Bayu's posts with tag: travel
Posted by Bayu on Mar 20, '08 2:30 AM for everyone 
A. Jadwal Kereta-Api Gambir - Bandung*:[ update terakhir by PTKA: 3 Desember 2007 ] - ARGO GEDE
| | Tarif Eksekutif Rp. 60.000 s/d Rp. 75.000 | Tarif Gambir - Bandung : | Eksekutif - Rp. 75.000
| | | JADWAL: | | KA 16 | Berangkat: | 06.15 (Gambir) | Datang: | 09.03 (Bandung) |
| | KA 18 | Berangkat: | 09.10 (Gambir) | Datang: | 11.57 (Bandung) |
| | KA 20 | Berangkat: | 11.45 (Gambir) | Datang: | 14.23 (Bandung) |
| | KA 22 | Berangkat: | 14.45 (Gambir) | Datang: | 17.23 (Bandung) |
| | KA 24 | Berangkat: | 17.45 (Gambir) | Datang: | 20.03 (Bandung) |
| | KA 26 | Berangkat: | 19.30 (Gambir) | Datang: | 22.08 (Bandung) |
| - PARAHYANGAN
| | Eksekutif Rp. 50.000 s/d Rp. 65.000, Bisnis Rp. 30.000 s/d 45.000 | Tarif Gambir - Bandung : | Eksekutif - Rp. 65.000 Bisnis - Rp. 45.000 Anak - Rp. 36.000
| | | JADWAL: | | KA 52 | Berangkat: | 05.15 (Gambir) | Datang: | 08.25 (Bandung) |
| | KA 54 | Berangkat: | 07.45 (Gambir) | Datang: | 10.38 (Bandung) | Senin/stlh libur | | KA 56 | Berangkat: | 08.30 (Gambir) | Datang: | 11.19 (Bandung) |
| | KA 58 | Berangkat: | 10.45 (Gambir) | Datang: | 13.33 (Bandung) | Berhenti di Cimahi | | KA 60 | Berangkat: | 13.30 (Gambir) | Datang: | 16.22 (Bandung) | Berhenti di Cimahi | | KA 62 | Berangkat: | 16.30 (Gambir) | Datang: | 19.24 (Bandung) | Berhenti di Cimahi | | KA 64 | Berangkat: | 20.30 (Gambir) | Datang: | 23.19 (Bandung) | Jalan hari Minggu & libur | Kalau mau tau jadwal lainnya, click kesini: http://infoka.kereta-api.com/jadwal_dan_tarif/
*diunduh dari sini: http://infoka.kereta-api.com/cari/?id_station1=2&id_station2=17&x=21&y=11#0u1B. Informasi Kereta-Api by Phone*: 121 atau 021 691 6060 (Jakarta) atau 13897 / 13TYP** dari GSM Cellphone Informasi Dinamis : Informasi bersifat dinamis adalah informasi dengan frekuensi perubahan tinggi, yang dilayani operator secara langsung dari basis data yang terus diperbarui. Seperti, posisi kereta api, realisasi kedatangan kereta api, dan jumlah tempat duduk yang masih tersedia. Informasi Statis : Informasi bersifat statis adalah informasi standar bersifat tetap, dengan frekuensi perubahan rendah. Biasanya, informasi ini disajikan dalam bentuk buku atau query data statis melalui personal computer. Kini hanya dengan menekan nomor telepon 121, konsumen dapat memperoleh informasi statis berupa jadwal rencana perjalanan kereta api, asal tujuan kereta api, stasiun kereta api berhenti, tarif kereta api, dan alternatif kereta api yang dapat melayani penumpang ke tujuan yang dikehendaki. *Data dari: http://www.infoka.kereta-api.com/informasi/?id_con=10&subcat=layanan+121, http://www.infoka.kereta-api.com/inc/show_content_berita.php?article_id=173, Info Telkom 108. C. Tarif Baru (mulai 7 Maret 2008 - ...)*:Mulai 7 Maret 2008, PT. KAI menetapkan harga tiket KA Argo Gede turun dari Rp. 65.000 menjadi Rp. 45.000. Sedangkan tiket KA Parahyangan kelas eksekutif turun dari Rp. 50.000 menjadi Rp. 35.000, kelas bisnis dewasa dari Rp. 30.000 menjadi Rp. 20.000, dan kelas bisnis anak dari Rp. 24.000 menjadi Rp. 16.000. Tarif baru ini ditetapkan PT KAI untuk seluruh pemberangkatan. Sumber: http://www.infoka.kereta-api.com/berita/artikel1.php?article_id=178Last update & data confirmation: 20 Maret 2008 13:45 (bay)
Posted by Bayu on Feb 1, '08 9:15 PM for everyone |  | Kompilasi foto hasil jalan-jalan ke Banda Aceh. Sebagian besar (terkait makanan) sudah termuat di album photonya Epicurina.
|
Posted by Bayu on Jan 25, '08 9:47 AM for everyone |  | Tempat nginep selama bertugas di Banda Aceh ini. Termasuk satu dari empat hotel baru yang dibangun pasca bencana Tsunami.
Harga cukup premium, tapi masih termasuk cukup murah untuk standar Aceh; 500 rb an buat standard room. Gile ya? But anyway jaraknya cuma 15 menitan dari Airport, service is nice and professional, breakfast is good, and I like the Muesli alot!
Walaupun fasilitas minim (no welcome drink, no pool, no spa, no fitness centre), tapi yang paling penting adalah tersedianya WiFi gratis! Dengan speed yang lumayan kenceng juga. Buktinya ini gw rela upload foto-foto Aceh dari hotel, secara kalo ntar dari kantor di Jakarta, gw malah pesimis bisa selancar ini. Yah, enjoy it while it lasts... lagian pas pulang nanti pasti waktunya bakalan greatly occupied...
