rp. 50,000 + Best Electronic Superstore Senayan City -- per 2 unit; Rp. 75,000 Powerex 2,700 mAH ada di: + Toko camera lt dasar Ambas, ujung (sebrang Es Teler 77) -- per 4 unit; Rp. 120,000 Sanyo 4,700 mAH ada di: + Toko maenan di jembatan penghubung Ambas & ITC lt.2 Varta 2,400 mAH ada di: + Jonas Photo Bandung + Ambas juga banyak -- per 2 unit; harga lupa tapi diatas Rp. 50,000 Eurocell 2,400 mAH ada di: + Rumah Kita Electronic City -- per 2 unit; Rp. 40,000 External review:
Enelop independent test: + http://www.stefanv.com/electronics/sanyo_eneloop.html
Posted by Bayu on Oct 2, '06 3:12 AM for everyone
Posted by Bayu on Nov 20, '05 1:06 PM for everyone
Padahal gw ini pernah bernapas di Bandung selama lebih dari duapuluh
tahun... tapi setelah lima tahun merantau di kota yang kini cuma 2 jam
jauhnya ini, pas balik Bandung (kembali ke Bandung, bukan istilah
sepakbola) gw kebingungan buat nyari tempat makan.
Setelah ada pembangunan jembatan layang Pasopati, ternyata warung
Cak Jali langganan gw ikutan tergusur, pindah entah kemana. Sedangkan
dulu karena ada rumah di Bandung maka waktu sarapan ya makan dirumah,
boro-boro boleh jajan... Tapi karena sekarang dah nggak ada lagi rumah
tinggal, walhasil akhirnya gw ikut2an mereka para fanatik BAMHO (Bubur
Ayam Mang Haji Oyo) buat nyantap hidangan ini buat sarapan... mungkin
sekedar nostalgia, berusaha meraih kembali kenangan yang dulu pernah
lekat didalam diri. Terwakilkankah dengan semangkuk bubur? Kurang lebih
begitu... Duduk di cafenya yang baru sambil menikmati segarnya udara
pagi Bandung, pikiran melayang ke masa silam saat makan bubur seperti
ini bukanlah hal yang terlalu menarik. Nggak jarang BAMHO ini gw
banding-bandingin sama bubur ayam seberang Sekeloa - Dipatiukur yang
rasanya lebih lekoh dan topping lebih beragam. Tapi apa daya
sang saingan yang buka malam hari ini nampaknya sudah tergeser
perubahan jaman... akibat dari kurang kuatnya branding dan konsistensi.
Dalam sarapan pagi itu... mungkin yang gw beli bukan sekedar bubur... tapi sebuah nilai kenangan 
Anyway, berikut ini daftar sebagian tempat makan ngetop di Bandung, jenis non-restoran:
- Bubur Ayam (Talaga) Mang Haji Oyo. Buburnya variant kental lengket,
kalau mangkuknya dibalik juga gak akan tumpah. Setelah pindah dari
lokasi aslinya, sekarang ada dua kubu; Kubu binaan Mang Oyo asli,
dengan pusat di Jl. Sulanjana, dan cabang di Gelap Nyawang,
serta kubu binaan "teteh" di sebelah Edward Forrer, Dago.
- Bubur Ayam "PR", mangkal didepan kantor redaksi HU Pikiran Rakyat
Jl. Asia-Afrika. Perasaan gak terlalu spesial sih, apalagi dulu sempet
dikuasai preman dan calo bubur.
- Gudeg Yogya deket perempatan Riau - Cihapit arah Bank NISP. Rasanya
mungkin nggak se-top Gudeg Yogya asli karena taste-nya sudah lebih
Sundawi, tapi rasanya konsisten, kualitas makanan baik, harga murah,
makanya jadi inceran para pengantor sebelum berangkat kerja, serta para
ibu rumah tangga sehabis mengantar anak sekolah. Biasanya jam 9 pagi
sudah sold-out.
- Gudeg Yogya Pasar Gempol, deket pasar Rangga Gempol. Rasa lebih tajem dibanding yang Cihapit, tapi harganya juga lebih mahal.
- Kupat Tahu Citarum, perempatan seberang Bank NISP. Bukanya siang.
Rasanya sendiri gak terlalu spesial tapi konsisten dan pelayanannya
cepet.
- Kupat Tahu Gempol, bertahan sejak jaman dahulu kala. Bumbunya medok
dan kental, gurih, manis, kalau beli selalu ngantri. Langganan para
pembesar dan kasepuhan Bandung.
- Gado-gado Angkasa, Jl. Angkasa (belakang UNPAD). Porsi dahsyat,
bumbu kental gurih manis. Seporsinya rada mahal (buat standar Bandung)
tapi worth it.