Bukan oleh kerjaan, tapi oleh sang isteri yang udah panas-dingin nungguin suamina pulang. Honey, see u shortly! (bay) |
Posted by Bayu on Jan 23, '08 4:38 PM for everyone Walau masih dalam satu wilayah waktu, beda antara Banda Aceh dan Jakarta sebenernya adalah sekitar 45 menit. That is, artinya, kalau Subuh di Jakarta itu jam 04.30 pagi, maka disini baru jam 05.15. Good news is, kemungkinan kelewat Subuh lebih kecil, karena jam segitu sih udah nggak terlalu sulit buat bangun. Bad news is, buka puasa jam 7 malem! Jadi sebenernya sih, semuanya cuma mind games; same deal, cuma beda nominal angka di jam. Hehehehe
Walau Banca Aceh terhitung cukup "daerah" dibandingin Jakarta, tapi nyatanya harga-harga makanan disini nggak bisa dibilang murah, yang termasuk kategori makanan ngetop terutama. Satu porsi Ayam Tangkap yang kami coba kemaren aja, ternyata dibandrol 55K seporsinya. Ngopi di warung kopi Ulee Kareng aja bertiga abis sekitar 60K, ini mencakup tiga minuman, tiga tangkep roti, dan satu buah donat. Fenomena ini gw nggak tau dimulainya sejak kapan. Sudah dari jaman dahulu kala? Atau just recently gara-gara bertaburannya para expat NGO pasca Tsunami dengan gaji dollar?
Walau Banda Aceh berbatasan langsung dengan laut, dikelilingi malahan, tapi ternyata udara disini cenderung sejuk (yes, this fact I will repeat over and over again). Ini ajaib, dan walau disanggah oleh rekanan lokal kami sebagai "ah, kalau siang panas", berdasarkan pengalaman gw sendiri mampir di beberapa kota pantai, Banda Aceh ini sangat sejuk. Bandingkan dengan Jakarta, yang sampe daerah Depok pun masih gerah (40 km dari laut?), atau Denpasar yang matahari siangnya luar biasa menyengat. Disini? Ya masih keringetan sih, teuteup, tapi kecuali elo motah banget, maka rata-rata suhu udaranya masih sangat acceptable.
Yang ini mungkin bukan komparasi, tapi lebih ke keunikan daerah aja:
Toko-toko harus tutup pada saat maghrib! Nggak sampe ngusir pengunjung sih kayaknya, tapi nggak nerima pengunjung baru for the time being.
Standar pakaian wanita adalah tertutup, ini sebabnya even visitors (bukan pribumi) harus selalu siap kerudung kalaupun nggak berjilbab.
Lainnya? Wah, kalau gw stay lebih lama mungkin bakalan nambah list, tapi buat sekarang, dah dulu yee. (bay)
Posted by Bayu on Jan 23, '08 1:03 AM for everyone  Akhirnya...Banda Aceh. Setelah penerbangan yang lumayan bikin bosen, sekeliling pesawat juga awan putih aja nggada UFO, manuver landing yang lumayan Halilintar, ternyata Bandara Iskandar Muda ini termasuk kecil, dan banyak yang berkeliaran disini adalah dari kalangan orang-orang pemerintahan plus expat. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Banda Aceh itu adem! Suhu pagi itu (10:30) pas kami landing adalah sekitar 26`C, jauh lebih rendah dari perkiraan awal gw terhadap kota pinggir laut ini. Oh iya, penerbangan ke Banda Aceh ini ternyata masih dilayaninya sama Boeing 737-400, nggak seperti perkiraan gw yaitu pake Boeing 737-900. Dan kecele yang lain adalah... Lion Air ternyata pake sistem nomer tempat duduk... Maklum biasa naek penerbangan rakyat, ya nggak curiga soal nomer tempat duduk ini. Walhasil gw kebagian duduk di deket gang, padahal bisa minta supaya dapet yang di sebelah jendela. Nunggu rada lama gara-gara call-drop berkepanjangan -- tapi masih lebih mending dibandingin Esia gw yang mati total -- akhirnya kami dijemput juga sama business partner dan makan siang dulu di Rumah Makan Ayam Tangkap Cut Dek Cabang MNS, Manyang. Buat yang (hari gini masih) belum tau Ayam Tangkap itu seperti apa, ini adalah masakan khas Aceh yang kadang disebut juga sebagai Ayam Tsunami, atau bahkan, Ayam Sampah, karena penampilannya yang awut2an ini. Intinya sih, Ayam Tangkap ini hidangan ayam goreng biasa, tapi yang nggak bikin biasanya adalah keikutsertaan dedaunan, cabai hijau, serta bawang merah yang turut dimasak bersama ayam ini. Daun nya digoreng sampe crispy, bawang merah nya sampe lembek. Menurut pak Bondan Winarno, Ayam Tangkap juga kadang dipakai bahan gurauan sebagai hidangan yang ayamnya harus nangkep dulu, saking lamanya waktu penyajiannya. Yah, Ayam Tangkap ini memang paling top kalau disajikan panas, secara kalau dibiarkan lama, maka dedaunannya akan layu dan beda rasanya. Oke, cukup soal makan siangnya, sekarang ini gw sama boss lagi rehat dulu di hotel, sebelum barang yang harus kami install dateng dari Jakarta. Hotelnya lumayan enak, seperti yang banyak diceritakan rekan-rekan bloggers di internet. Memang masih baru, dan fasilitas juga rada minimalis (cuma ada Spa, itupun belum buka) tapi yang paling asik ya ini dia; ada WiFi! Dasar internet-addict... Kabar baiknya, forwarder / kurir udah confirm barang kami bakalan dateng jam 13:30 ini pake Garuda. Kabar buruknya, kemungkinan gw batal ke Medan karena ada perubahan jadwal kerja... =| (bay) Foto: Papan petunjuk obyek wisata Aceh, lokasi di exit gate bandara.
Posted by Bayu on Jan 10, '08 5:01 PM for everyone |  | Ini waktu pulang dari Visiting Bokap. Sama seperti pas berangkat, kami pake bis Primajasa lagi. Terminal Guntur (Garut) - Terminal Lebak Bulus (Jakarta) sekitar lima jam lah, lebih cepet satu jam dibandingin waktu berangkat. (bay)
|
Posted by Bayu on Dec 25, '07 8:35 AM for everyone  Ya, akhirnya gw dan isteri memutuskan buat go-show aja ke Garut nengok bokap, walaupun cadangan dana udah bener-bener mepet surepet. Daripada sesal kemudian tiada berarti? Apalagi di sms terakhir nyokap, isinya beda dengan sebelum2nya; mengharapkan gw nengok, soalnya si bapak nanyain terus... Buat sarana transportasi, gw memutuskan buat nyoba pake bis aja dari Lebak Bulus, secara pengalaman sebelumnya pake bis Jakarta-Bandung ternyata nggak seburuk dugaan gw selama ini. Masalahnya, Ciledug - Lebak Bulus bukan jarak yang deket. Plus, kami masih harus mampir di ATM buat ngambil duit, sedangkan ATM di mall gw perkirakan baru buka jam 10an pagi. Kondisi lain yang turut menentukan; frekuensi ujan di Jakarta yang beberapa hari terakhir itu rada sering. Malah sehari sebelum keberangkatan ini kami sempet basah kuyup akibat diterjang badai dipinggir jalan waktu nunggu bis pulang dari nikahan temen isteri. Horizontal rain bo', mirip di film Twister. Setelah sarapan, kamipun berpamitan dengan keluarga besar isteri yang kebetulan sedang pada nginep dalam rangka Lebaran Haji (Idul Adha). Di Ciledug, kami menyempatkan diri untuk belanja keperluan perjalanan dan penginepan nanti di Garut. Kebetulan Carrefour Ciledug ini udah buka jam 9 pagi. Dari Ciledug kami lantas naek bis AC 73 jurusan Kampung Rambutan. Hanya saja kami berniat untuk turun di Lebak Bulus demi alasan keamanan dan kenyamanan. Plus, setelah Googling malem harinya, diketahui bahwa bis jurusan Garut kelas eksekutif adanya ya dari Lebak Bulus. Perkiraan lama perjalanan? 5 jam saja (whew!). Sampe terminal Lebak Bulus, apa daya hujan mulai turun lagi. Walau cuma rintik-rintik tapi nyatanya lumayan bikin kuyup. Untung aja nggak banyak gangguan berarti lainnya jadi begitu masuk terminal kami bisa langsung naik bis tujuan kami; Bis Prima Jasa tujuan Garut - Jakarta kelas EkonomiTapi jangan ketipu dengan embel-embel kelas Ekonominya, karena pada kenyataannya, bis kelas ini sudah dilengkapi tempat duduk yang nyaman (walaupun tanpa sandaran reclining), plus AC yang dingin dan ruangan khusus merokok. Ruarr biasa! Harga tiketnya? 30 ribu rupiah saja. Jauh lebih murah (dan masuk akal), dibandingin harus ke Bandung dulu dan naek bis ala kadarnya dari Cicaheum sana. Sejak pertama boarding, butuh waktu sekitar 30 menitan untuk bis berangkat dari terminal. Bis hanya terisi setengah penuh saja, tapi gw yakin saat masuk tol Cikampek nanti, seluruh tempat duduk pasti sudah ditempati. Berbekal pengalaman numpang bis Eksekutif Jakarta-Bandung dari terminal sama dan provider sama, maka bisa gw simpulkan kalau rute standar bis Prima Jasa keberangkatan Lebak Bulus adalah sebagai berikut: Terminal Lebak Bulus - Masuk tol TB Simatupang - Keluar di seberang Kp. Rambutan (narik penumpang) - Cawang belok kiri - Muter balik, masuk Pool bis Prima Jasa (narik penumpang) - Keluar Pool, ngarah ke UKI tapi lewat under-pass - Muter balik dan masuk jalur bis (narik penumpang) - Belok kiri ke Tol Cikampek. Lama perjalanan Lebak Bulus - Tol Cikampek adalah sekitar 30 menit. Di Tol Cikampek, bis akan berhenti di Rest Area paling awal untuk ngisi bensin, lalu jalan non-stop sampe selepas pintu tol Cipularang. Setelah masuk tol Padaleunyi ini, banyak penumpang yang turun di jalan tol, di daerah-daerah tertentu yang berpapasan dengan jalan raya non-tol. Ini banyak dilakukan oleh mereka yang bertujuan untuk bepergian ke daerah disekitar Bandung, namun merasa bis reguler Jakarta-Bandung terlalu merepotkan karena hanya menjangkau hingga terminal Leuwi Panjang saja. Lama perjalanan di Tol Cikampek adalah sekitar 105 menit saja. Lepas pintu tol Padaleunyi, di daerah Cileunyi ini maka bis akan kembali menarik penumpang, hingga mulai masuk ke daerah "jalan baru", by-pass Rancaekek melalui sisi perbukitan. Sebelum sampe sini, bis akan melakukan pemberhentian wajib di suatu pos bayangan Prima Jasa, dimana para penumpang memiliki sejenak waktu untuk turun dan menggunakan toilet. Sayang kondisinya benar-benar di pinggir-jalan jadi soal kualitas toilet agak meragukan. Di tempat ini pula akan naik beragam pedagang asongan "certified" untuk bis Prima Jasa, dengan hidangan antara lain Tahu Sumedang (Chibi version - buntet mungil), bacang, kacang, serta aneka buah2an dan minuman. Lama perjalanan tahap ini adalah sekitar 30 menit. Hingga tiba di Terminal Bis Garut, waktu sudah menunjukkan pukul lima kurang