- Warung Ma' Uneh, Jl. Pajajaran seberang GOR. Kalau dulu ada warung
aslinya ma' Uneh yang nyempil rada kedalem, buka hingga sore hari.
Sedangkan malamnya, ada gerai portabel mangkal didepan bengkel dibagian
muka jalan masuk warung ma' Uneh. Kalau yang ini binaan putra dari ma'
Uneh. Hidangannya khas Sunda, tapi kadang ada menu-menu yang unik dan
nggak ada di tempat lain.
- Nasi Goreng Cirebon, Simpang Dago (malam). Nasi gorengnya pedes
luar biasa! Dan sebenernya termasuk gak terlalu enak, tapi spesialnya,
dia punya daftar topping mulai dari telor dadar, kornet, keju, daging
kambing, daging ayam, daging sapi, baso, udang, kerang, sosis,
ati-ampela, dll. yang bisa dipilih salahsatu, atau tumplek semua
sekaligus! "Nasi Gila" Jakarta? Kalah insane...
- Nasi Goreng Kumis Helm, Jl. Dipatiukur antara UNPAD - Sekeloa.
Nasgornya cross antara ala Jawa Timuran dan ala Chinese. Murmer porsi
banyak, tapi si pak kumisnya suka rada sewot dan metode order kacau.
- Nasi Goreng Cak Jali, Jl. Cikapayang belakang Gereja. Ada nasgor
"mawut" yang merupakan percampuran antara nasi dan mie goreng. Nasgor
standarnya warnanya merah, believe it or not. Gayanya padahal Jawa
Timuran, tapi karena Cak Jalinya pernah lama kerja di restoran Chinese
Food, jadi cara masaknya gak full Jatim-an. Kadar vetsin
makanan-makanannya luar biasa, tapi Fuyunghaynya gak bisa dilupakan...
- "Pisang Nanas" dengan taburan gula tepungnya (malam), awalnya
mangkal didepan Diponegoro (sekarang Islamic Centre), lalu pindah ke
daerah Citarum deket SPBU.
- Road Cafe (malam -- gak tau masih ada atau nggak), spesialis steak
dan Italian food dengan harga mahasiswa. Terakhir ketauan masih ada dan
mangkal deket Rumah Nenek, Citarum juga.
- Soto Betawi Citarum (siang), bisa dibandingin rasanya sama soto
betawi di Jakarta itself! Terakhir dagang didepan masjid Istiqomah,
sisi dekat MQ Cafe.
- Jagung Bakar Lima Rasa Dago! (malem only) Entah kenapa makanan
murmer dan gampang ini gak pernah sampe ke Jakarta, mungkin karena gak
enak makan Jagung Bakar di Jakarta? Think again... Jagung Bangkok yang
manis dibakar dengan lima pilihan rasa; manis, asin, asem, pedes, dan
keju, atau campur semuanya sekaligus... masa sih gak akan
laku di Jakarta? Di daerah Dago sendiri, gerai yang menjual
makanan jenis ini tersebar mulai Pasar Simpang hingga ke perempatan Jl.
Dago - Merdeka. Tiap gerai memiliki saus racikan masing-masing. Yang gw
rasa paling top, adalah yang mangkal didepan kantornya Melsa Net.
Pisang Bakar Keju ditempat ini juga termasuk dahsyat walaupun
hyper-calorie; Potongan pisang bakar disiram susu kental manis hingga
meleleh-leleh, lalu ditaburi meses coklat, kacang tanah tumbuk, dan
keju yang menggunung. Siap-siap eneq tapi nikmat.
- Seafood Moro Seneng, buka malem. Dulunya di Jl. Sulanjana, tapi
terakhir gw liat pindah mangkal ke Jl. Tamansari deket kompleks
pertokoan gusuran Balubur. Aneka ragam seafood dengan aneka bumbu,
harga murah porsi murah hati, biasanya pesanan dilakukan lewat si ibu
untuk lantas dimasak oleh si bapak yang selalu kelihatan bete (tapi
orangnya baek koq).
- Ayam Goreng Balubur (dulu), trotoar BAAK ITB, depan toko-toko
Pasar Balubur, buka malam hari. Yang meladeni adalah sepasang manula
Tionghoa! Istimewanya dari gerai ini, adalah nasi putihnya gratis!
Segitu dulu kayaknya, jadi laper nih...
Posted by Bayu on Oct 16, '05 12:27 PM for everyone Keberadaan musholla yang laik di mall dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia seringkali masih merupakan hal yang langka. Padahal, kebutuhan akan fasilitas yang satu ini cukup tinggi mengingat sebagian besar pengunjung dan pekerja di Mall adalah ummat muslim. Pada saat interior bangunan, tempat parkir, bahkan toilet di suatu pusat perbelanjaan dibuat dengan penuh pertimbangan dan nilai estetik, mengapa musholla masih sering dianak-tirikan? Seri tulisan ini dibuat diawali dengan keprihatinan terhadap kondisi ini. Untuk mempermudah akses terhadap ulasan yang telah dibuat, berikut ini daftar Mall2 dan pusat perbelanjaan dengan Musholla, dikelompokkan berdasarkan kualitas: A. Baik dan memadai: + Plaza Indonesia - 4 bintang (2008) + Plaza Senayan - 4 bintang (real: 3.75, pembulatan keatas karena faktor " Pioneer") + Pondok Indah Mall 2 - 3.5 bintang, update (new! -- 0604) + Mall Kelapa Gading - 3.5 bintang - penilaian taun lalu + Plaza Semanggi - 3.5 bintang + Cilandak Town Square - 3 bintang + Pasaraya Blok M - 2 + 3 bintang + Plaza Indonesia - 3 bintang+ eX - 3 bintang + Mal Cijantung - antara 3 atau 4 bintang - by Laura + Mushola Super Mall Karawaci (Tgr) - 3 bintang - by Hayat + Jakarta City Center (Tanah Abang, dalam tahap penyelesaian) - 4 bintang - perkiraan awal B. Cukup layak: + Blok M Plaza - 2.5 bintang + Pondok Indah Mall 1 - 2 bintang + Carrefour Lebak Bulus - 2 bintang+ BSM (Bdg) - 2.5 bintang + Gramedia Mereka (Bdg) - 2 bintang C. Kurang baik: + Mall Ambassador - 1.5 bintang+ Mall Ciputra - 1.5 bintang - penilaian taun 2004 + Mall Puri Indah - 1 bintang Ada yang dah pernah ke musholla di mall2 laen? Bisa bantuin dengan sedikit ulasan singkat? Ada yang mau nyaranin musholla mana yang perlu dikunjungi? Ada yang tau soal ulasan dan komentar lain mengenai musholla2 ini? Punya MASUKAN? KRITIK? Ditunggu... via sini atau lewat bayu [at] toughguy [dot] net Tulisan lain yang terkait: + Isyu dalam Islam: Musholla yang baik, asal muasal semua ini bermula Minds alike: + Masjid di Mall-Mall Jakarta, diskusi di forumnya MyQuran.net + Sempitnya Mushola kita..., diskusi lain di forum MyQuran.net + Keberadaan Musholla di Mall, by Didats Triadi + Musholla di Pusat Perbelanjaan, by Awan Kusuma + Mushola dari Hotel ke Hotel, by Hayat Musholla di Hotel (by Hayat) + Mushola Hotel Intercontinental Mid Plaza - 4 bintang - by Hayat + Mushola Hotel Mulia Senayan - 4 bintang - by Hayat + Mushola Novotel Mangga Dua Square - 4 bintang - by Hayat    
Posted by Bayu on Oct 7, '05 9:05 PM for everyone
Posted by Bayu on Aug 31, '05 6:06 AM for everyone Jalan-jalan ke Raplas abis nengok Ade tempo hari... sebelum ke Carrefour gw naek ke lantai tiga dulu buat liat-liat DVD. Salahsatu toko yang sering gw kunjungi disini ternyata punya beberapa DVD serial TV yang baru. Banyak diantara mereka yang gw gak kenal, tapi beberapa dari mereka pernah gw baca reviewnya di internet. Mungkin ada yang bisa ngasi rekomendasi atau informasi soal serial-serial berikut ini: - Carnivale
- Oz
- Firefly
- Lost
- The Wire
- Deadwood
- Dead Zone
- Without a Trace
- Entourage
- Da Ali G Show
- Traffic
- Initial D
- The Apprentice
- The L Word
- Queer Eye for the Straight Guy
- North & South (miniseri)
- Traffic (miniseri)
Selain judul-judul ini, ternyata DVD serial TV "Kung Fu" nya David Carradine udah ada, tapi masih boxed set. Btw, di Carrefour lagi banyak film-film original bagus dijual murah... baik yang format VCD maupun DVD dengan judul-judul yang lumayan ngetop. Untuk koleksi VCD nya sendiri, banyak film-film Jepang (original) yang juga diobral, termasuk film asli "Dark Water" yang versi Jepang. Gw beli film ini karena pengen tau... yang gagal itu adaptasi hollywoodnya, atau emang filmnya asli jelek?
| |