limabelas, alias sekitar 90 menit. Karena lokasi terminal yang agak diluar kota ini, maka perjalanan (rata-rata) untuk mencapai Garut memakai angkot adalah sekitar 45 menit. Jadi total waktu perjalanan dari Lebak Bulus hingga sampai ke kota Garut adalah: 30 + 30 + 105 + 30 + 90 + 45 = 330 menit, alias 5½ jam, sudah termasung ngetem. Perjalanan sendiri cukup nyaman walaupun kondisi bangku yang standar membuat pantat panas membara plus pegel-pegel. Sesekali bau rokok tercium saat pintu ke ruangan merokok terbuka, tapi selain dari itu nggak ada gangguan berarti. Masalah akan muncul bagi mereka yang troubled pissers; entah karena frekuensi yang sering, atau terlalu pilih-pilih tempat buang aer. Soalnya selain dari di Terminal (T+0), maka kesempatan buang aer hanya terdapat di tempat-tempat berikut ini: Pool Bis Primajasa (T+30), Rest Area Cikampek (T+45 -- tapi harus lari soale WC jauh), dan Pool bayangan Cileunyi (T+145). Setelah itu nggada kesempatan lain selain di tujuan akhir; Terminal Bis Garut. Karena perjalanan yang panjang juga, siapkan bekal makanan dan minuman secukupnya. Nggak seperti lazimnya bis/angkutan umum antar kota era pra-tol Cipularang dulu yang menyempatkan buat berenti di restoran Padang di tengah-tengah perjalanan (walau cuma Jakarta - Bandung sekalipun), maka sekarang keliatannya kebiasaan ini sudah ditinggalkan, dan sebagai gantinya cuma berhenti di warung dengan pedagang asongan makanan seadanya. Terakhir, jadwal keberangkatan. Walaupun secara resminya Bis Prima Jasa tujuan Garut - Jakarta kelas Ekonomi ini berangkat mulai pukul 5 pagi, menurut pak kondektur yang bertugas, bis sudah mulai berangkat sejak pukul 4.30 pagi. Sedangkan batas akhir keberangkatan adalah pukul 21.00 malam dari Terminal Bis Lebak Bulus Jakarta. (bay) image dari hino.co.jp via bismania.com
Posted by Bayu on Dec 11, '07 10:52 PM for everyone  Sedari semalem sebelumnya ngubek-ngubek internet dan tetep gak nemu; dimana sih adanya Jadwal Keberangkatan Bis Damri Jurusan Gambir - Bandara? Padahal besok subuhnya gw harus make angkutan ini ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta demi urusan kantor. Si boss sih reccomend gw berangkat pake bis yang jam 6.45 aja, buat ngejar sampe bandara sebelum jam 8.00 pagi, saat (calon) client dateng juga dari Bandung sebelum mereka terbang ke tempat tujuannya. Intercepting mission, ceritanya. Tapi terkait jadwal, berhubung lalu-lintas Jakarta sukar ditebak mood nya, plus jarak yang lumayan jauh dari Gambir - Bandara, mengakibatkan gw ragu bisa menuhin schedule yang ditetapkan sekiranya baru berangkat jam 6.45 dari Gambir. Apalagi kalau menurut data disini, perkiraan perjalanan adalah sekitar 2 jam! Jadilah gw jam 5.10 pagi dah keluar dari kost, dan langsung naek ojek ke Gambir. Perkiraan gw, kalo ada bis berangkat jam 6.45, dan interval 1 jam, berarti jam 5.45 ada juga jadwal keberangkatan.[catet: Kost - Gambir by Ojek: 10K] Sampe Gambir, gw turun di jejeran bis Damri deretan paling depan. Waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi, dan hanya dalam hitungan detik saja setelah gw naek, bis pun kemudian berangkat! [catet: Bis Damri Gambir - Bandara, berangkat jam 5.30 pagi, bukan 5.45] Ternyata rute berangkatnya nggak se-ribet yang gw kira... Gambir - Harmoni - Tomang - Tol - Bandara, tapi malah lewat Gambir - Pasar Baru - Kemayoran - Tol yang memang lebih ringkas dan lebih minim kemacetan. Soalnya berbekal pengalaman, jalur Harmoni - Tomang di pagi hari udah lumayan padet, belon lagi menuju Grogolnya. Walhasil, tepat 30 menit dari keberangkatan, bis sudah memasuki kompleks Bandara. Dan sekitar 5 menit kemudian bis pun memasuki Terminal 1 Gate A, dimana banyak maskapai penerbangan lokal murmer bercokol; Adam Air, Lion Air, Air Asia, dll. [catet: Total perjalanan bis Damri Gambir - Bandara di pagi hari adalah sekitar 40 menit] Berhubung waktu baru menunjukkan pukul 06.15, dan yang mau ditemui mengkonfirmasikan baru sekitar 1 jam lagi sampai bandara, maka gw pun melihat-lihat dulu suasana sekitar sambil nyari-nyari ATM, soale dapet SMS susulan dari si boss supaya para tamu ini gw "ajak sarapan". Padahal gw gak bawa cash, secara dompet juga belon beli yang baru... huh. Sayangnya, ATM yang ada di daerah ini cuma Mandiri (100K), dan BCA. Jalan lebih jauh lagi ada Bukopin (50K), and that's all. Bank gw nggak ada euy. Ya udah, ngantri di ATM nya Mandiri aja. Berbarengan dengan gw ngantri, ada seorang air crew yang juga ikut ngantri. Tadinya gw pikir pramugari, tapi setelah memperhatikan seragam putihnya, plus dua strip di bahunya, gw baru ngeh kalau wanita yang ngantri di depan gw ini adalah cockpit crew, mungkin co-pilot. Nice. Giliran mbak co-pilot make ATM, sementara si bapak yang make sebelumnya berlalu sambil saying something like "ATM rusak". Tapi karena sebelum si bapak, ATM baek-baek aja, maka gw duga it's just a glitch, kekacauan sistem sementara... Pas si bapak berlalu, si mbak co-pilot cepet-cepet manggil si bapak. "Eeh, pak, pak! Ini uangnya!" Sambil ngacung-ngacung segepok duit tebel 100 rebuan! Ah, rupanya si bapak kurang sabar dan kurang ngerti sistem kerja ATM nya (yang emang kadang bikin pusing!), sehingga setelah transaksi deal (dan keliatannya nothing happened), si bapak cuma ngambil kartunya then walk away. Untung ada si mbak co-pilot yang baik hati ini. Setelah ngambil duit, gw beranjak ke tujuan berikutnya; nyari sarapan. Sekalian set-up sasaran tempat meeting ntar ma para tamu. Pas lewat ATM BCA, ternyata kejadian di ATM tadi terulang lagi, seorang bapak, dengan cepat-cepat memperingatkan seorang ibu separuh baya yang baru berlalu: "Bu! Bu! Ini uangnya ketinggalan!" Sambil mengacungkan segepok uang limapuluhribuan. Lucu... pertanda apa ini? ATM sekarang makin sulit dimengerti orang awam? Orang makin banyak melamun? Orang-tua harus lebih diawasi saat menggunakan ATM? Atau... pertanda gw bakalan dapet duit segepok?! Amin to that, ya Rabb. Singkat kata, tamu yang dinantikan pun datang... dan setelah menyerahkan proposal penawaran dari kantor, kami ber-empat sarapan hingga tiba waktunya para tamu buat check-in dan siap-siap berangkat. Satu hal yang gw pelajari juga adalah... harga rata-rata makanan di kantin. Sepiring nasi goreng biasa, plus telor ceplok, berharga IDR 15K, sedangkan secangkir kopi seduh, berharga IDR 10K. Dan ini standar kantin kelas sedang, nggak tau gimana jadinya kalau di kelas yang lebih fancy lagi. Safe-bet: gerai-gerai fast-food, kalau anda khawatir atau malu nanya harga di kantin. Pulangnya, kembali pake Bis Damri Bandara, cuma kali ini ngambil yang jurusan Blok-M supaya bisa turun di Semanggi sehingga lebih mudah ngelanjutin perjalanan ke Tebet. Disitulah gw sempet ngintip daftar tarif yang terpampang di loket sebagai; Untuk tujuan dalem kota (Blok M, Pasar Minggu, Lebak Bulus, Rawamangun, Kp. Rambutan, Cikarang, Tj. Priok, Gambir) biayanya adalah IDR 15K, sedangkan untuk tujuan luar kota (Cikarang, Serang, Bekasi, Bogor) tarifnya bervariasi antara IDR 18 - 20K. Sedangkan jadwal keberangkatan, nihil... tapi asumsi sih ada keberangkatan tiap jam dari tiap tempat-tempat yang disebutkan tersebut. Anyway dari reply-an di jurnal ini plus sedikit Googling, berhasil terkumpulkan data-data sebagai berikut, masih belum lengkap jadi silakan kalau mau sumbang info: Tabel: Jadwal Keberangkatan Bis Damri Tujuan Bandara (under construction) | Asal | Lokasi | Rute / Mampir
| Awal
| Freq
| End
| Waktu
| Biaya
| Bekasi
| Pakiran dalam Giant hyperstore, Mega Mall - Kali Malang
| langsung tol
| 04:00
| 60
| 19:00
| 120 mnt
| 23.000
| | Blok-M | Seberang gerbang masuk terminal, sebelah Blok M Plaza | Ratu Plaza, Senayan, Semanggi
| 04:00
| 30
| 18:00
| 45 - 120 mnt
| 15.000
| Bogor
| Terminal Baranang Siang - Pajajaran
| langsung tol
|
| 30
|
| 90 - 120 mnt
| 25.000
| Cikarang
| ???
|
|
|
|
|
| 25.000 | Gambir
| Parkir Dalam Stasiun KA
| Ps. Baru, Kemayoran
|
| 60
|
|
| 15.000
| Kp.Rambutan
| Terminal Kp. Rambutan
| langsung tol
|
|
|
|
| 15.000
| Lebak Bulus
| Terminal Lebak Bulus
|
| 05:00
| 60
|
|
| 15.000
| Mangga Dua Square (M2S)
| Lt. GF Hall A (sebelah Red Bean)
| Gunung Sahari, Kemayoran
| 11:00
| 60
| 19:00
| 15 - 45 mnt
|
| Pasar Minggu
| Terminal Pasar Minggu
| Pancoran
|
| 60
|
| 30 - 120 mnt
| 15.000
| Rawa Mangun
| Terminal Rawa Mangun
| Halte Rawasari
|
|
|
|
| 15.000
| Tj. Priok
| Terminal Tj. Priok
|
| 05:00
| 60
|
|
| 15.000
| Serang
| Terminal Serang
| Merak?
|
|
|
|
| 23.000 |
*catatan: + keberangkatan seringkali tidak nurut jadwal, tapi nunggu penumpang penuh + rute/mampir: tempat persinggahan (sekaligus ngangkut penumpang yang nggak ke terminal) + kalau macet, lama perjalanan bisa melar sampai 2X atau 3X lipat Kalau perjalanan pulangnya sih... ya nothing special... macet disana-sini, rebutan jalan disana-sini, dan perjalananpun jadi sangat lambat... Kalau sudah begini, pake taksi juga nggakan nolong, selain dari ongkos yang antara 400% - 600% lebih mahal. Anyway, buat mereka yang baru turun dari pesawat, dan sama-sama satu bis di perjalanan tersebut, welcome (back) to Jakarta! Mother city of the traffic jam! (bay) image dari http://bismania.com/
Posted by Bayu on Aug 10, '07 2:55 PM for everyone Hehe... lucu juga... ternyata bisa internet-an dari Cikajang, walau "cuma" via GPRS =) Walau mudik, masih bisa ngerjain side-job. Siiiiik!
Berarti tinggal nyari paket internet GPRS yang murmer buat stasioner disini. Kan mayan tuh kalo bisa email2an ma bokap nyokap? Ada yang tau paket2nya?
Posted by Bayu on Jul 5, '07 9:06 AM for everyone  Kemaren sore jalan-jalan ke Bogor, mau motret salahsatu client kantor tapi ternyata pas nyampe sana ditolak karena masalah persyaratan... duh. Karena udah skip lunch, dan di depan kantor client ini ada mall cukup gede, maka gw pun bertandang kesana... tapi buat mampir ke ATM. Ngapain jauh-jauhke Bogor tapi makan KFC! Setelah ngambil duit, rencananya gw cuma akan strolling down the road dan nyari kira-kira mana tempat makan di pinggir jalan yang rada asik. Setelah nggak berhasil nemu yang dianggap asik, gw pun coba menelusuri kembali rute kuliner beberapa tahun silam... walau dah rada lupa jalannya kemana jadi muter-muter aja deh freely... hehe. Yang bikin kagum, ternyata Bogor punya banyak sekali Cafe! Jadi mirip Bandung! Cuma yang bikin bingung, kenapa koq nyaris nggak ada yang pernah nge-review ya? Palingan Gumati lagi, Dedaunan lagi... Nggak ada tukang makan enak ya di Bogor? Atau tempat makan disini emang pada nggak enak? Too bad then... Akhirnya gw nyempetin aja buat mampir di salahsatu eateries "spesial" di kota Botani ini... dan ngisi perut laper ini dengan satu-satunya menu yang tersisa di sore hari itu... "Maaf mas, sudah pada habis tadi siang sama mahasiswa..." hmm laris manis rupanya si Ayam Mafia ini. (bay)
Posted by Bayu on Apr 9, '07 4:55 AM for everyone Jum'at... Karena libur, maka hari itu gw ma isteri sempetin buat berangkat ke Bandung, buat nengok neng Intan nikahan. Neng Intan ini adalah anak dari ibu kost nya adik ku, yang mana rumahnya sering dijadikan tempat numpang ngumpul, kalo kami sekeluarga sedang ke Bandung. Neng Intan juga adalah lulusan Fikom Unpad, yang saat ini berprofesi sebagai pembawa acara di salahsatu stasiun TV kabel, setelah masuknya ia dalam deretan finalis pembaca berita SCTV beberapa waktu lalu. Infomasi yang kurang relevan sebenernya, tapi dilarang protes. Sampe Bandung jam 12an, setelah silaturahmi dan makan-makan (nice food!), akhirnya gw tertidur di kamar si adik sementara bokap and nyokap pulang duluan ke rumah sodara di Kiara Condong. Setelah rada seger, giliran kami yang pamit dan nyusul ke Kiara Condong. Di tempat ini, nungguin dulu bokap-nyokap yang ternyata pada ketiduran juga, then balik ke Jakarta sore itu juga! Yah apa boleh buat, niat utamanya sebenernya emang mo jemput bokap-nyokap untuk bisa hadir ke acara kawinan esok hari di Depok, anak dari paman bokap. Kebetulan mereka mo hadir juga di nikahan Intan, jadilah kesempatan yang pas buat ketemuan. Soalnya gw rasa bokap udah kurang fit lah untuk nyetir Cikajang - Bandung - Jakarta - Sawangan sendirian. Lon lagi petunjuk jalannya rada ribet. Di perjalanan balik ke Jakarta, kami sempet pit stop di tempat peristirahatannya tol Cipularang. Not much to see here, secara tempat peristirahatannya pun masih seadanya aja dengan SPBU Pertamina yang juga masih belon beroperasi. Tujuan favorit disini, apalagi kalo bukan toilet... =) Di perjalanan balik tersebut nyokap excited dan mulai nginget-nginget kisah-kisah perjalanan kami dulu, saat masih rutin pp Bandung-Jakarta bisa sampe seminggu 2x. Ahh... masa-masa silam itu... bolos kuliah buat nganter nyokap ngajar... tapi worthed sih secara murid-murid nyokap cakep-cakep, dan udahnya biasanya gw diajak wisata kuliner ke new places ma nyokap. Keluar Pondok Gede Timur, langsung mengarah masuk tol lagi, Tol Jagorawi... Untungnya karena para weekend tourist pastinya dah pada ngabur, maka perjalanan sore itu lancar-lancar saja. Keluar Jagorawi kearah tol Pd. Indah, exit di gerbang Tanjung Barat menuju Depok. Tiba-tiba, isteri punya ide cemerlang buat bertandang ke Ayam Bakar Christina buat dinner! Sekaligus mengobati kepenasaran waktu gagal berkunjung kesini sama Agung Ida Eriq tempo hari... sapa tau aja kali ini buka... Maka, dengan tertatih-tatih, mobil pun jadinya berjalan perlahan sampe akhirnya isteri dengan semangatnya nunjuk-nunjuk satu warung makan yang dimaksud, Christina, beroperasi normal! Haha! Dapet deh kesempatan buat menjajal ayam bakar yang menurut Agung adalah "terenak se-Indonesia" ini. Langsung deh, para penumpang yang terdiri dari gw, isteri, bokap, nyokap, dan adik ini berhamburan keluar. Untungnya mereka gak rewel dan nurut-nurut aja diajak makan disini.  Singkat kata, ayam bakarnya emang enak. Manis gurih, dengan lemak yang nggak berlebih. Mirip sama ayam bakarnya mas Imam, tapi lebih bersih dari lemak, dan lebih nggak anyir. Mirip seperti ayam bakar Bengawan Solo langganan gw di Bandung, tapi dengan ukuran yang dahsyat! Gw yang tadinya pede aja akhirnya prefer buat bungkus pesenan gw dan milih ngabisin sisa-sisa dari kiri-kanan. Tahu & Tempe nya dihadirkan dengan serundeng ayam, dan kualitasnya juga lumayan bagus. Total jendral pengeluaran buat makan kenyang malem itu... 75K aja, buat ber-lima! (@15K) Sayangnya pengalaman makan malam itu harus tercoreng oleh banyaknya pengamen yang mampir, walaupun di dinding udah ditempel jelas-jelas tulisan "pengamen dilarang masuk". Bisa lima menit sekali bo', serasa lagi nongkrong di pinggir jalan Sabang / Menteng. Mungkin lain kali kami kesini, masing-masing harus dandan ala pengamen lengkap dengan gitarnya! Jadi nggak ada pengamen yang mau gangguin. Atau malah pengamen lain jadi pada ikutan kongkow? Dari Depok kami masih harus bergelut dengan traffic untuk sampe ke Sawangan, base camp untuk acara kawinan besok. Si nyokap rencananya diminta buat nyawer, padahal kondisinya lagi serak-serak batuk. Apalagi dengan nggak bisanya gw nganter, jadi lebih ribet lah rencana kepergian besok itu... Pulang dari Depok jam 9an, langsung menuju Kompleks Mertua Indah di Kunciran, Ciledug, untuk bobo malem itu. Dengan kedatangan kontingen Tasik, keliatannya bakalan nggak leluasa untuk nginep, plus, Sabtu besok gw harus ngantor =|. Untungnya, acaranya ngantor Sabtu besok adalah untuk menyambut adik-adik mahasiswa UPH binaan kang Kuya, di HPC Pluit sana. Not much stress involved, presumably. Di carport rumah mertua... dengan amazed nya gw ngeliat tachometer di dashboard yang menunjukkan angka 450an km... Saksi bisu perjalanan lintas tiga propinsi di hari itu. Selain dari pegel-pegel dan pusing-pusing, tentunya. (bay)
Posted by Bayu on Nov 17, '06 10:43 AM for everyone
 Jimbaran... Setelah berhasil mencapai tujuan tanpa nyasar, kamipun beranjak turun dari mobil. Para greeter pun menyambut kami dari antara deretan warung-warung seafood yang berjajar. Dari area parkir, hanya terlihat deretan warung tempat makan biasa, yang juga sepi... Teringat pesan teman perjalanan di pesawat tadi sore, gw pun lantas bergerak menuju deretan ujung warung untuk mencari "Sekar Agung" yang dimaksud. Sayangnya nggak ketemu, padahal cuma ada sekitar enam atau delapan deretan warung disana. Adapun salahsatu warung dibagian depan memang memiliki nama yang mirip, namun gw gak mau gambling dan milih nurut saja dengan rekomendasi boss untuk mampir ke Menega. Somehow that name sounds familiar... Setelah terkagum-kagum dengan aneka pilihan seafood yang mereka sajikan, dan memilih menu untuk santapan kami malam itu, kamipun beranjak ke bagian belakang warung. Disinilah keajaiban dimulai. Di hadapan kami, dalam suasana malam yang gelap, terhamparlah puluhan cahaya lilin dari atas meja-meja kayu yang ditempatkan diatas pasir pantai. Spektakuler... ditambah lagi dengan banyaknya cahaya rumah di kejauhan yang menambah romantis suasana. Memang tempat ini cocoknya buat pacaran, bukan business meeting. Walaupun kadang udara panas cukup terasa, namun hembusan sepoi angin laut membantu mendinginkan udara. Untung aja waktu itu gw pake kaos kutung jadinya gak terlalu berkeringet.  Kami memilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari deretan awal, dan ternyata berada pas disebelah "ground zero" nya Bom Bali II. Beberapa turis terlihat sedang berfoto bersama disana. Oh, mungkin karena inilah kenapa nama "Menega" terdengar familiar di telingaku. Area "ground zero" ini sendiri diperlakukan tidak selayaknya suatu tempat kemalangan, karena kami dapati banyak umbul-umbul dan hiasan janur didirikan disana, selain dari semacam tugu sederhana yang dikelilingi oleh pagar bambu setinggi setengah badan. Teringat cerita teman seperjalanan tadi yang juga berujar kalau Bali masih belum pulih dari tragedi tersebut karena masih belum dianggap aman oleh negara-negara utama asal turis semisal Jepang dan Australia. Tak lama kemudian, perasaan sendu pun kembali berganti dengan perasaan excited saat makanan pesanan kami datang. Gw coba mengambil beberapa gambar namun kurang berhasil. Gelapnya pencahayaan di meja kami membuatku kesulitan untuk melakukan framing yang benar. Plus, wajib memakai blitz. Acara pemotretan tidak berlangsung lama karena rasa lapar sudah mendesak... segera saja piring kami diisi dengan nasi dan aneka lauk yang tersaji dan... kamipun membisu diantara kesibukan tangan dan mulut...  Acara malam itu diakhiri dengan jalan-jalan ke Nusa Dua, dimana terdapat hotel-hotel super mewah dalam satu area yang dijaga ketat. Di Westin kami sempat berfoto-foto, sebelum akhirnya masuk ke bagian dalam hotel. Personally menurutku suasananya terlalu "sterile" untuk bisa menangkap excitement Bali, dan untuk mendapatkan suasana seperti ini tidaklah harus jauh-jauh ke Bali. Namun demikian, hotel dengan tarif kamar mencapai 2 juta rupiah ++ per-malam ini rupanya sudah fully booked hingga beberapa waktu kedepan. Dalam perjalanan pulang, si boss menyetir dengan mantap sementara gw mulai kalah oleh rasa capai dan kenyang. Sesudah lembur di weekend sebelumnya, mempersiapkan keberangkatan hingga siang hari tadi, dan akhirnya tiba di Bali malam ini, rasanya tubuh gw udah butuh istirahat. Bessoknya si boss bbercerita kalau malem itu gw mendengkur dengan keras... hehehe... sorry ya boss. Pagi keesokan harinya, barulah ge temui suatu masalah; toilet di kamar yang kami tempati tidak memiliki water sprayer, alias harus cebok pake tisyu... eeeuuuuggghhhhhhh! Plis deh, gw sebagai orang timur akan sangat tersiksa dengan tissue-based toilets. Namun karena gak ada pilihan akhirnya yo wis... ngosongin tengki sebelum long day ahead.  Nyempetin buat ke pantai dulu sebentar kalo-kalo besoknya gak sempet, pagi itu pantai masih sepi dan hanya terdapat beberapa pelancong sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Banyak yang mengubur diri di pasir... hmm... demi keperluan medis kah? Pagi itu pula terdapat sekelompok pria yang mengambil air dari laut dan dimasukkan kedalam jerigen-jerigen 20 liter untuk kemudian dibawa pergi oleh mobil bak. Mungkin mereka ini mirip dengan tukang jualan aer bersih di pelosok Jakarta, hanya saja konsumennya adalah para pemilik aquarium aer laut. Pulang ke hotel untuk sarapan, ternyata buffet breakfastnya not bad at all! Walaupun pilihan menunya terbatas, tapi ada beberapa yang cukup menarik; nasi goreng, sosis, baked veggie with mozarella, dan cheese omelette. Di sisi lain terdapat pilihan bubur ayam, miso shiru, sushi veggie, cold cuts dengan pilihan menu lokal (tahu, tempe, ayam panggang), serta salad dengan aneka dressings. Sedangkan bagi yang memilih untuk sarapan ringan, maka di sisi meja lainnya tedapat aneka macam roti toast dengan aneka selai, sereal dengan susu dingin, jus, dan buah segar. Namun nggak seperti buffet-buffet lainnya yang bisa dinikmati dengan santai, pagi itu kami harus bergegas karena walaupun jam masih menunjukkan pukul 7 pagi, di Bali ini berarti sudah masuk pukul 8, akibat perbedaan waktu satu jam antara WIB - WITA. Ada satu stand kosong yang harus segera kami rias sebelum tamu berdatangan di pukul 10 pagi! Rekan-rekan 3M security hari itu lebih santai karena mereka menyewa kontraktor untuk mengerjakan dan mempersiapkan stand yang akan mereka tempati. Bukan hanya soal persiapan, untuk berjagapun mereka memilih mengenakan t-shirt sementara kami memilih mengenakan batik! Huhuhuhuhu... padahal Bali di siang hari kan panas banget!
Posted by Bayu on Nov 16, '06 2:30 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri penutupan acara berupa makan malem bersama para pustakawan di heli-pad pinggir pantai nya hotel Discovery Kartika Plaza.
Plus, foto-foto hasil kunjungan ke salahsatu warung makan lucu disekitar Simpang Siur, Denpasar.
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 1:22 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto makan malem di Jimbaran.
Daerah ujung Bali sebelah Selatan ini ngetop dengan aneka seafood bakar nya, yang dinikmati di meja-meja di sisi pantai berpasir... marvellous! Tadinya kirain bakalan kena "tembak" dan pulang dengan cemberut =P, tapi price-wise ternyata masih reasonable lah untuk itungan makan malem dengan experience "out-of-this-world" seperti ini.
Untuk ulasan lebih komplit soal makanan mampir kesini ya: http://epicurina.multiply.com/photos/album/112
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 12:49 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri jalan-jalan di pantai.
|
Posted by Bayu on Nov 16, '06 12:20 AM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto bekerja; jaga stand dari pagi sampe sore. 8-}
|
Posted by Bayu on Nov 15, '06 11:10 PM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto tempat nginep; "Rama Beach Hotel", Tuban, Bali, yang nggak ada "beach" nya samasekali karena masih berjarak 50 meter-an dari pinggir pantai... Tapi cukup asik buat sejenak melupakan penat nya kehidupan Metropolis.
|
Posted by Bayu on Nov 15, '06 10:09 PM for everyone |  | Ngabur ke Bali di hari kerja buat menghadiri Seminar dan Kongres X Ikatan Pustakawan Indonesia. Seri foto-foto perjalanan udara.
|
Posted by Bayu on Nov 10, '06 4:16 AM for everyone Sekarang udah confirmed, tanggal 13 - 15 November ini gw bakalan berangkat ama boss buat ngikutin Kongres IPI ke-10 di Bali! Hal ini sudah tentu membuat isteri cemberut karena artinya dia bakalan ditinggal buat beberapa hari sementara suaminya pergi "berlibur". Padahal suaminya berangkat juga karena tuntutan kantor, kebetulan aja tujuannya ke tempat liburan paling ngetop se-Endonesiah ini. Akibat lain dari agenda ini, adalah gw yang harus kebut2an nyiapin material buat keikutsertaan di acara ini, apalagi para boss surprisingly akhirnya suka ama salahsatu dari dizain gw buat logo perusahaan yang baru! Yay! Kartunama baru!
Tadinya sih emang kepikiran mo ngajak isteri biar sekalian honimun... tapi dipikir-pikir duit lagi cekak, plus disananya juga isteri bakalan banyak ditinggal... alamat doi tidur seharian di kamar... lha apa bedanya ama di Jakarta? Nggak ah, nggak seru... Apalagi kalo sampe kejadian kayak di "Lost in Translation" gimanah??
Baidewei Baswey, kenapa Journal Compose nya MP jadi kacau begini sih diliat pake FF 1.5.0.8? Even ganti line pake "enter" aja jadi mandul, harus pake tag HTML baru mau. Jadi deh kepaksa balik lagi ke IE...
Sesudah beres bikin dizain buat XBanner dan poster, tinggal sekarang beresin bikin satu lagi poster baru deh ke percetakan. Dari informasi temen-temen, ada beberapa tempat yang bisa dijadiin alternatif untuk urusan ini, dan gw dah bikin janji sama salahsatu diantaranya. Tadinya sih mo sore ini kesananya, tapi keliatannya waktunya mepet banget jadilah batal. Abis ke percetakan ntar, rencana selanjutnya adalah gw harus ngasi frame buat dua poster tersebut, baru deh persiapan acara beres... Tinggal mikirin gimana caranya supaya barang2 tersebut aman dibawa via pesawat terbang... soalnya jadi parno kalo nginget kasus-kasus bagasi ilang dari temen2.
Acaranya sendiri tentulah terkait Perpustakaan, cuma keikutsertaan gw dalam hal ini bukanlah sebagai peserta kongres, seminar, ataupun pustakawan, tapi sebagai konsultan ILS (Integrated Library System) dari salahsatu vendor aplikasi dibidang ini. Pengen sih ikutan seminarnya kalo bisa, karena topiknya menarik... cuma gak tau kantor nge-arrange nya gimana, secara biaya keikutsertaan yang nyaris 1jt per-orang. PLUS gw kan harus jaga stand. hehehe
Buat nginep, kantor milih Rama Beach Hotel, salahsatu hotel yang deket ma Discovery KC tempat acara ntar. Waktu liat foto2nya tu hotel, gw langsung excited!... Namun demikian, Chika mencoba membumikan gw dengan ngasi tau kalo hotel-hotel Bali sih banyak yang exagerrated nya alias bagus difoto doang... Oh well, kembali ke realita dengan re-assuring myself bahwa gimanapun rencana gw kesini adalah for work. Minimal dapet tempat bobo empuk, adem, ma dapet makan pagi gratis dah cukup. Internet? Bisaaaa, seandainya saja dengan colok idung gw bisa browsing....
Namun demikian, preliminary research dan preparation adalah perlu... Minimal kalo lagi gak ada acara, gw bisa melampiaskan napsu epicurean gw dengan mengunjungi tempat2 ber-rekomendasi baik di sekitar daerah ini. Makanya sekarang gw perlu Googling ma browse catetan2 perjalanan temen-temen dulu buat cari tau ... Kalo ada rekomendasi dan informasi bakalan diterima dengan senang hati juga.
MP-ers Bali, bakal sempet ketemuan?
Posted by Bayu on Nov 1, '06 3:30 AM for everyone |  | Oleh-oleh mudik lebaran 1427H ini, saat jarak 60km harus menghabiskan waktu nyaris 7 jam.
Seneng mudik? Hmm... waktu kecil ya, karena banyak ketemu sepupu-sepupu seusia. Sekarang? Hmm... mendingan ketemu ortu di suasana laen deh, yang nggak harus plus macet.
Tapi mungkin buat yang tinggalnya jauh gak ada alasan kuat buat mudik kalo bukan karena libur Lebaran ya? Jadi ya mari deh, kita rayakan acara mudik dengan berlapang dada...
|
| |